Minggu, 01 Juni 2008

Ganal Hawa dan Taufik Kiemas

ganal hawa… ganal..…..gana wiramanal hawa ramana…
Urimsyil asmarani syabakna bil hawa …..
Amaranal hawa wina ‘isyna ilisyakbakna yukholisna ya habibi..
Syaghalbali yaba yaba…

Ganal Hawa .
( Abdel Halim Hafeds)

Rabu 28 May 2008 Hamid Basyaib mengajak saya bersama teman teman kahmi pro network untuk melihat pertunjukkan Arabian Music, disebuah restoran di bilangan Jakarta Selatan. Hamid mensponsori sebuah Event Organiser bernama Sigma Production yang dikomandani oleh Amera. Hamid yang saya kenal memang lebih kental warna Arabnya ketimbang Islamnya, jadi tak aneh bila Hamid sangat bersemangat bila terlibat dalam hal seperti ini tak tanggung tanggung dia memborong 50 buah ticket masuk.

Sigma Production merupakan EO yang memang memiliki spesialisasi dalam membuat pertunjukkan Arabian Music, kali ini tak main main, mereka men set up ruangan restoran itu menjadi ruang pertunjukkan yang bonafide dengan design lampu maupun penempatan meja yang disusun dengan artistik. Ketika pertunjukkan dimulai maka melentinglah suara piano dengan ruangan yang sengaja digelapkan, lalu terdengar suara seorang penyanyi yang tak nampak orangnya. Sebagian besar pengunjung mencari dari mana datangnya suara itu, tak lama kemudian dari ujung ruangan ditengah penonton paling belakang, seorang berstelan Jas hitam hitam dengan baju berwarana merah maroon berkulit putih berjalan perlahan sambil menyanyikan syair lagu nashibi dunia. Maka tepuk tanganpun bergemuruh. Sang penyanyi bernama Fuad Balfas.berjalan dengan santai menuju panggung tak tampak kepanikan dalam gerakannya, suaranyapun terdengar merdu dan gayanya sangat rileks persis seperti penyanyi Arab profesional pada umumnya, yang suka kita lihat di siaran TV Timur Tengah melalui Parabola.

Tak banyak waktu jeda yang diberikan pada penonton, pertunjukkan pun mengalir dengan lancar yang dibagi dalam empat sesion, dimulai dengan lagu lagu lama berasal dari Yaman seperti narbu’dak, ana baadba galbi dll, namun tidak seperti pertunjukkan gambus pada umumnya yang terkesan asal saja, dalam penampilan kali ini dari mulai urutan lagu sampai kostum diatur dengan apik, bahkan seluruh pemain dan penyanyi berkostum dengan rapih.

Menurut Fuad Balfas mereka melakukan GR satu hari sebelumnya, dan terus menerus melakukan latihan secara individual dihari hari menjelang pertunjukkan. Acara itu memberi pemahaman pada saya bahwa; anak anak muda itu mampu bekerja secara profesional dibidangnya. Berusaha menunjukkan yang terbaik bakat yang mereka miliki.

Disamping Fuad Balfas terdapat pula vokalis lainnya bernama Anis Shahab anak seorang penulis , yang bukunya saya beli sampai puluhan buah untuk dibagikan kepada kawan kawan. Menurut saya buku itu luar biasa bagusnya berjudul DIALAH MUHAMMAD (SEBUAH NOVEL) ditulis oleh Idrus Shahab yang baru saya tahu malam itu Idrus Shahab adalah ayah dari Anis Shahab.

Anis tampil dengan elegan berstelan jas warna hitam dengan baju hitam bergaris putih, Anis tampil sedikit lebih atraktif dari Fuad namun tak mengurangi keanggunan penampilan mereka berdua.

Sekitar jam sebelas malam sesaat setelah Faisal Motik (bang Ical) senior saya di ISAFIS datang, Taufik Kiemas beserta Indah Dahlan yang baru saja menghadiri acara 1000 harinya CakNur di Taman Ismail Mardjuki memasuki ruangan, bersama kawan lainnya yang umumnya saya kenal sebagian besar adalah aktifis.
Ada Chalid Muhammad mantan ketua umum WALHI yang baru saja pensiun kebetulan juga berdarah Arab, Chalid adalah Al Amri dari Palu.

Menjadi kebiasaan bagi saya untuk mengamati berbagai hal, baik hal yang paling kecil maupun yang besar apalagi acara ini dibuat oleh Jamaah dan diisi oleh kalangan Jamaah pula, dan malam itu saya harus berkata; Ternyata Jamaah bisa bekerja secara professional dalam membuat sebuah acara.

Ketika Kiki Amalia vokalis perempuan menyanyikan lagu Ganal Hawa miliknya Abdul Halim Hafedz. Taufik Kiemas yang mengemari lagu lagu Ummu Kulsum tampak sangat menikmati, ketika lagu itu berakhir dia berdiri dan memberi aplaus pada sang penyanyi. Benar apa kata Indah Dahlan, acara ini memang Taufik Kiemas yang minta setelah Taufik Kiemas mendengar cerita dari Indah Dahlan yang melihat Mustafa Abdullah tampil ditempat yang sama beberapa bulan lalu. Ketika Mc menawarkan lagu apa yang diinginkan oleh Pak Taufik maka seketika meluncur dari mulutnya sebuah judul lagu yang selama ini sudah dikenal luas, Haram Tahibak.

Secara umum konser malam itu dapat dikatakan berjalan bagus dan patut diacungi jempol walaupun terdapat sedikit kekurangan disana sini, dan panitia telah berusaha maksimal agar pertunjukkan itu berjalan sopan. Sebagaimana konser musik yang lebih mengutamakan pertunjukkan musikalisasi musik Arab, ketimbang memfasilitasi sebuah pesta gambus yang cuma membuat tempat untuk banyak orang berjoget. Apa lagi setelah munculnya acara Empat Matanya Tukul di saluran TV Trans 7 satu hari sebelumnya, yang menghebohkan kalangan jamaah itu.(saya mendapat beberapa sms bernada negatif atas acara di TV itu). Susunan lagupun dibuat agar lebih klasik dan sengaja diarahkan untuk megerem gairah penonton untuk tampil didepan berjoget.



Namun diantara ratusan orang yang hadir tentu ada saja satu dua orang yang agak nyeleneh. dan saya tertawa ketika mendengar Hamid Basyaib yang liberal itu menggerutu, ketika satu dua perempuan Jamaah berlaku agak berlebihan malam itu, sekaligus meledeknya “katanya Liberal ada perempuan yang kayak gitu kok kesal..?” Dalam hati saya semakin yakin, mau sok seliberal apapun Hamid itu, tapi Arab tetap saja Arab. Gak bakalan suka ada perempuan berlaku berlebihan didepan umum.???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar