<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774</id><updated>2012-01-08T10:59:00.276-08:00</updated><title type='text'>Geisz Chalifah</title><subtitle type='html'>Hanya ingin menjadi orang baik.</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>46</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5033396942454312615</id><published>2011-06-17T10:53:00.000-07:00</published><updated>2011-06-17T11:13:32.082-07:00</updated><title type='text'>Radio Da'wah Punya Penggemar Tetap. (Republika)</title><content type='html'>http://koran.republika.co.id/koran/52/137258/Geisz_Chalifah_Punya_Pendengar_Tetap   &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, 17 Juni 2011 pukul 17:23:00&lt;br /&gt;Geisz Chalifah, Punya Pendengar Tetap&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;wawancara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media dakwah terhampar. Dakwah dengan cara temu muka di tempat terbuka atau masjid sudah lama berlaku. Lewat udara, dakwah pun dapat berjalan. Karena itu, bermunculan radio-radio dakwah. "Alhamdulillah, radio dakwah memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat," kata Direktur Humas Radio Silaturahim (Rasil) Geisz Chalifah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ia juga mengatakan, sangat penting bagi pengelola radio dakwah mampu membaca perubahan di masyarakat. Ini berdampak pada keefektifan dakwah. Pada Ahad (12/6), kepada wartawan Republika Damanhuri Zuhri, dia juga mengungkapkan tantangan yang dihadapi radio dakwah. Berikut petikannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di tengah beragamnya media dakwah belakangan ini, bagaimana sesungguhnya posisi radio dakwah?&lt;br /&gt;Sekarang ini terjadi keanehan luar biasa. Kami mengalaminya di Radio Silaturahim (Rasil), AM 720. Radio ini sama sekali tidak memberikan ruang bagi iklan, hanya berisi ceramah, murattal, dan setiap selesai ceramah ada lagu-lagu yang bersifat rohani. Radio tetap berjalan dan antusiasme masyarakat masih tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan survei melalui telepon dan pesan pendek, jumlah pendengar lebih dari 200 ribu. Mereka yang mendengarkan secara streaming lewat laman kami mencapai 122.800 orang. Setiap bulan, jumlahnya bisa sebanyak itu. Jadi, kalau ditanya bagaimana kondisi radio dakwah sekarang, radio ini memiliki tempat sendiri di masyarakat. Dalam arti, radio dakwah punya pendengar tetap. Masyarakat sekarang masih butuh radio semacam ini yang memberikan pencerahan dengan siaran-siaran keagaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, apa yang menyebabkan antusiasme yang tinggi itu?&lt;br /&gt;Pertama, mungkin dalam Radio Rasil tidak ada iklan sama sekali, jadi sifatnya nonkomersial. Kedua, kami benar-benar menyeleksi materi dan ustaz yang berceramah di radio kami. Jadi, ustaznya menguasai bidangnya. Kalau menyampaikan tafsir Alquran, misalnya, ustaz itu memahami ilmu Alquran dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di radio kami, siaran pukul 09.30 hingga 11.00 WIB diisi oleh Ustaz Husin al-Athas tentang tafsir Alquran. Acara ini banyak sekali pendengarnya dan disertai dengan tanya jawab. Setiap siaran paling tidak ada 180 hingga 200 pesan pendek yang masuk, hanya sepuluh yang sempat terjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau tidak mengandalkan iklan, dari mana biaya operasional radio?&lt;br /&gt;Keputusan awal untuk menentukan apakah radio ini menerima iklan atau tidak memang sangat krusial. Pada akhirnya, kami putuskan radio ini tanpa iklan. Sebab, memang radio ini didirikan kalangan usahawan yang memiliki perhatian terhadap agama. Jadi, mereka serta-merta mengeluarkan dana demi keberlangsungan radio ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah radio ini berjalan, ternyata masyarakat sendiri, yaitu para pendengar, memahami bahwa stasiun radio ini bisa terus berjalan kalau ada sumbangan dari umat. Lalu, tanpa banyak diminta, sumbangan tersebut mengalir dalam bentuk uang dan bermacam sumbangan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka ada yang memberi sebesar Rp 10 ribu atau Rp 20 ribu. Bahkan, ada asosiasi sopir taksi yang berinisiatif mengumpulkan dana sumbangan untuk dikirimkan ke Rasil. Kami juga punya alasan mengapa memilih gelombang AM dibandingkan FM. Dari sisi suara, memang tak sebaik FM, tetapi jangkauannya lebih luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbukti, siaran Radio Rasil mampu menjangkau Tegal, Jawa Tengah, dan beberapa kota besar lainnya di Jawa Tengah. Jadi, ada beberapa kota di luar Jakarta yang menerima gelombang radio ini, ada juga yang tidak. Tapi, kalau wilayah Jakarta, Tangerang, Bekasi, dan Depok sudah hampir semuanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelihatannya dakwah di radio ini mampu memengaruhi pendengar?&lt;br /&gt;Sangat berpengaruh. Ini terbantu oleh bahasa dakwah yang digunakan. Kami melihat hampir 70 persen pendengar berasal dari masyarakat tradisional, sedangkan 30 persen lainnya adalah kelompok menengah ke atas. Nah, dalam penyampaian materi dakwah, harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami. Tidak dengan istilah-istilah yang rumit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagaimana agar dakwah melalui radio ini efektif?&lt;br /&gt;Tentu dengan kualifikasi yang benar. Kami tidak asal saja memberikan tempat bagi seseorang untuk berceramah. Lebih dulu, kami lihat rekam jejak dan latar belakang pendidikan seseorang yang akan ditarik menjadi penceramah. Rekaman-rekaman ceramahnya di tempat lain pun kami dengarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita punya batasan ketat yang terangkum dalam visi bahwa radio ini untuk Islam yang satu. Jadi, mungkin karena visinya itulah masyarakat tertarik. Boleh dikatakan, Rasil tak memberikan ruang untuk mempertajam perbedaan, tetapi mendahulukan persamaan. Ruang untuk mengedepankan persamaan kami buka seluas-luasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Anda, seberapa banyak radio dakwah yang ada di Jakarta, khususnya, dan masih bertahan?&lt;br /&gt;Radio dakwah di Jakarta yang masih bertahan saya tidak tahu persis jumlahnya. Ada radio yang mencampurkan antara dakwah dengan kegiatan komersial, ada juga yang khusus dakwah saja. Yang khusus dakwah, di antaranya Radio Rasil, Radio Cendrawasih, dan Radio Dakta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa tantangan yang dihadapi radio dakwah?&lt;br /&gt;Pertama, mengenai pemahaman Islam yang berbeda dan terkadang itu dibesar-besarkan. Biasanya kalau langkah semacam itu dilakukan, memicu perpecahan. Berikutnya, ada keinginan yang baik, tetapi dalam prosesnya tak ada keteguhan menjalaninya. Jadi, karena sifatnya dakwah dan nonkomersial, mengurusnya hanya dari sisa waktu yang ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun dakwah seharusnya tetap dikerjakan secara profesional, kami mempraktikkannya. Orang-orang yang bergabung dengan kami dihargai selayaknya. Keyakinan juga sangat berarti. Justru modal awal mengelola radio dakwah adalah keyakinan yang kuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masa mendatang, apa yang perlu dilakukan para pengelola radio dakwah?&lt;br /&gt;Mereka dituntut dapat membaca perubahan dalam masyarakat. Jadi begini, jika dulu manusia itu berinteraksi langsung berhadapan secara fisik, sekarang hal itu tak sepenuhnya berlaku. Pertemuan bisa melalui media seperti teleconference. Memahami perubahan akan memudahkan kita memetakan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemetaan ini berguna untuk menyampaikan cara-cara dakwah yang sesuai dengan kondisi masyarakat dan akhirnya dakwah  mengenai target dan efektif. Tanpa kemampuan itu, akan tertinggal. ed: ferry kisihandi&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5033396942454312615?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5033396942454312615/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2011/06/wawancara-geusz-chalifah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5033396942454312615'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5033396942454312615'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2011/06/wawancara-geusz-chalifah.html' title='Radio Da&apos;wah Punya Penggemar Tetap. (Republika)'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5045784408126548021</id><published>2011-05-16T00:18:00.000-07:00</published><updated>2011-05-16T00:19:13.809-07:00</updated><title type='text'>REUNI.</title><content type='html'>Kuliah Etika Hubungan Internasional dari DR Sutejo sudah lama Usai namun beberapa teman masih bergerombol di kantin, ada Aan, Linda, Eva, Rizal lubis  Satria dan  beberapa lainnya. Jam di tangan menunjukkan pukul 13.30 siang, segera saya meninggalkan mereka. hari ini ada rapat dirumah Fauzi Askar membahas kelanjutan dari forum silaturahmi mahasiswa  (khatulistiwa.) Setiba di kampung melayu saya melompat turun dari bus menuju deretan Mikrolet yang berjajar menunggu penumpang, Duduk di bangku depan terasa lebih nyaman di siang yang panas dibanding di Bus PPD yang penuh dan pengab tadi. Dua buah buku penuh catatan yang saya pinjam dari Aan. (Romana Aprilia Munir) di kampus, saya taruh di atas Dashboard.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai 15 menit mikroletpun tiba di di depan rumah Fauzi yg berada di jalan Otista Raya, setelah membayar, dengan agak terburu buru turun dari Mikrolet dan lupa duah buah buku catatan masih tergeletak diatas Dashboard. ketika melangkah menuju pintu masuk barulah tersadar dua benda berharga itu masih berada di Dashboard mikrolet dan ketika menengok mikrolet itupun sudah tidak terlihat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rapat berlangsung dengan santai dan penuh gelak tawa karena Sukri sering menyelak dengan banyolan2nya yang lucu. Selesai rapat saya menginformasikan padanya. "Sukri, gue minjam catatannya Aan, apesnya waktu turun gue lupa angkat dari dashboard. ada dua buku tebal tebal dua duanya. pusing gue gimana caranya ngasih tau nya besok?." dan si enteng mulut itupun menjawab." mampus lho, besok mulutnya Aan bakal begini, sambil meng gerak2 kan jari jempol dgn empat jari lainnya seperti menutup dan membuka yg melambangkan ocehan."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sukripun tertawa ngakak sambil menakut nakuti akan apa yang terjadi esok hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam 7 pagi perkuliahan sudah di mulai, agak terlambat saya memasuki kelas namun Djansiwar Jafar (Pak Iwa) bukanlah dosen yg sok kuasa, dia memberikan kesempatan saya masuk dan meneruskan kembali perkuliah Sejarah Politik Afrika. Usai pak Iwa memberi materi ada jeda 10 menit menunggu dosen berikutnya dan lebih dari separuh mahasiswa dikelas itu keluar ruangan untuk merokok dan bercanda. Dengan agak ragu ragu saya menghampiri Aan  berusaha memberanikan diri untuk mengabarkan raibnya dua buku catatan yang saya pinjam kemarin. "Aan..." tegur saya perlahan, Aan pun menoleh dan sambil tersenyum menjawab " Kenapa Geis... buku catatan Aan hilang ya?, ga papa kok" dengan ekspresi yang ramah tak ada kesan marah sama sekali. Rupanya Sukri pagi pagi sudah menjadi BBC London. Hilang sudah semua bayang bayang yang menyangkut di kepala  dari kemarin siang, Bahkan Aan pun melanjutkan, " buku kosonngnya Geis mana ? biar nanti Aan yang catatkan sekalian." Tetap dengan keramahan seperti tadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" ga usah An, makasih banyak biar nanti gue foto copy aja." jawab saya tau diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Minggu Pagi  20 tahun lebih  kemudian. Di Taman Jaya Impian Ancol sebuah restoran dipenuhi ratusan manusia berbaju putih, dgn sebuah stiker bertuliskan nama atau identitas. MC dipanggung memangil mangil nama nama pengurus IKA FISIP JAYABAYA yg baru terbentuk. Sementara puluhan meja berderet deret dipenuhi oleh berbagai peserta yang ramai dengan canda dan gelak tawa, suara MC hampir tak terdengar. Bertemu teman lama jauh lebih seru ketimbang mengikuti acara yang sedang berlangsung. Hari ini sebuah perayaan besar di gelar temu alumni seluruh angkatan Fisip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banyak wajah wajah yg dulunya akrab kini sudah sulit mengenalinya faktor U memang susah dilawan. Beberapa teman nampak masih terlihat cantik namun bentuk badan sudah gak jelas mana perut mana pinggul seolah berlomba adu besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang teman yang hadir belakangan menyimpan rapi arsip foto foto lama dan dia membawanya ke acara reuni, setiap orang memelototi wajahnya dimasa lalu. pernyataan yg paling arif adalah "Gue masih culun" untuk menghindari kata "masih cantik"  agar tidak terkesan sudah tidak cantik lagi sekarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa yang tidak hadir namun ada wajahnya dalam foto itu  ditanyakan kemana dia, ada dimana sekarang atau sudah berapa anaknya? Tapi tidak ada yang menanyakan Aan si wanita baik hati yang senyumnya selalu hangat.  Semua di meja itu faham dan mengetahui Aan yang ramah itu telah beberapa tahun lalu pergi menghadap kepemilikiNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5045784408126548021?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5045784408126548021/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2011/05/reuni.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5045784408126548021'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5045784408126548021'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2011/05/reuni.html' title='REUNI.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1628274371631634336</id><published>2010-12-28T00:43:00.000-08:00</published><updated>2010-12-28T00:59:57.749-08:00</updated><title type='text'>Sebuah tempat untuk datang dan pergi.</title><content type='html'>ketika sekelompok orang menjalani pertemanan sekian tahun lamanya  maka biasanya kelompok itu memiliki tempat khusus untuk mereka biasanya berkumpul, bercerita tentang Bisnis, atau sekedar bersenda gurau melepaskan stress dari pekerjaan yang mereka geluti sehari hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah tempat di bilangan Pancoran di Jakarta Selatan yang selalunya sepi dari pengunjung dengan menu makanan indonesian food dan western food beserta sebuah keyboard menjadi pilihan menarik untuk menjadi tempat kongkow. Tidak terlalu ramai bahkan terkesan sepi dan tidak pula terlalu jauh. Ada kesempatan untuk menyalurkan bakat menyanyi dari pengunjung disertai pengiring yang kadang andal kadang hanya biasa biasa saja. Umumnya tempat ini menjadi meriah karena ulah tamunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelayan dan pemain musik menjadi akrab karena menjadi saling mengenal dengan tamu yang umumnya menjadi pelanggan setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana kelompok yang tidak sampai sepuluh orang ini,  didalamnya terdapat lebih dari separuhnya penyanyi andal, Ada Juara Vocal Group Seindonesia sewaktu SMA, ada penyanyi Band beneran yang telah pensiun dari kegiatannya dan ada pula yang sekedar Hobby namun suaranya tak kalah hebat dari penyanyi profesional pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ketika teman yang menghabiskan hidupnya tinggal diluar negeri datang ke Jakarta selalunya di jamu ditempat ini, teman itupun ikut bernyanyi bersama atau sekedar menikmati lagu lagu yang dibawakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Zuher laki laki berbadan besar  memiliki sentuhan yang pas bila menyanyikan lagu Broery dengan vocalnya yang berat dan penuh penghayatan seolah Broery hidup kembali bila dia bernyanyi, ada pula Adam mantan Vokalis Anak Adam Band, dan yang tidak kalah hebatnya, Om Adunk lelaki paruh baya yang selalunya energik membawakan lagu lagu yang sebagian besarnya kita belum lahir pada saat lagu itu meledak dipasaran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula Indah mantan penyanyi Geronimo dengan suaranya yang sendu selalu memukau bila bernyanyi, akan tetapi maestro dari semuanya adalah Anggi yang seringkali melalui tarikan suaranya "memaksa" orang yang sedang bicara serius atau sedang bersenda gurau untuk berhenti bicara dan menikmati lagu yang dibawakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anggi memiliki karakter suara yang luar biasa boleh dibilang dialah penyanyi seaseli aselinya diantara kelompok itu, bakatnya itu tidak mencuat kepermukaan bukan karena tidak ada kesempatan. Mantan  juara Vocal group antar SMA ini lebih memilih untuk menurut nasehat seorang ayah, yang tidak melarang anaknya bernyanyi dengan  larangan yang keras tapi cukup dengan sebuah kalimat. " Ayah suka melihat orang itu bernyanyi di TV tapi jangan anak ayah". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika seorang vokalis Group band ternama merayakan ulang tahun ditempat itu, Anggi diminta bernyanyi oleh seorang teman dan ketika dia selesai bernyanyi, penyanyi group Band ternama dan keluarganya  yang sedang merayakan ulang tahun  spontan berdiri memberi applaus yang hangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pula komenk yang selamanya punya gaya dengan modal pas pasan tapi selalunya nekat untuk tampil kedepan, namun seperti kata sebuah Iklan "Gak ada komenk ga rameee."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika Bunda  (seorang ibu energik yang tinggal di Eropa) Datang ke Jakarta kami menjamunya di tempat itu pula, dia bernyanyi riang gembira namun ketika hari menjelang tengah malam acarapun harus berakhir dan esok adalah hari kepergianya untuk kembali kekota asalnya,  Bunda tak bisa menutupi kesedihan hatinya dia ikut bernyanyi bersama tapi dengan mata memerah dan kedua tangannya menutupi mukanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Datang dan pergi adalah bagian dari kehidupan, Vira yang selalunya Ceria juga jail dan kadang mampu membuat geram orang yg mendengar celotehnya bila di "Room" ( confrens melalui internet) kali ini  datang lagi ke Jakarta, dan tanpa harus diminta untuk hadir, semua anggota dari kelompok ini langsung bertanya "kapan kita kumpul?" si jail satu ini kedatangannya selalu  ditunggu dan menjadi primadona.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Gede adalah manusia rajin yang tak pernah putus silaturahminya dengan semua yang dia akrab, baik melalui telp SMS ataupun YM, melalui Gede semua orang merasa terlayani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maka ketika Vira datang cukup dengan satu telp dari Gede semuanya langsung menyatakan "oke gue hadir."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup memiliki banyak keindahan dan keindahan itu akan tertuai bilamana kita mampu menikmati sebaik baiknya dan yang paling  utamanya adalah  bila kita mau melayani orang lain layaknya seperti keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ketika orang itu pergi Suara Zuher  ikut terbang bersamanya menjadi sebuah kenangan bahwa pada satu malam di Jakarta ada sekelompok orang yang selalunya siap menjadikan satu malam itu menjadi kenangan yang tak pernah terlupakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ijinkan aku pergi&lt;br /&gt;apa lagi yang engkau tangisi&lt;br /&gt;semogalah penggantiku&lt;br /&gt;dapat lebih mengerti hatimu&lt;br /&gt;memang berat kurasa&lt;br /&gt;meninggalkan kasih yang kucinta&lt;br /&gt;namun bagaimana lagi&lt;br /&gt;semuanya harus kujalani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selamat tinggal &lt;br /&gt;kudoakan kau selalu bahagia&lt;br /&gt;hanya pesanku&lt;br /&gt;jangan lupa kirimkan kabarmu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bila suatu hari &lt;br /&gt;dia membuat kecewa di hati&lt;br /&gt;batin ini takkan rela&lt;br /&gt;mendengarmu hidup menderita&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1628274371631634336?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1628274371631634336/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/sebuah-tempat-untuk-datang-dan-pergi.html#comment-form' title='10 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1628274371631634336'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1628274371631634336'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/sebuah-tempat-untuk-datang-dan-pergi.html' title='Sebuah tempat untuk datang dan pergi.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>10</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-8045511830330179625</id><published>2010-12-17T03:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-17T03:59:49.616-08:00</updated><title type='text'>asala nasri get angry_arch001.rmvb</title><content type='html'>&lt;iframe width="425" height="344" src="http://www.youtube.com/embed/2Nu0rFbh6hE?fs=1" frameborder="0"&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-8045511830330179625?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/8045511830330179625/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/asala-nasri-get-angryarch001rmvb.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8045511830330179625'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8045511830330179625'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/asala-nasri-get-angryarch001rmvb.html' title='asala nasri get angry_arch001.rmvb'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://img.youtube.com/vi/2Nu0rFbh6hE/default.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-7946160138322482677</id><published>2010-12-01T23:15:00.001-08:00</published><updated>2010-12-01T23:15:41.526-08:00</updated><title type='text'>Ketika Tangan Tuhan Bermain.</title><content type='html'>Di tahun 90an, Seorang pelajar dari pelosok Madura bernama Machfud, menyelesaikan SMA nya dengan nilai yang bagus, Iapun lulus SMPTN dengan pilihan Fakultas Ilmu Kelautan di Institut Pertanian Bogor. Ada tujuan yang ingin digapainya melalui pendidikan kelautan, bila selesai kuliah nanti Machfud ingin kembali kedesanya untuk mengangkat harkat hidup nelayan dikampungnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbekal duah buah baju, dua buah celana dan uang Rp 50 ribu rupiah yang itupun sumbangan dari kepala desa dan masyarakat setempat. Machfud berangkat menuju Bogor dengan menumpangi Truck yang membawa ikan Asin. Di setiap perhentian Machfud mencuci Truck itu, sebagai pengganti ongkos menaiki truk berisi ikan asin tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di kota tujuan, Ketika ingin mendaftar di IPB, Machfud tak menyadari bahwa ada biaya masuk perguruan tinggi negeri sebesar 800 ribu rupiah namun Machfud bernasib baik. Staf adminstrasi IPB tidak langsung menolaknya tetapi melaporkan kasus ini kerektorat. Berita tentang machfudz yang tidak memiliki uang pendaftaran, namun namanya telah ada sebagai calon mahasiswa yang diterima di kampus ternama itu, terdengar di telinga seorang Alumni IPB bernama Didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didik pun menghubungi seorang temannya seorang perempuan, mantan aktifis yang di masa itu masih bekerja di BPPT, Didik menceritakan tentang Machfud dan meminta teman itu mencarikan bantuan.&lt;br /&gt;Dalam waktu singkat perempuan itu menelpun seorang koleganya dan koleganya tersebut meminta nomor rekening IPB, nama lengkap Machfud juga nomor pendaftarannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sekejab permasalahn biaya pendaftaran terselesaikan, namun wanita itu terkesima ketika Machfud menghadapnya untuk mengucapkan terimakasih, Machfud meminta uang tersebut di jadikan sebagai pinjaman bukan sumbangan yang akan dibayarnya setelah ia dapat bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi masalah lain belumlah usai, uang yang di bawanya sebesar lima puluh ribu tidak cukup untuk biaya kos dan makan hari hari. Machfud mengurungkan niatnya untuk mendapatkan rumah kos, Iapun mencari Masjid yang dapat disinggahinya untuk dapat tidur dimalam hari.&lt;br /&gt;Dengan berbekal perjanjian sederhana dengan pengurus Masjid yaitu mengajar anak anak mengaji di sore hari di Masjid tersebut jadilah Masjid itu menjadi tempat tinggalnya selama kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila perkuliahan selesai, ia mengelilingi perumahan dosen IPB menawarkan bantuan untuk mencuci mobil, dengan kerja serabutannya Machfud mendapat tambahan untuk biaya hidup sehari hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musibah seringkali datang dari pintu yang tidak kita ketahui, tiba tiba saja datangnya, demikian pula rezeki sering kali datang dari pintu yang tidak terduga. Tuhan memiliki banyak cara untuk menolong hambanya maupun memperingati hambanya.&lt;br /&gt;Sebuah mobil tiba tiba tidak bisa dinyalakan mesinnya, dan Machfud yang berada didekat mobil tersebut tanpa meminta jasa dari pengemudinya membantu mendorong mobil tersebut hingga bisa di nyalakan kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemilik mobil tersebut mengucapkan terimakasih dan bertanya dimana Machfud tinggal. Dalam percakapan singkat setelah mengetahui siapa orang yang menolongnya, pemilik mobil yang ternyata seorang perwira militer, memiliki rumah Kos untuk mahasiswa IPB yang kebetulan sedang tidak memiliki pengawas. Jadilah Machfud menempati rumah kos tersebut dengan gratis sambil bekerja mengawasi rumah yang ditempati para mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu bulan sekali Machfud menyempatkan dirinya untuk berdialog dengan perempuan yang menolongnya sewaktu pertama memasuki kampusnya. Dia meminta wanita itu sebagai pembimbingnya untuk memberikan dia nasehat selama dalam proses perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wanita itu menyarankan untuk Machfud bisa mengusai bahasa inggeris, satu bulan kemudian Machfud melapor bahwa dia tidak ikut les bahasa inggeris yang biayanya mahal dalam ukuran kantongnya, tapi dia mengikuti club bahasa inggeris yang di buat oleh para mahasiswa. Setiap bulan selalu saja ada progres dari mahasiswa yang berasal dari desa itu untuk meningkatkan kemampuan dirinya, bila bulan lalu dia ikut club bahasa maka bulan kemudian dia sudah mulai belajar menggeluti komputer yang caranya tentu saja dengan berbagai usaha yang tidak mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kunjungan yang rutin sebulan sekali itu Machfud datang kali ini bukan saja untuk berbincang dan meminta nasehat dari seorang perempuan yang masih berstatus pegawai di BPPT, namun Machfud memilki niat lain. Machfud datang dengan senyum gembira dan berkata, "ibu, ijinkan saya hari ini melunasi hutang saya tiga tahun lalu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktupun berlalu Machfudpun tidak terdengar beritanya lagi, ia tidak berambisi menjadi "seseorang" dikota besar, dia kembali kekampungnya bukan hanya dengan gelar sarjana ilmu kelautan tapi ia pulang dengan gelar S3 (Doktor bidang kelautan) , yang diabdikannya pengetahuannya itu untuk masyarakat di desanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Di sarikan dari cerita seorang teman bernama Tatat Rachmita Utami.)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-7946160138322482677?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/7946160138322482677/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/ketika-tangan-tuhan-bermain.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/7946160138322482677'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/7946160138322482677'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/ketika-tangan-tuhan-bermain.html' title='Ketika Tangan Tuhan Bermain.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2844559636311602983</id><published>2010-12-01T23:13:00.001-08:00</published><updated>2010-12-01T23:13:42.054-08:00</updated><title type='text'>Air Mata Sepak Bola diatas Gerobak Sepeda Es Cendol.</title><content type='html'>Ketika Liga Indonesia masih bernama Liga Perserikatan dan masih amatir belum menjadi liga Profesional seperti saat ini, Kesebelasan yang mewakilinyapun seluruhnya masih mengatas namakan Pemda. Saya selalu menonton pertandingan terutama bila Persija yang bertanding. Berbekal uang seadanya kadang naik Bus dgn menumpang dan masuk stadion dengan meloncat pagar atau mengikuti bapak bapak yang ingin menonton agar bisa masuk dengan gratis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Usia sepuluh atau sebelas tahun sekitar kelas 5 SD. Saya menikmati Iswadi Idris, Anjas Asmara, Andi Lala, Sutan Harhara. Roni Paslah, Yudo Hadianto, Sofian Hadi dll. di PSMS ada Nobon, dan Parlin Siagian. Sementara Persebaya di bintangi oleh Abdul Kadir dan Yakub Sihasale. dan Persija dimasa itu ber ulang kali menjuarai liga perserikatan ataupun PON.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap selesai pertandingan kadang keluar pintu Senayan yang bercorak sama saya salah pintu keluar, hingga akhirnya tersasar kemana mana. Namun anehnya rasa takut hampir tidak ada semua terasa aman aman saja, tidak seperti saat sekarang, pertandingan sepak bola menjadi mencekam. Bus Mayasari Bakti, Merantama, Pelita Mas jaya adalah bus bus yang melewati jalur senen- senayan bila Bus itu tidak lewat karena kemalaman maka pulangpun berjalan kaki sampai kerumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan ada pula seorang teman setia, yaitu seorang tukang es cendol berasal dari Medan, setiap hari mangkal didepan rumah ibu saya. Bapak itu pendukung fanatik PSMS Medan, dia berjualan es Cendol dengan sepeda yang disebelahnya di jadikan gerobak agar dua buah tong besar dari alumunium bisa menempel di sepedanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari dibabak penyisihan selalu ada dua pertandingan bila PSMS Medan dan Persija bertanding dihari yang sama maka pulangpun saya menumpang di grobak sepeda tukang Es Cendol itu. Kami tertawa tawa bersama sama dijalan karena ke dua team sama sama menang melawan team lainnya, Kadang bapak itu bernyanyi sambil berpantun irama melayu Deli yang isi pantunnya menghebatkan Nobon maupun Parlin Siagian dan pemain PSMS lainnya. sesekali dia menghibur saya dengan menyebut nama pemain Persija dalam isi pantunnya. Namun bila Persija menang melawan PSMS maka sepanjang jalan saya cuma berdiam saja khawatir diturunkan ditengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bertahun tahun setiap liga perserikatan di gelar saya menikmati suasana itu bersama sama Bapak setengah baya penjual Es Cendol yang namanya saya sudah lupa.&lt;br /&gt;Sampai pada waktu pra Olimpiade yang di gelar di Senayan, PSSI melawan Korea Utara. Final pra Olimpiade berlangsung menegangkan, kedudukan dari babak pertama hingga perpanjangan waktu tetap kosong kosong, hingga akhirnya dilangsungkan adu Pinalti. Disaat masih sekitar kelas satu SMP saat itu, saya berdoa sepanjang pertandingan bila bola terambil ke kaki pemain PSSI maka sy bergumam Alhamdulillah bila Korea menyerang maka sy berulang ulang bergumam, "jangan kasih masuk ya Allah." seluruh badan keluar keringat dingin dan ketegangan semakin menjadi jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tibalah waktunya adu Pinalti. Seluruh doa untuk kemenangan Indonesia terucap sambil menutup mata bila pemain korea menendang bola dan berharap ketika membuka mata tembakannya tidak masuk. Sebaliknya berdoa sekuat kuatnya agar seluruh pemain PSSI dapat memasukkan bola ke gawang Korea Utara.&lt;br /&gt;Akhirnya Indonesia gagal melewati babak akhir dari penyisihan Olimpiade, Risdianto dan anjas Asmara gagal memasukkan tendangan pinalti ke gawang korea Utara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta mulai sepi, hari menjelang tengah malam, diatas gerobak sepeda di jalan raya Sudirman -Thamrin menuju senen, saya tak bisa menghentikan air mata. Dan Orang Medan tukang es Cendol itu dengan setengah teriak mengeluarkan kepegelan hatinya, berkata pada saya : "Nanti pada saat Kau sudah besar, Indonesia akan berjaya di Piala Dunia," Sayangnya harapan teman saya, bapak tukang es cendol itu (mungkin sdh almarhum sekarang) setelah lebih dari tiga puluh tahun belum juga terwujud.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2844559636311602983?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2844559636311602983/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/air-mata-sepak-bola-diatas-gerobak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2844559636311602983'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2844559636311602983'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/air-mata-sepak-bola-diatas-gerobak.html' title='Air Mata Sepak Bola diatas Gerobak Sepeda Es Cendol.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-3466905519633659377</id><published>2010-12-01T23:09:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T23:11:35.277-08:00</updated><title type='text'>Hangatnya Ramadhan.</title><content type='html'>Ketika masa masa awal berkeluarga dan anak anak masih relatif kecil, maka komunikasi antar keluarga selalunya tetap terjaga.  Setiap hari ada banyak waktu bersama anak-anak, melihat kenakalan maupun kelucuan mereka. Jauh berbeda ketika anak anak itu beranjak dewasa.  Waktu pertemuan mulai jauh berkurang berganti dengan berbagai kesibukan diluar rumah. Jam kuliah  dengan Sistim Kredit Semester ( SKS ) tidak memiliki waktu yang baku. Belum lagi kesibukan organisasi dan tugas tugas rutin yang menyita waktu juga pergaulan bersama teman - teman yang tentunya juga mengambil waktu tersendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada kehangatan ketika kebersamaan itu timbul kembali, ada komunikasi  intensif yang tidak didapat dibulan bulan lainnya.  Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, mengembalikan  sesuatu yang hilang yaitu waktu untuk bersama.  Ada kebersamaan yang didahulukan. Pulang lebih cepat  agar bisa berbuka puasa dirumah. Dilanjutkan dengan sholat taraweh berjamaah, makan sahur dan subuh berjamaah. Ada canda ria di sela sela sholat taraweh, ada berbagai pertanyaan seputar agama. Ada cerita tentang teman mereka,  ada juga kritik satu sama lain tentang sifat sifat yang kurang berkenan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga anak laki laki yang beranjak dewasa memiliki keunikannya masing masing, dan si Ibu tentunya menjadi penguasa tunggal. tak ada pesaing tak ada perempuan lain kecuali dia. Maka otoritas mutlak "kerajaan" berada ditangannya.  Bila BB selalu  ditangan maka keluar ucapan, "Bulan puasa bukan baca BB melulu tapi baca Qur'an." bila satu orang tak terlihat di meja makan ketika sahur tiba, maka Intruksi yang ber ulang ulang segera terucap pada yang lainnya, agar si tukang tidur segera  dibangunkan dari tidur nyenyaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam Sholat taraweh tugas Imampun berputar dari yang paling besar sampai yang paling kecil, berganti ganti setiap harinya, ada yang seperti supir Bus Metro Mini malas meenginjak Rem, membaca ayat Qur'an seperti menginjak pedal gas kuat kuat, tak ada titik maupun koma. Ada pula yang membaca satu surat diulang sampai tiga kali dalam sebelas rokaat, menunjukkan hafalan yang kurang atau memang sengaja agar hanya membaca surat surat pendek. Segala kekurangan itu menjadi bahan keritik dalam komunikasi yang hangat dan riang bukan omelan yang membosankan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pada itu di setiap Ramadhan saya memiliki tempat sholat taraweh lain selain dirumah, tepatnya diseputar Rawamangun dirumah Ayah seorang teman. Selama sebulan penuh sholat taraweh berlangsung ,dimulainyapun agak sedikit malam sekitar jam 9   lalu dilanjutkan dengan membaca doa bersama. Sekitar lebih kurang tiga puluh orang setiap malamnya datang untuk sholat disana, merupakan media silaturahmi yang terkadang setahun penuh tidak bertemu kecuali dibulan Ramadhan. Ada diskusi agama ada diskusi politik yang sedang hangat di media, ada pula diskusi tentang bisnis. Semua serba rata tak ada posisi yang ditinggikan atau direndahkan, ada pemilik restoran terkenal di jakarta, ada pula yang relatif "dhuafa." Semua berdialog dan bercanda tanpa jurang pemisah apa lagi jarak ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dimasa Rasul, seorang sahabat tidak hadir di Masjid selama beberapa hari maka akan datang sahabat lainnya menjenguk, maka di forum taraweh itu bila dua hari berturut turut ada yang tidak hadir, maka esoknyapun telpun berdering dering menanyakan khabar, tentang kesehatan atau apapun yang intinya mengapa tidak hadir ? Ada kehangatan silaturahmi yang terjalin dengan apiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang berbeda adalah kehadiran anggotanya, bila tahun kemarin si fulan masih aktif sholat taraweh maka ditahun ini beliau sudah tak ada karena sudah kembali pada sang Khalik. tak jarang bila kebiasaan duduk disatu posisi maka ketika posisi itu diduki oleh teman lainnya, sering keluar pernyataan.... "cepetan buat surat wasiat" si fulan dulu selalu duduknya disitu,  siapa tau ente yang menyusul.:-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup adalah menunggu waktu, dan Ramadhan merupakan  hadiah dari Allah untuk mengumpulkan bekal sebanyak banyaknya. Semoga berkah Ramadhan tetap terjaga menjadi keberkahan selamanya.  Agar ketika "waktu" itu datang kitapun siap menjemputnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-3466905519633659377?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/3466905519633659377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/hangatnya-ramadhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3466905519633659377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3466905519633659377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/hangatnya-ramadhan.html' title='Hangatnya Ramadhan.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1778945908494012018</id><published>2010-12-01T22:59:00.000-08:00</published><updated>2010-12-01T23:05:33.391-08:00</updated><title type='text'>Untuk Anak Ku.</title><content type='html'>UNTUK ANAK KU.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( Surat dari Ibu dan  Ayah)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Unknown)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Translate by Anggi Mariyam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anakku ... saat aku tua nanti, aku berharap kamu mengerti dan bersabar menghadapiku ... saat tanpa sengaja memecahkan piring atau menumpahkan sup karena mataku yang sudah kabur ... aku harap kamu tidak menghardikku  ... krn orang tua cenderung sensitif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;aku seperti mengasihani diriku sendiri saat engkau berteriak karena pendengaranku yang mulai buruk dan tidak mendengar apa yang kau katakan....  Aku harap engkau mau mengulanginya atau menuliskannya anakku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku semakin tua dan lututku semakin lemah. Aku harap kau bersabar untuk membimbingku, sama seperti saat kau kecil ketika engkau belajar berjalan .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pahamilah aku yang selalu merasa seperti  benda yang rusak ... aku berharap cobalah untuk mendengarkanku ... jangan mengolok-olokanku dan merasa muak mendengarkanku. Kamu ingat saat kamu kecil dan menginginkan balon? kamu terus merengek sampai kamu mendapatkannya. Juga pahamilah bau tubuhku sebagai orang yang sudah tua ... jangan paksa aku untuk segera membersihkan diri. Badanku lemah ... orang tua rentan sakit saat mereka kedinginan ... aku berharap engkau tidak merasa jijik....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kamu ingat waktu kamu kecil? aku harus mengejar ngejarmu karena kamu tidak mau mandi .... aku harap engkau juga bersabar seandainya aku menyusahkan karena ke-uzuranku. Kaupun akan merasakannya saat kau tua nanti.... Seandainya kamu punya waktu .. aku berharap engkau menyempatkan waktumu untuk berbincang bincang walau hanya beberapa menit karena tidak ada yang mengajakku berbicara. Aku sadar engkau orang yag sibuk dengan pekerjaanmu .... walaupun engkau tidak tertarik dengan ceritaku .. aku mohon sempatkanlah waktumu untukku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah kau masih ingat saat kau kecil? aku selalu siap mendengarkan ceritamu tentang boneka teddy bearmu ... bila tiba masanya  aku mulai sakit-sakitan dan harus berbaring di tempat tidur ... aku berharap engkau bersabar untuk merawatku ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maafkan bila aku tanpa sadar membasahi tempat tidur atau membuatnya berantakan ... sabarlah kau menghadapi di sisa sisa hidupku ... dan saat tiba datang kematianku ... aku berharap engkau genggam tanganku dan memberikan kekuatan kepadaku untuk menghadapi kematianku ...Jangan khawatir ... saat aku bertemu dengan penciptaku ... aku akan bisikkan ditelinganya bahwa engkau sangat mencintai dan peduli dengan ayah dan ibumu  ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segenap cinta Ayah dan Ibu﻿.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1778945908494012018?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1778945908494012018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/untuk-anak-ku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1778945908494012018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1778945908494012018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/12/untuk-anak-ku.html' title='Untuk Anak Ku.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-784546557305614668</id><published>2010-01-20T10:34:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T10:36:09.280-08:00</updated><title type='text'>Dangdut yang Tersungkur (Fenomena Kultural)</title><content type='html'>Saya agak tercengang ketika mendengar penuturan Andrea Hirata (Penulis laskar Pelangi) di sebuah stasiun TV tentang kekagumannya pada Rhoma Irama. Andrea Hirata menuturkan, dia bersama teman temannya harus berlayar selama tujuh jam dengan perahu sampan untuk menonton Rhoma Irama. Perjalanan itu bukan hanya melewati pesisir pantai tapi melewati selat Gaspar.* Menurut Andrea Hirata pula, pada saat Rhoma Irama melakukan show di Pangkal Pinang berpuluh puluh perahu dari Belitung berlayar menuju Pangkal Pinang untuk melihat sang Legenda Dangdut bernyanyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak pernah terpikirkan bahwa manusia akan senekat itu untuk melihat pertunjukan seorang Rhoma Irama, namun bahwa Ia seeorang Legend haruslah diakui walaupun tidak sampai sekelas BB KING atau Janis Joplin sang Legend Of Blues, Bob Marley sang kampiun Regge, bahkan tidak menginternasional sebagaimana Marc Anthony dengan lagu lagu latinnya yang tersebar diseluruh penjuru dunia. dan Marc Anthony bukanlah pelopor karena legenda pada Musik latin ada pada Group Music Santana dengan hitsnya Black Magic Woman. Juga belum sekelas Ummi kulsum sang maestro yang bermuasal dari negeri Spinx.(Mesir).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum populer dengan sebutan musik dangdut jenis musik ini lebih di kenal bernama Irama Melayu, beberapa nama sebelum munculnya Rhoma Irama, tampil mewakili musisi melayu diantaranya: Husin Bawafi, Juhana Satar, A Malik, A Kadir, Hasyim Kan, Munif Bahasuan, Said Efendi, Titin Sumarni dan yang tetap populer lagu lagunya sampai saat ini adalah M Mashabi. Ditahun tahun itu Orkes Melayu Chandra Lela Pimpinan Husin Bawafi, OM Sinar Kemala Pimpinan A Kadir, dan OM Ria Bluntas Pimpinan Sahid Basahil, Orkes Melayu Irama Agung Pimpina Said Efendi mendominasi panggung hiburan terutama dalam resepsi pernikahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditahun tujuh puluhan Rhoma Irama membuat revolusi Orkes Melayu menjadi Orkes Dangdut dengan memasukkan unsur musik Rock didalam musiknya. Walaupun tidak sepenuhnya genuine karena Rhoma Irama mengambil beberapa lagu Deep Purple didalam lagu lagunya diantaranya Child In Time. sangat nampak nuansa Deep Purple mendominasi Orkes Dangdut Soneta. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melejit dengan BEGADANG, era Dangdut menjadi semakin tak terpisahkan dari budaya rakyat Indonesia, musik ini mewakili kaum yang terpinggirkan dan dikesankan sebagai musik norak kampungan dan sebagainya. Dedi Sutanza pernah mengatakan " Dangdut itu tai kucing" yang kemudian menjadi polemik di majalah Aktuil, terjadi persaingan dua genre musik didalam blantika musik Indonesia antara Rock dan dangdut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan aransemen yang tak terlalu rumit dan syairnya yang sederhana musik ini menunjukkan kejujuran dari sebuah kelas masyarakat kebanyakan. Musik ini akhirnya tampil menjadi pemenang dari era persaingan dua genre musik. Tak kurang beberapa personel Group Band Rock paling ternama saat itu Good Bless. membuat album dangdut dengan lagunya Zakia, pada lagu ini pulalah dimulainya Dangdut memasukkan intrumen String melului ke piawaian Abadi Susman, Ian Antono dan Achmad Albar mereka mengubah kiblat dangdut dari India menjadi bernuansa Padang Pasir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh dibilang semua genre musik bisa masuk dengan temporer dalam pasar musik Indonesia namun Dangdut Never Die adalah fakta sebagai penguasa dari seluruh kiblat musik indonesia saat itu.&lt;br /&gt;Hampir seluruh stasiun TV memasukkan program musik dangdut menjadi salah satu programnya bahkan seorang Inul Daratista mendadak menjadi bintang paling populer setelah menuai berbagai Kontroversi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya setelah sekian puluh tahun merajai dunia musik Indonesia. Dangdut pun tersungkur, ditahun tahun belakangan ini hampir tidak ada lagi lagu Dangdut tampil kepermukaan, kalaupun ada itupun hanya melansir lagu lama sang Legenda melalui anaknya Ridho Irama dengan komposisi perpaduan antara Dangdut dan Pop.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak memiliki kapasitas untuk menganalisa sebab dan mengapanya Dangdut ditinggalkan oleh para penggemarnya, mungkin teman teman lain bisa menjelaskan sebuah fenomena kultural bisa terlepas oleh pemiliknya. Paling tidak untuk saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salam&lt;br /&gt;Geisz Chalifah.&lt;br /&gt;Penikmat orkes melayu lama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kisahku nan telah lalu kusimpan kedalam kallbu...&lt;br /&gt;kubuat sebagai toladan jangan sampai terulang...&lt;br /&gt;berdebar rasa hatiku bila teringat padamu...&lt;br /&gt;kisah kasih derita berlinang air mata....&lt;br /&gt;sampai kini kurasa rintihan jiwa lara...&lt;br /&gt;patah hatiku sudah karena harapan hampa..&lt;br /&gt;hidupku menderita cintaku layu sudah...&lt;br /&gt;kukorban apa saja tapi tiada ma'na ..&lt;br /&gt;kini kutak kukenang lagi walaupun ia kembali...&lt;br /&gt;tingalku seorang diri kuserahkan pada ilahi.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(A Kadir)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-784546557305614668?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/784546557305614668/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/01/dangdut-yang-tersungkur-fenomena.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/784546557305614668'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/784546557305614668'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/01/dangdut-yang-tersungkur-fenomena.html' title='Dangdut yang Tersungkur (Fenomena Kultural)'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1567560075194507768</id><published>2010-01-20T10:32:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T10:34:47.279-08:00</updated><title type='text'>Pemuda Al-Irsyad dan Tantangan Zaman.</title><content type='html'>Sabtu, 19 Desember 2009'&lt;br /&gt;REPUBLIKA HA 4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda Al-Irsyad dan Tantangan Zaman&lt;br /&gt;Oleh: Geisz Chalifah&lt;br /&gt;(Ketua Umum PB Pemuda Al-Irsyad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang ibu menasihati anaknya yang mulai senang shalat berjamaah di masjid. "Nak, kalau di masjid jangan lama-lama, ya. Kalau ada orang berjenggot mendekati kamu, jangan kamu layani, ya, nak," pesan si ibu. Ibu ini adalah seorang teman yang khawatir bila anaknya terpengaruh oleh ideologi radikal. Ironisnya, si ibu adalah mantan aktivis mahasiswa Islam sewaktu kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tempat yang berbeda, ada sebuah SMA yang membiasakan murid-muridnya untuk melakukan shalat dhuha. Tapi, salah satu orang tua murid justru mengeluarkan anaknya dari sekolah itu dengan alasan, "Saya tidak ingin anak saya menjadi teroris." Pemberitaan tentang terorisme dan tertangkapnya para pelaku pengeboman yang mengatasnamakan Islam di negeri ini rupanya telah memberikan pesan ketakutan kepada para orang tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran yang mendalam pada terjadinya penyusupan ideologi radikal kepada anak-anak mereka akhirnya menciptakan Islamofobia di negeri yang mayoritas penduduknya memeluk Islam ini. Kekhawatiran seperti itu memang belum bersifat masif. Namun, bila tidak diantisipasi sedini mungkin, bisa menjadi bola salju yang makin membesar. Dan, itu jelas membahayakan dakwah Islam itu sendiri, yang sejatinya menyerukan Islam yang hanif dan menjadi rahmat bagi seluruh alam (rahmatan lil alamin ).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena yang menjadi korban degradasi pemahaman keislaman ini adalah kaum muda yang tengah berkembang, fenomena ini tentu saja menjadi tantangan berat bagi kelompok-kelompok muda Islam. Di sisi lain, kalangan muda Islam juga menghadapi tantangan yang tidak kalah besar secara sosial, yaitu maraknya penggunaan dan peredaran narkotika di kalangan muda. Banyak anak muda mati sia-sia karenaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawar dan melati harus layu sebelum berkembang karena suntikan mematikan yang menghanyutkan alam sadar. Harapan berubah menjadi mimpi buruk bagi para orang tua. Menurut catatan Badan Narkotika Nasional (BNN), dalam sehari, terdapat 41 orang Indonesia yang meninggal dunia karena narkoba. Ini berarti tak kurang dari 15.000 anak muda mati dalam setahun karena konsumsi barang laknat ini. Sungguh jumlah yang jauh lebih besar dibandingkan korban aksi terorisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Luasnya jaringan peredaran narkoba dengan pangsa pasar sebagian besar kalangan muda usia sekolah adalah hantu tersendiri bagi para orang tua. Di sini, sebetulnya, pendidikan agama yang baik dipercaya memegang peranan besar untuk menangkal keterlibatan remaja dalam menggunakan narkotika. Namun, apa jadinya kalau para orang tua justru takut anaknya belajar agama secara serius akibat tumbuhnya Islamofobia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka takut si anak terjerat narkoba, tapi mereka juga takut kalau anak mereka belajar agama hingga jatuh pada pemahaman agama yang sempit dan radikal. Dua tantangan yang bersifat ideologis dan sosiologis ini menjadi PR besar bagi gerakan kaum muda nasional, terutama ormas kepemudaan Islam. Maka, tidaklah salah kalau musyawarah besar ke-9 Pemuda Al-Irsyad yang berlangsung di Cirebon pada 17-19 Desember memberi tempat khusus pada pembahasan kedua tantangan berat kaum muda tersebut, di samping agenda-agenda rutin sebuah musyawarah besar (mubes) atau kongres.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mubes ini diharapkan bisa melahirkan keputusan untuk membenahi training di lingkungan Pemuda Al-Irsyad agar bisa menjawab tantangan baru bagi umat ini, khususnya bagi kalangan mudanya, termasuk pelatihan untuk memberi pemahaman agama yang benar dan sesuai misi Islam yang sejati, yaitu menjadi rahmat bagi seluruh alam semesta. Islam yang menarik bagi umat lain untuk memasukinya, bukan Islam yang angker, yang menciptakan ketakutan di sana-sini hingga membuat umat lain atau malah kalangan Islam sendiri lari darinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman keliru yang menghinggapi sebagian kecil anak muda Islam, yang menjadikan perilaku menebar bom seolah menjadi 'tujuan' hidup mereka, kemudian diperparah oleh liputan pemberitaan media massa yang tidak diimbangi oleh cover both sides . Media hanya menonjolkan sisi kontroversial hingga melahirkan kecurigaan tak beralasan kepada apa yang berbau Islam oleh aparatur negara ataupun masyarakat sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radikalisasi pemahaman Islam ini tidak hanya berujung pada aksi-aksi kekerasan, namun juga dalam bentuk yang paling lunak, yaitu membuat sekat-sekat ideologis dan benih permusuhan sesama umat Islam. Pemuda Al-Irsyad sebagai salah satu ormas pemuda nasional amat concern dengan bahaya konflik ini. Karena, konflik seperti itu tidak berefek positif bagi pertumbuhan bangsa, tapi justru memecah konsentrasi umat dalam menghadapi berbagai persoalan mendasar, berupa kemiskinan, kebodohan, dan sebagainya, yang harus segera mendapat jawaban menyeluruh dan mendasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua masalah besar ini, yaitu merebaknya narkoba di satu sisi dan radikalisasi pemahaman Islam di sisi lainnya, adalah tanggung jawab seluruh umat. Karena yang menjadi korban utama dari keduanya adalah kalangan muda, sudah semestinya hal itu menjadi perhatian seluruh ormas pemuda. Pemerintah, para ulama, cendekiawan, pemimpin umat, dan seluruh unsur bangsa ini semestinya juga mendukung penuh gerakan positif anak muda memerangi dua tantangan besar mereka itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain dua tantangan besar di atas, Mubes ke-9 Pemuda Al-Irsyad ini juga mengagendakan pemilihan ketuanya yang baru, menetapkan AD-ART dan menyusun GBHO (garis-garis besar haluan organisasi). Ormas pemuda yang didirikan ulama besar progresif Syekh Ahmad Surkati di tahun 1930 ini (lalu menjadi organisasi otonom di lingkungan Al-Irsyad Al-Islamiyyah pada tahun 1939) juga akan membahas berbagai persoalan umat internal dan eksternal serta nasional dan internasional, dengan output berbagai macam rekomendasi kepada pengurus baru, lembaga-lembaga umat, dan pemerintah. Misalnya, soal pemberantasan korupsi, skandal Bank Century, pembelaan terhadap kaum lemah, penyakit sosial di kalangan anak muda, sampai solidaritas bagi perjuangan bangsa Palestina, Kosovo, Xinjiang, dan lainnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1567560075194507768?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1567560075194507768/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/01/pemuda-al-irsyad-dan-tantangan-zaman.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1567560075194507768'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1567560075194507768'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/01/pemuda-al-irsyad-dan-tantangan-zaman.html' title='Pemuda Al-Irsyad dan Tantangan Zaman.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1782006796395557038</id><published>2010-01-20T10:30:00.000-08:00</published><updated>2010-01-20T10:32:07.052-08:00</updated><title type='text'>Daud Yang Ramah Itu Pergi</title><content type='html'>Berbahagialah mereka yang mati muda&lt;br /&gt;(Soe Hok Gie)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis pagi di tahun 1981di kelas 3 Ips 3, menjelang istirahat ke dua, Pak Sianturi guru Tata Buku yang bermuka agak aneh dikit, jenggotnya semrawut dan bahasanya masih BTL, membuat garis garis jurnal di papan tulis lalu menulis angka angka dibawah kolom Pasifa dan Aktifa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah kenapa tiba tiba Helmi Mufti membuat kapal kapalan dari kertas sobekan buku lalu melayangkannya kebelakang, saya menangkapnya lalu membuka ada tulisan berisi kata kata yang saya udah lupa, juga ada gambar wajah yang hidungnya dipanjangkan seperti burung betet didalam kapal kapalan itu, serta merta saya teriak "Sialan lho !!!!!"&lt;br /&gt;Helmi cuma nyengir kuda namun Pak Jenggot didepan langsung berbalik dan menuding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Daud...!!!! .. kamu sudah diperingatkan sebelum kenaikan kelas, jaga sikap kamu atau kamu tidak lulus dikelas tiga ini" itulah sepotong kalimat yang masih saya ingat dari lolongan panjang pak Sianturi yang salah alamat.&lt;br /&gt;Seketika kelas hening dan Daud pun terkesima, tiba tiba mendapat omelan yang bukan hasil perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PPD arah Pulo Gadung dari Terminal Lapangan Banteng kosong melompong tanpa harus berebut saya dapat bangku belakang seperti kebiasaan anak sekolah lainnya, maunya duduk dibangku paling belakang karena kalau ada apa apa bisa langsung kabur terutama kalau anak anak STM diseputaran Budi Utomo sedang cari cari masalah. Tak lama Daud menaiki Bus yang sama.. "Hei udah balik lho...?" tanyanya, rumah kami memang searah dia di Cempaka Putih dan saya di Letjen Soeprapto.&lt;br /&gt;" Udah... kenapa lho tadi sama si Jenggo..?" tanya saya cekikikan..&lt;br /&gt;"ah sialan tuh guru marah sih marah tapi jangan kartu gue dibuka buka malu maluin aja"&lt;br /&gt;"udah gitu bukan gue juga yang teriak kenapa marahnya ke gue" Daud meneruskan rasa mangkelnya.&lt;br /&gt;" Gue yang teriak tadi tapi heran cuman begitu aja dia ngamuk gak keruan..."&lt;br /&gt;"emang sok galak tuh orang , tapi lho yang teriak tadi ya? sialannn lho ah.. gue yang kena jadinya?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bus melaju melalui Gunung Sahari dan Daud selalu saja senyum pada setiap orang yang baru naik yang kebetulan saling melihat, Daud selalu ramah bahkan dapat dikatakan terlalu ramah, kenal atau tak kenal dia selalu senyum terkadang Helmi suka meledek. "lho ada sarapnya kaliya...?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba di Setasiun Senen saya meloncat turun "sampai besok ya... sorry soal pak Sianturi itu" teriak saya&lt;br /&gt;"oke gak papa..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat siang esok harinya, di minggu yang sama ditahun yang sama... Jam sekolah udah bubar dari jam 11 siang dan waktu untuk sholat jum'at di Hall lapangan Basket belakang masih satu jam lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekolah udah mulai sepi sebagian besar sudah pulang, Mia, Beti dan Lisa masih ngobrol dibawah tangga didepan pintu koperasi SMA 7, Bembout, Cipto dan beberapa lainnya didalam ruangan koperasi, Bembout segera menyelipkan rokoknya dibawah Meja ketika Pak Nasir (Wakil Kepala sekolah) lewat tapi asapnya kemana mana sukurlah pak Nasir tidak melihat... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya terus menuju halaman depan sekolah karena mangga manis yang dibungkus plastik dijajakan dalam gerobak dorong didepan sekolah, rasanya lebih menjanjikan ketimbang dengerin Bembout cerita tentang Setan di rumah kentang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru saja melewati pintu pagar halaman SMA 7 terdengar jeritan Nani "Daud....Daudddddd. .. Daudddd...!! !!!!!!" Nani berteriak teriak panik alang kepalang. Saya gak jelas apa maksud teriakannya, mukanya tegang dan tampak jelas dia menangis, sebagian teman yang ada dihalaman depan berlari menuju perlintasan rel kereta, dari kejauhan terlihat Agus Akbar tanpa melihat mobil dikanan kiri nekat menyeberang diikuti oleh Helmi dan lainnya, saya pun berlari mengikuti mereka dengan tujuan yang gak jelas ada apa di seberang sana....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jalan Merdeka Timur depan SMAN 7 selalu ramai dengan kendaraan yang lewat, Bajaj Bus, Metro Mini dan mobil pribadi seolah beradu cepat. Dalam adu lari yang tak jelas ini sekonyong konyong sebuah Bajaj seperti tak mau menarik rem tangannya dipaksa berhenti oleh teman yang sedang terburu buru menyeberang. Cuittttt Bajaj itu mengerem mendadak karena hampir saja menabrak salah satu laskar biru muda biru tua ini yang mungkin punya cadangan nyawa lain. Dia menyeberang seolah berbadan dilapisi baja, tak peduli Bajaj yang sedang berjalan kencang. Dalam keterkejutannya anak itu teriak “Anjing Lho gua gebukin baru tau lho” Supir Bajaj itu pucat pasi dia tidak merasa salah tapi mungkin faham keangkeran anak sekolah yang berseragam mirip penjara Amerika ini, Diam adalah cara selamat bila tak mau ber urusan lebih panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian pelari berbelok kekanan setibanya di seberang mengarah ke stasiun Gambir dua tiga orang lainnya mengarah kekiri menuju perlintasan kereta Api jalan Merdeka Barat. Saya menuju kekiri tak jauh dari situ terlihat sekumpulan orang berkerumun, tiga teman didepan sudah melewati kerumunan itu tapi mereka tak menghentikan larinya, ketika saya melintasinya tampak seorang siswa SMP habis tertabrak sedang dikerumuni, saya makin gak faham anak itu tertabrak tapi pelari biru biru itu melewati begitu saja hampir tak acuh mereka tetap berlari menuju Rel Kereta Api.&lt;br /&gt;Dengan nafas yang masih tersengal kami memasuki lintasan kereta diujung stasiun tampak Agus Akbar sedang berjalan perlahan lahan matanya meneliti kebawah seperti mencari barang yang hilang, ditangan kirinya terdapat kantung plastik transparan. “ada apaan sih Gus..?” tanya saya penasaran “Lho nyari apaan..?” tanya saya lagi sebelum Agus sempat menjawab.&lt;br /&gt;“Daud ketabrak kereta .. gue lagi nyari jari kakinya ini baru dapat satu” jawab Agus santai seperti gak ada apa apa, seolah sedang mencari gundu yang hilang sambil memperlihatkan isi dalam kantong plastiknya, nampak sepotong jari dengan tetesan darah didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Astagfirullah “ jerit saya dalam hati. “Daudnya dimana Gus..?” “dibawa kedalam stasiun ada si Helmi disitu lagi nemanin dia “ Setengah berlari saya tinggalkan Agus yang masih asik mengorek ngorek batu koral dibawah bawah rel mencari bagian jari jemari Daud yang lainnya.. &lt;br /&gt;Stasiun ini merupakan pusat transportasi pemberangkatan diseputar pulau Jawa, namun kusam bau pesing dan sumpek, hampir tak pernah kosong , tapi hari itu tak banyak calon penumpang didalamnya. Mata saya mencari keberbagai sudut tapi jangankan Daud, Helmipun tak nampak batang hidungnya , terlihat Bejo sedang berdiri bersama teman teman lainnya, secepatnya saya menghampiri mereka dan pada saat mendekat tampak kaki menjulur diatas lantai yang hanya dilapisi koran ada percikan darah menetes diseputar koran. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daud masih sadar matanya sedikit membuka dia setengah sadar dan tidak, saya langsung membungkuk melihat kondisi fisiknya dengan hati yang dikuat kuatkan. Daud adalah Daud ditengah rasa sakit yang tak mampu saya bayangkan perihnya dia tetap senyum pada orang yang menemuinya. Mulut saya terkunci tak mampu bertanya, ada bagian dari jari kakinya yang hilang namun jauh lebih parah kondisi dikepalanya. Tak sampai satu menit saya mengalihkan pandangan tak tahan melihat teman yang ramah ini menahan sakit. &lt;br /&gt;“Bejo… Ambulannya mana? ” Tanya saya heran kenapa Daud masih tergeletak didepan ruang packaging, masih belum dibawa ke RS. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pihak stasiun tidak memberi bantuan bahkan kata Bejo mereka menggotong sendiri tidak disediakan apapun untuk anak muda ini.&lt;br /&gt;“si Helmi lagi cari mobil Gua nunggu disini” jawab Bejo kelihatan sekali dia bingung tapi gak tau mau buat apa.&lt;br /&gt;Sesekali terdengar erangan Daud kami serentak menoleh kepadanya “Sabar Daud sebentar lagi kita bawa lho ke RS” salah satu teman menenangkan.&lt;br /&gt;Tak lama Helmi muncul dengan tergopoh gopoh “Yuk.. yuk… kita angkat sama sama saja mobil udah nunggu didepan” ujar Helmi dan dia langsung menuju bagian kepalanya Daud mengangkat dari bagian pundak “hati hati pelan pelan” teriak teman yang satunya lagi.&lt;br /&gt;Kami menggotong Daud kebagian luar stasiun dan nampak satu buah mobil Pick Up Mitsubishi sudah menunggu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Helmi, kita bawanya pakai mobil Bak..? “ tanya saya setengah gak percaya..&lt;br /&gt;“gak ada mobil lagi inipun mobil angkutan buat ke Jawa barangnya gua yang turunin” kata Helmi, dia cukup sigap dalam urusan urusan sperti ini, udah gak ada lagi humor lucu dari mulutnya yang selalu enteng itu.&lt;br /&gt;“ Geis, Bejo, lho ada duit berapa..? ini mobil belum gue bayar” Helmi meminta kami urunan untuk sewa mobil, entah berapa ribu perak sisa uang jajan kami saat itu yang segera kami berikan pada Helmi untuk bayar angkutan ke RSCM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Helmi dan Bejo dan beberapa teman lainnya ke RSCM, saya kembali ke SMA 7 untuk sholat Jumat “nanti habis Jum’at gue susul ke Cipto (RS)” ujar saya yang tentu saja bohong, karena untuk pulangpun saya harus jalan kaki kerumah.&lt;br /&gt;Dengan bayangan muka Daud dan kengerian yang pertama kali dalam seumur hidup saya rasakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kembali menuju SMA 7 belum sampai kesamping Musholah untuk wudhu, Yati (Nurhayati) berlari menghampiri “gimana Daud..? apa nya yang luka..?” dan berondongan pertanyaan lainnya&lt;br /&gt;“Parah Yat..” jawab saya. “kepalanya…” belum habis saya meneruskan kalimat menjawab pertanyaan Yati. Air matanya sudah turun deras, dia menangis tersedu sedu. Yati bukan hanya peka tapi juga sangat sensisitif hal apapun yang mengganggu pikirannya maka air matanya lebih dulu menetes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak faham apa maksud kawan satu ini. Melihat Yati menangis dia menghampiri dan bertanya dengan suara yang membentak. “Kenapa lho sama Yati…?” Saya agak malas menjawab karena waktu Jum’at memang sudah masuk, apa lagi di preshure dalam keadaan pikiran melayang seperti ini, buru buru saya mengambil wudhu dan kawan ini tak puas hati. “Lho mau ribut sama gua !!!!” teriaknya disela sela teman lain yang juga sedang berwudhu. “ Gua mau Sholat Jum’at ngomongnya nanti aja” jawab saya sambil meninggalkan dia yang masih melotot gak keruan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wajah Daud masih sangat membekas kalau teler obat itu membuat pikiran melayang maka saat itu saya memang teler. Teler membayangkan mampukah Daud bertahan hidup. Teler membayangkan luka yang menganga ditubuhnya. &lt;br /&gt;Matahari sangat terik lapangan Basket yang sudah banyak gompal lantainya itu mengembalikan sinar matahari keatas cahayanya menyilaukan mata, saya terburu buru melewati lapangan itu karena suara didalam HALL sudah mengumandangkan Qomat tiba tiba bahu saya ada yang menarik dari belakang, saat berpaling melihat pelakunya serta merta terdengar pernyataan yang berupa ancaman. “Gue gak puas sama Lho ntar gue tunggu lho ditaman depan !!!!” &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agak tersentak menerima sebuah ancaman yang datang tiba-tiba namun tak ada lagi kata yang bisa terucap kecuali menjadi "laki-laki" dihadapan laki-laki lain yang memaksa menunjukkan ego kejantanannya. Dengan segala kesemrawutan pikiran hari itu cuma ucapan singkat yang terlontar tanpa lagi berfikir rasional tidak juga berkeinginan menjelaskan masalah. Sambil berlalu saya berkata " habis sholat jum'at gue ketaman" Sebuah kalimat pendek berisi persetejuan pertunjukkan kekerasan yang tak begitu jelas ujung pangkalnya. Dalam keterdesakan akal sehat menjadi langka, emosi adalah sarana paling mudah untuk bergabung dalam sebuah pertunjukkan yang didasari kebodohan individual menjadi ketololan kolektif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki Hall tentu saja mendapat baris paling belakang, Imam membaca surat Alfathehah diteruskan surat lainnya namun jangankan untuk khusu' bahkan sepanjang sholat saya tak mengingat Tuhan, hanya darah dan kengerian yang terbayang, saya tak ingat beberapa hari tak bisa makan dengan sesudah kejadian itu baik bahkan Helmi Mufti bukan hanya tak makan lambungnya selalu memuntahkan apa yang masuk keperutnya selama beberapa hari. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sholat jumat pun selesai, saya belum faham aturan seorang Muslim dalam berdoa, maka nama Daud Lamojari mendominasi dalam mengucap harap pada Tuhan dalam rentetan kalimat yang tak terangkai, semua harapan terlontar dengan spontan. Bahkan juga berharap kematiannya dipercepat bilamana hidup cuma akan menyusahkan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Matahari belum juga menurunkan sengatannya, syaraf syaraf dikepala sudah mulai tidak kompromi. Tidak adanya makanan yang yang masuk sejak pagi membuat lambung mengirim zat asam memberi reaksi pada saluran darah dikepala yang menimbulkan rasa sakit, Sejenak terfikir untuk menjawab teriakan usus besar di Kantin Mami, dan tak sadar tangan merogoh kocek yang kosong walaupun akal masih sadar untuk memberi ingatan bahwa uang sudah tak ada serupiah pun. Ditambah lagi ingatan harus segera memenuhi panggilan ego seorang yang emosional. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melewati toilet diujung lapangan basket saya berbelok kekiri namun diarah kanan pintu laboratorium terbuka lebar, tampak seorang teman dengan segera menghampiri, "gue dengar lho diancam, lawan aja kalau lho kenapa napa gue gak akan diam" dia mengoceh terus menerus menunjukkan solidaritas, tanpa sadar masih ada bekas lipstik dibibirnya. Saya tak menyahut perkataannya cuma menariknya keruang koperasi dan meminjam penyerut pensil yang ada kaca dibelakangnya "coba liat tuh bibir.. lho habis dari taman lawang apa? " "ah monyet... stempel kelurahannya tebel amat" jawabnya sambil ngakak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teman satu ini teman bermain dari masih kelas satu dia tak suka ribut tapi sukanya mengecewakan perempuan dalam tiga tahun di SMA, entah berapa perempuan dia taklukan ajaibnya setiap ada cewek baru selalu memberi laporan. kadang saya bingung sendiri minggu lalu dia masih "jalan" dengan anak IPA 5 dua minggu kemudian sudah berganti dengan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba tiba di bawah tangga berbunyi suara sepatu beradu dengan ubin yang sangat keras seorang siswa yang mungkin kurang kasih sayang atau juga kurang bermain dimasa TK. Bermain perosotan dari atas tangga dia turun tidak melewati anak tangga namun menaruh pinggulnya diatas pegangan tangga yang terdiri dari beton yang dicat minyak warna biru yang memang agak sedikit licin. Dia turun dengan merosot tanpa sadar keseimbangannya hilang diapun terjatuh dengan lumayan keras sambil meringis dia bangun dan berjalan terpincang pincang. Kami tak tega metertawai teman yang baru jatuh tadi cuma senyum senyum penuh arti. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Gue tanya lagi lho mau berantem sama.......? " tanya sang Casanova lagi penasaran &lt;br /&gt;" terserah dia aja gue sendiri gak faham tau tau ngotot ngajakin ribut" &lt;br /&gt;"terus gimana...?" &lt;br /&gt;"ya udah suka suka dialah habis mau gimana lagi?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SMA ini lumayan luas areal lahannyanya memiliki banyak ruang kelas dan setiap ruang kelasnya sangatlah besar jauh lebih besar dibanding sekolah yang dibangun baru. Karena gedung ini peninggalan Belanda maka sirkulasi udaranyapun bagus, langit kelasnya selalu tinggi membuat udara didalamnya tidak terlalu panas, disamping itu terdapat juga jendela yang juga berukuran diatas rata rata bangunan sekolah pada umumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami berjalan melewati ruang ruang kelas IPS. Dan murid murid kelas satu yang masuk siang hari sudah mulai ramai memasuki sekolah, menjelang pintu gerbang terdapat ruang perpustakaan disebelah kirinya dan ruang kepala sekolah disebelah kanan yang berdempet dengan ruang guru BP. Bersebelahan dengan ruang perpustakaan terdapat ruang Guru yang berdampingan dengan Mushollah. Ada beberapa Murid yang sering keluar masuk ruang Guru ini, umumnya bukan untuk berkonsultasi apa lagi bertanya tentang pelajaran lebih utamanya dikarenakan ingin pulang cepat. Bila ada guru yang tidak masuk maka menjadi kebiasaan untuk menaikan jam pelajaran sesudahnya, karena lemahnya kontrol atau koordinasi diantara guru sering pula satu mata pelajaran dimana sang guru absen itu, diganti dengan dua mata pelajaran lain yang dibawahnya, Biasanya mata pelajaran yang dinaikkan jamnya hanya diberikan catatan oleh guru pengganti karena dia masih bertugas dikelas lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Kepala sekolah yang belum lama bertugas berkeinginan untuk menertibkan masalah seperti ini maka Kepala Sekolah membuat peraturan baru dalam rangka membangun disiplin di SMAN 7. Peraturan baru itu berupa: Setiap siswa yang terlambat maka dia tidak diperbolehkan masuk dan pintu gerbang ditutup tepat jam 7 pagi, demikian juga setiap ada guru yang tak masuk maka tak diperbolehkan menaikan mata pelajaran dibawahnya dan hasilnya....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu pagi seolah menggelar Upacara Bendera, seperti biasanya ratusan Murid berdiri dilapangan basket di setiap hari Senin pagi, namun bukan dalam rangka mengikuti Upacara Bendera tetapi menguasai lapangan itu untuk berdemonstrasi memprotes aturan baru. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu dua orang berorasi mengajak murid murid dilapangan tersebut menolak aturan baru sang kepala sekolah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada pembatalan dari peraturan baru tersebut namun hanya diatas kertas selebihnya kultur lama tetap kembali langgeng, Intruksi kepala sekolah itu sepertinya tak pernah ada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami melewati pintu gerbang sekolah nampak Marga diatas Honda GL nya sedang bicara dengan Yati disamping Tembok pembatas gedung milik Dinas P&amp;K (saat ini berubah menjadi Mendiknas). Persis dibelakang tembok gedung P&amp;K ada tempat parkir motor yang diberi nama Pedok. Didepan Pintu Gerbang sekolah bersebelahan dengan Pedok terdapat halaman yang biasa dipakai Parkir Mobil kepunyaan Kepala Sekolah yang terkadang sering mengalami kempes ban tapi bukan karena kena paku dijalan...? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada juga halaman yang cukup luas disamping jalan menuju SMA 7 yang dimiliki salah satu kantor TNI AD, Namun arena perkelahian bukanlah ditempat tersebut yang banyak Tentara bertugas jaga, arena berkelahian biasanya di taman seberang miliknya stasiun Gambir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat saya keluar dari Pintu Gerbang Marga langsung teriak "Oooiiii.. dari tadi gue cari cari ngilang kemana sih Lho...?" "gak kemana mana habis Jum'at gue ketemu &lt;br /&gt;si Gila satu ini, orang sholat jumat dia malah pacaran" sang casanova cuma terbahak mendengar dirinya dicelotehi. &lt;br /&gt;"Lho Balik duluan deh Ga’ gue masih ada urusan.." saya meminta Marga lebih dulu balik, biasanya dia mengantar pulang kalau saya lagi tak bawa Motor. &lt;br /&gt;" Gila Lho ya, gue tahu lho lagi ditungguin gak bakalnya gue tinggalin Lho" jawab Marga yang gak senang hati merasa tidak diindahkan solidaritasnya. &lt;br /&gt;"gak ada apa apa kok" Saya khawatir semakin banyak yang tahu persoalan ini bukan malah baik namun semakin ricuh. &lt;br /&gt;"gue udah ketemu tuh anak, sama Yati tadi udah gue jelasin bahwa dia cuma salah faham, udah lho balik aja sama gue udah kelar gak ada apa apa" Ajak Marga sambil memastikan omongan itu pada Yati. "Iya kan Yat....?" dan Yati menggangguk sambil meminta saya buru buru pulang dia gak mau ada keributan yang seolah olah disebabkan dirinya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian sang "Penantang" itu menghampiri kami yang sedang bicara disamping tembok pembatas. Saya agak terkesima dan siap siap menerima pukulan yang mungkin dilakukan, Namun cuma kata kata yang terucap dari mulutnya. "kali ini Lho gue maafkan tapi besok besok lho tau sendiri akibatnya" ucapnya dan Marga dengan reflek melerai menarik menjauhkan tubuhnya dari saya, Yati menginjak sepatu saya yang berarti pesan agar agar tidak menjawab ucapan teman yang emosi itu. &lt;br /&gt;Saya tak faham siapa yang harus meminta maaf dan yang layak memaafkan namun agar tak berkepanjangan saya mengikuti perintah Yati melalui injakan sepatu itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi khabar tertabraknya Daud sudah menjadi isue besar disetiap ruang kelas dari mulai Ipa sampai Bahasa dari mulai guru sampai petugas kantin entah bagaimana ceritanya sekolahpun dibubarkan jam 9 pagi karena terdengar bahwa daud memerlukan darah... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap hari rumah sakit Cipto Mangun Kusumo mendapat tamu ratusan anak sekolah berseragam biri biru. Bila ada berita Daud memerlukan darah 1000 cc maka lebih dari 2000 cc yang didapat oleh PMI, setiap permintaan darah maka berlomba lomba para murid memberikan darahnya hingga PMI pun menutup sendiri karena darah yang dibutuhkan sudah lebih dari cukup. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam pelajaran sekolah sering pula dipulangkan lebih cepat dari biasanya. Entah bagaimana mulanya sering kali muncul isue tentang kondisi Daud, dengan cepat isue itu melebar menembus dinding antar kelas. Merayap dari pembicaraan spontan dikantin menyambung keruang praktikum lalu bergulir keatas sampai pada kelas bahasa diujung paling kanan dan mereka adalah bagian utama dalam hal "solidaritas" perkawanan. "Daud perlu darah kita mau ke RS" Merupakan kata kunci untuk bebas dari mengikuti pelajaran.... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dihatiku ada dirimu entah kapan kutak tahu &lt;br /&gt;asmaraku asmaramu telah menyatu dihatiku &lt;br /&gt;sampai kapan sampai kapan kutak tau.. &lt;br /&gt;duhai kasih pujaan hatiku ..dengar jua dijantungku. . &lt;br /&gt;suara cinta yang bersemi langkah cinta yang menyatu... &lt;br /&gt;terimalah dengan tulus dihatimu....&lt;br /&gt;asmaraku..asmaramu. . bagai telaga yang biru &lt;br /&gt;ingin memancarkan sinar dihidupmu... &lt;br /&gt;asmaraku asmaramu bagai ceria yang hilang &lt;br /&gt;ku ingin engkau peluk cintaku.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara Andi Meriem Mattalata yang sedang Hits saat itu seolah gak bosan bosannya diulang dalam perjalanan dari pasar minggu menuju jalan Cimahi Menteng, Mobil Hardtop berwarna hijau daun ini bergerak perlahan melewati jalan Rasuna Said Kuningan. menurun melewati Taman Lawang lalu masuk ke Latuharhari, Saya gak berani mengutak ngatik kaset yang sedang diputar dengan lagu yang selalu di ulang-ulang itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marga masih terus saja menyetir sambil bernyanyi mengikuti suara Andi Meriem... teman satu ini lagi kenapa lagi..? Dari mulai jalan Potlot Pasar Minggu rumahnya dia, sampai menuju rumahnya Wawan dia gak banyak bicara kecuali bernyanyi dengan suara yang Uahhhhhh....???? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami janji bertemu di jalan Cimahi rumahnya Wawan dimana Bejo, Congor,dan Benyamin sudah menunggu. Ada rutinitas yang berlangsung disetiap hari minggu. Memasuki Jalan Cianjur tampak diujung sana beberapa motor sudah terparkir dan Benyamin anak Betawi Kribo ini tersenyum lebar dia baru saja dapat durian runtuh....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak sampai beberapa menit kami dirumah Wawan, Lalu Benyamin, Congor, Bejo dan Wawan sudah menaiki mobil, kami mengarah ke Kebayoran Baru. Benyamin yang baru saja mendapat pacar menjadi bulan bulanan ledekan sepanjang jalan entah karena hasud atau karena memang cara mendapatkannya yang agak aneh bin ajaib....? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada tujuan lain hari ini kecuali mencoba jalan menanjak yang cukup tajam di dekat Jalan Prapanca lalu berhenti ditengahnya tanpa menarik rem tangan hanya memainkan gas dan kopling. Senin besok beberapa teman ingin mengambil SIM A oleh karena itu hari minggu ini menjadi ajang latihan sebelum ujian yang sebenarnya di POLDA. Selesai mencoba Mobil secara bergantian dijalan menanjak itu maka kami meneruskan ke arah Salemba membesuk Daud di RSCM. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak banyak yang membesuknya hari itu mungkin karena hari libur dan kami dan tak diperbolehkan masuk ruang perawatan, Kondisinya tetap saja kritis dan Daud masih belum keluar dari ruang ICU. Ketika kami tanyakan bagaimana kondisi Daud, Seorang suster jaga tidak menjawab namun dengan agak kasar malah meminta kami untuk menjaga kewibawaan RS ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian petugas RS dari mulai dokter dan suster mulai menaruh kekesalan pada anak sekolah berseragam biru biru dilingkungan itu. Penyebabnya tak lain adalah wilayah RS dijadikan arena ngobat dan bercanda tak keruan selama Daud di rawat. Wawan yang tak faham masalah yang terjadi di RS beberapa hari hari kemarin, balas membentak suster jaga yang agak kasar tadi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari hari kehari kondisi Daud tak ada perubahan berarti, bila tadinya RS ramai dikunjungi beberapa hari belakangan mulai sepi dari anak anak berseragam, terkecuali hanya teman teman dekatnya yang rajin membesuk. Sekolahpun berlangsung normal tanpa ada lagi libur dadakan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suasana yang normal itu tiba tiba dikejutkan oleh datangnya team laboratorium dari RS, mereka mengadakan donor darah dengan bertempat di ruang kepala sekolah, beritanya cuma satu; Daud mengalami kondisi yang semakin kritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya turun kebawah terlihat Bembout baru saja keluar dari ruang donor darah yang dibuat dadakan dengan tangan yang masih dibalut Tensoplas. Beberapa teman masih dalam antrian, Bembout dengan gayanya mengajarkan "kalau lho diambil 150 cc suruh dia ambil 300 cc gak kenapa napa gak ada sakitnya" kata Bembout meyakinkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sambil menunggu antrian donor kami di minta menimbang berat badan tiba giliran saya, petugas memeriksa hasil timbangan lalu berkata " kamu bukan cuma gak boleh donor tapi mungkin pula harus mendapat tambahan darah" Nah lho... Berat bada saya ternyata tidak memenuhi sarat untuk mendonorkan darah. Sialnya Bembout ada disitu dan Cipto mendengar berita itu dari Bembout punya senjata baru untuk meledek. Kurang Gizi kurang Vitamin dsb, ketika makan bersama, Achmat Sujana dengan sengaja menumpahkan nasi kepiring saya sebanyak banyaknya alasannya biar cepat gemuk , apa yg dikatakan dengan niat yang sesungguhnya memang sering terbalik..balik ? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat pagi tepat dua minggu setelah Daud mengalami kecelakaan kereta. Kelas belum lagi dimulai hari masih menunjukkan Jam 7 kurang, saya memarkirkan motor di Pedok dan tak lama kemudian Bambang Makarius dengan Motor Trailnya juga tiba. Bersama Bambang saya berjalan menyusuri selasar didepan ruang ruang kelas IPS, lalu berbelok kekiri menaiki tangga. Tepat diatas anak tangga paling atas terlihat Yati sedang menangis sesunggukan bersandar di pagar tembok pengaman. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruang kelas sudah mulai penuh namun tak ada satupun Guru yang memasuki ruang kelas, sebagian bergerombol bersama tak ada canda tak ada celotehan Helmi yang biasanya ramai. Sebahagian perempuan menyembunyikan muka diatas meja dengan tangan berlipat dibawahnya cuma sesekali menghapus air mata yang turun deras. Hari itu menjadi hari yang paling sepi di 3 Ips 3, Ida, Eka, Beti Lestari dan lainnya berusaha menenangkan satu orang siswi yang mulai tak bisa menahan tangisnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama pengumuman dari kepala sekolahpun datang, hari ini sekolah diliburkan, Daud yang ramah itu pergi setelah beberapa kali mengalami kritis. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada wajah ganteng didalam peti itu dengan jas dan dasi menutupi tubuhnya, tepat diujung kaki disisi sebelah kanan terletak sepatu kets kesayangannya sepatu yang dipakai menyusuri hari hari disekolah, terdengar nyanyian puji pujian pada Tuhan dari keluarga yang ditinggalkan. Tak lama Petipun ditutup diiringi dengan isakan dari puluhan pelayat dan keluarga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Iring iringan motor dan mobil seolah tak putus dari mulai Cempaka Putih Timur menuju Pemakaman Menteng Pulo. Deni sapi mulai tak bisa menahan emosi ketika mobil polisi didepannya tak juga mau minggir ketika iring iringan mobil jenazah berjalan melewati jalan MT Haryono, dia menyusul lalu memalingkan mobil Honda Life nya tepat didepan mobil polisi yang dipaksa berhenti, agar memudahkan rombongan kendaraan yang sedang menuju pemakaman berjalan lancar. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ratusan siswa mengelilingi kuburan dengan keluarga Daud berada disisi liang lahat. Terlihat Rita menundukkan wajahnya dikelilingi teman teman perempuan, ada garis sembab yang membentuk dibawah matanya, Rita bersama Daud ketika kejadian itu terjadi, entah sudah berapa malam dia tak dapat tidur dengan bayangan kelam yang selalu datang setiap saat, dan kini Ia menyaksikan lelaki baik yang sering mengantarnya pulang memasuki liang lahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore yang mendung puluhan karangan bunga duka menutupi kuburan, ada cinta seorang perempuan yang ikut didalamnya.. .... &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan teman .. selamat datang kesedihan…&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1782006796395557038?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1782006796395557038/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/01/daud-yang-ramah-itu-pergi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1782006796395557038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1782006796395557038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2010/01/daud-yang-ramah-itu-pergi.html' title='Daud Yang Ramah Itu Pergi'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2388164541346601423</id><published>2009-12-06T21:07:00.001-08:00</published><updated>2009-12-06T21:07:57.755-08:00</updated><title type='text'>Dan Mia Pun Menikah.</title><content type='html'>Matahari pagi menghampirimu,  henna memenuhi tanganmu dan senyum  diwajah semua orang yang memandangmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang hari bahagia. Mamah, halati, amati, Jiddah, saudara sepupu dan semua kerabat wira wiri dalam kesibukan yang super super sibuk diantara rangkaian bunga bunga, kueh kueh yang berjajar, puluhan piring dan gelas yang harus ditata dengan baik dan apik, ada canda ria dan riuh rendah suara tawa diantara para wanita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari menjelang pernikahan sebuah tradisi bernama "malam pacar" dipersiapakan dan digelar yang tak ubahnya seperti malam melepas seorang gadis. Ada senyum bahagia ada canda teman sebaya.&lt;br /&gt;Mia si cantik yang teriakannya jarang diindahkan oleh empat "adik" laki laki sepupunyanya. Tapi juga yang pertama diingat bila mereka bepergian untuk sebuah oleh oleh. Yang permintaannya tidak pernah ditolak bila sesekali Mia meminta ditemani menonton film ataupun belanja ke pasar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mia yang lembut hatinya terlalu baik untuk menyatakan kemarahan. Tegurannya hanya membuat anak anak laki bandel cuma tersenyum. Mia si pemilik tangan yang menjadi rebutan anak anak kecil untuk dipeluknya. Yang dengan cepat berdiri bila melihat neneknya yang dipanggilnya Umi bangun dari tidurnya atau dari tempat duduknya, mengantarnya kekamar mandi maupun mengambil makanan atau meminumkannya obat.&lt;br /&gt;Lebih memilih melaksanakan  kewajiban tapi tak  banyak memilki tuntutan.&lt;br /&gt;Mia lebih memilih pulang kerumah untuk melihat Uminya ketimbang berpergian dengan teman selepas kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu 14 november, tenda telah terpasang bangku bangku telah dijajarkan bunga bunga tersusun indah diberbagai sudut ruangan seperangkat alat musik dipanggung telah disiapkan.&lt;br /&gt;Tamupun  berdatangan memunuhi semua sudut ruangan di malam tradisi bernama malam pacar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika riasan pengantin telah selesai calon mempelai menuruni tangga untuk menemui para undangan, Luthfi sang adik sepupunya menuntunnya turun mengantarnya ke bangku yang sudah disiapkan. Ada getar hebat didada ibu mereka berdua maupun para kerabat dekat. Mereka faham hari hari yang mereka jalani selama bertahun tahun semenjak kanak kanak sampai mereka dewasa, Mia yang masih dikelas satu SMP menangis ketika adiknya itu terluka. Mia menghiburnya mengajaknya bicara merayunya untuk sesuap makanan ketika berhari hari Upi kecil sakit dan tak mau makan secuilpun. Menemaninya ketika empat adik sepupunya itu takut untuk dikhitan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pepatah mengatakan "memiliki anak perempuan ibarat memegang bara api." Para orang tua merawat anaknya dengan baik membesarkannya menyekolahkannya mengajarkan akhlak dan agama dan ketika anak itu dewasa, Orang tua berharap anak perempuannya mendapat suami yang baik yang bertanggung jawa dan menyayangiya seperti mereka merawatnya. Bukan suami yang suka menghinakan apa lagi yang ringan tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rasa sukur melepaskan seorang anak perempuan dari "pintu depan" diminta dan di lamar dengan cara yang baik oleh juga orang yang ber akhlak baik. Akan tetapi suasana batin tak bisa dibohongi melepas anak perempuan tak ubahnya seperti melepas belahan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak canda dikalangan kaum lelaki untuk berkata : "jangan takut dengan harim" (Isteri) dengan pemahaman yang "ekstreem." Dibalik kata kata itu ada kesan kesombongan ada kesan dominasi ada kesan power full tapi ada yang terlupa, dibalik kata yang mengandung pelecehan itu sadar atau tidak juga melecehkan bagian dari ibunya sendri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam Pacar atau malam melepas Mia, satu persatu para orang tua bergantian menaruh daun pandan di telapak tangannya, para tante dan kerabatnya bergantian memberikan hadiah dan ditengah suasana itu, keempat adik laki laki sepepupunya.... Maju kedepan melewati para ibu yang duduk berkerumun .. salah satunya memegang sebuah kotak lalu kotak itu dibuka berisi sebuah jam tangan cantik... Tak ada yang tahu kapan membelinya dan dimana mereka membelinya, karena hadiah itu merupakan hasil patungan dari uang jajan yang mereka kumpulkan dihari hari kemarin untuk seorang kaka yang sangat mereka sayangi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2388164541346601423?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2388164541346601423/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/12/dan-mia-pun-menikah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2388164541346601423'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2388164541346601423'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/12/dan-mia-pun-menikah.html' title='Dan Mia Pun Menikah.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1490707554857601373</id><published>2009-10-22T08:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T08:14:16.366-07:00</updated><title type='text'>Ulang Tahun (sebuah Memoar)</title><content type='html'>Rabu pagi 18 Oktober … Suara sirene dari sebuah TOA berbunyi keras, yang merupakan tanda bagi semua pendukung demonstrasi untuk segera menggembok seluruh tangga untuk naik kekelas dilantai atas, Seluruh perkuliahan yang sedang berlangsung dibubarkan, Mahasiswa pun terkurung mereka yang berada diatas tak bisa turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari yang sudah lama dipersiapkan setelah berkali kali gagal dilaksanakan. Hari solidaritas untuk Bursah Zarnubi ketua senat Fakultas Ekonomi (ketua Partai Bintang Reformasi saat ini.) yang dipecat dari kampus akibat menggerakkan demo terus menerus menuntut penurunan uang kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dijaman gelap ketika kekuasaan tirani Soeharto menggurita yang di dukung penuh oleh sang Jendral Beni Moerdani sebagai Pangab, maka sekecil apapun sebuah pergolakan mahasiswa akan menjadi masalah dan tokohnya harus ditangkap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi demo itu bukan demo politik bukan pula demo menentang azas tunggal Pancasila yang ingin di terapka dimasa itu. Dimana azas islam dalam setiap organisasi harus berganti dengan ber azas pancasila. Namun walaupun demikian puluhan Tentara berdiri sejajar diluar kampus dan siap menyerbu.&lt;br /&gt;Kampus yang pengab tak ada kebebasan bahkan laksuspun mengikuti perkuliahan sambilan selain mengambil gelar sekaligus juga memata matai pergerakan Mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Erlangga, Egie Sujana, Ms Kaban (Mantan Menhut), Toni Ardi, mengajarkan NDP, dan doktrin doktrin perlawanan. Kekuasaan Tiran, Zholim yang mencengkram kebebasan Umat harus di lawan. Dengan seperangkat ayat ayat Qur,an berisi tentang Jihad dan Azab Allah pada penguasa, bahkan memakai Jilbab pun bagi siswi SMA terlarang di masa itu sanksinya adalah pemecatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka demo itu tak lagi beskala internal kampus dalam pemikiran para Tentara tapi sebuah gerakkan perlawanan dari aktifis mahasiswa Islam (HMI) untuk melawan Soeharto (Penguasa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sirene meraung raung suara teriakan dari Orasi mahasiswa timbul tenggelam dengan suara Helikopter yang terbang rendah diatas kampus.&lt;br /&gt;Ketakutan keberanian kemuakan atas semuanya bercampur aduk bersama kegaduhan yang terjadi selama ber jam jam lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sore hari ketika demo berakhir setelah diserbu sepasukan Tentara, bersama Nasrullah Hamka saya kembali kerumah tak lama kemudian Abdul Malik menelpun menyatakan kampus berkobar kembali bahkan terjadi bakar-bakaran Ban didepan jalan yang dilakukan oleh Mahasiswa Sore. Dan Malik mengingatkan agar jangan berada dirumah malam ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami segera berangkat kerumah Sakit Islam dimana seorang teman dirawat akibat di aniya oleh oknum Satpam kampus ketika demo pagi hari tadi. Ada puluhan mahasiswa masih berkumpul disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada ketegangan dalam hati saya diakibatkan ketololan seorang pengurus senat yang membagikan kertas kecil berisi pesan singkat, “Malam ini kumpul di rumah Geis Chalifah jam 7 malam, rapat evaluasi aksi” lengkap dgn nomor telp rumah dan alamat. undangan itu tanpa koordinasi lebih dahulu sebelumnya. Sebisa mungkin saya menginformasikan pada semua teman bahwa acara itu batal. Info itu saya yakini akan jatuh ketangan para intel menyerupai mahasiswa yang sering kita tidak tahu sebagai teman atau penyelusup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama beberapa teman kami menginap dirumah seorang kerabat Abdul Malik di daerah pondok Bambu. Tengah malam sekitar jam 2 pagi, ketika semua sudah tertidur lelap tiba tiba saya terbangun dengan detak jantung yang berdetak keras. Tidak ada yang terjadi namun kegelisahan semakin menjadi jadi, Sebisa mungkin saya mengusahakan untuk tidur kembali dengan detak jantung yang perlahan lahan mulai normal kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis 19 Oktober sehabis subuh, Malik Memberi tahu ada telpun dari Ivan Prasetia Senior saya di Fisip yang rumahnya berdekatan dengan rumah saya. Segera saya menuju ketempat telp lalu terdengar suara diseberang sana. “Assalamualaikum geis… yang pertama aku ingin mengucapkan selamat ulang tahun dan yang kedua aku ingin mengabarkan, rumah antum semalam di grebek tentara.” Saya gak sempat bicara cuma keringat dingin tiba tiba mengucur dan perut terasa mau muntah… Terbayang wajah Umi (ibu) seperti apa dia ketakutannya.. lalu berganti ganti dengan wajah wajah keluarga lainnya. Terbayang pongahnya para aparat itu yang menenteng senjata sambil membentak bentak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah ucapan selamat dari Ivan yang kemudian saya tidak bisa pulang kerumah selama bermingu minggu.. Dan hari ini Senin 19 Oktober 2009, ketika ratusan ucapan selamat Ulang Tahun terkirim di FB saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu kalimat yang selalu terucap didalam hati di setiap hari kelahiran ” Umi .. maafkan "kenakalan" anakmu.”&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1490707554857601373?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1490707554857601373/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/10/ulang-tahun-sebuah-memoar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1490707554857601373'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1490707554857601373'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/10/ulang-tahun-sebuah-memoar.html' title='Ulang Tahun (sebuah Memoar)'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5576812859702757070</id><published>2009-10-15T08:40:00.000-07:00</published><updated>2009-11-26T01:28:51.385-08:00</updated><title type='text'>Mengenang Huda Machfudz</title><content type='html'>"aduuuh p geys trimakasih banyak:bpk memang sdr saya terbaik, yang penting doakan sy sehat walafiat, semoga bpk jd sdr sy dunia akhirat, amiiiin.thanks alot." sebuah pesan di hp saya tertanggal 26,09.2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itulah komunikasi terakhir dari seorang ibu bernama Huda Machfudz.&lt;br /&gt;Sms itu adalah jawaban dari sms sy sebelumnya, " bu Huda sy sedang bersama keluarga di KL bila ada yg bu Huda perlukan dari sini, obat, vitamin atau apa saja tolong beri khabar"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mengenalnya beberapa tahun lalu melalui seorang teman ketika dia ingin mengetahui mengenai sebuah yayasan yang saya kelola di pasar minggu, dan setelah itu ibu ini terkadang mengirimkan dana bila yayasan sedang mengadakan kegiatan sosial berupa sunatan massal atau kegiatan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunikasi sering kali terjadi melalui sebuah room di yahoo messenger dimana teman teman dari kota asalnya aktif berkomunikasi di situ. Aksen suaranya khas, selalunya akrab dengan orang yang baru dikenalnya. Dan bila dia bicara dalam bahasa Arab maka suara presenter TV Mesir seolah sedang bicara didepan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memiliki empat anak yang sukses dalam kuliah maupun karirnya, memiliki banyak teman dan tak ada satupun sahabatnya yang tidak merasa akrab dengan dirinya. Tidak mudah marah walaupun seloroh di room YM kadang melewati batas, ucapan yang keluar hanyalah :"sing genah lho."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa temannya kadang mengalami kesulitan dan tangannya selalu terlepas memberi bantuan tanpa teman lainnya mengetahui.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa kali di rawat di RS berjuang melawan penyakit kanker yang dideritanya, Surabaya, Rabu kemarin 14 Oktober 2009, adalah akhir dari penderitaannya. Malam sehabis sholat Isya dengan didampingi sanak family dan teman teman dekatnya. Nurhuda Nasar Machfudz pergi menemui khaliknya dengan diiringi sejuta kesan yang mendalam dari segenap sahabatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adalah Anisah Bahanan teman yang selalu diminta datang mendampinya ke RS ketika hari hari menjelang ajal. Anisa mengabari lewat hp dengan suara terisak "Geis, Huda sedang "Naza ' " (hembusan nafas nafas terakhir)......." Anisa meminta untuk mendoakan Huda, secepatnya saya pun menelpun sahabatnya yang lain, dan sahabatnya itu walaupun dengan perlahan lahan saya mengatakan alat bantu bu Huda sudah dilepas semua dan sekarang sedang dalam masa masa di akhir khayatnya. Namun kehilangan sahabat baik adalah suatu pukulan berat dan bu Mita sahabat dekatnya yang lain. Seolah mengeluarkan segenap emosi tangisnya yang sudah beberapa hari dipendamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia adalah perjalanan sementara menuju keabadian, dalam perjalanan itu kita menemui banyak orang dan sering kali orang orang baik pergi lebih dulu meninggalkan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah mengampuni semua dosanya menerima seluruh amal ibadhanya dan mengabulkan segala doa doanya. Allahummaghfirlaha warhamha wa'afiha wa'fuanha,amiien&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai jiwa yang tenang kembalilah kepada Rob mu dalam keadaan ridho dan di ridhoi. (Q, S. Al Fajr)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5576812859702757070?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5576812859702757070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/10/mengenang-huda-machfudz.html#comment-form' title='16 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5576812859702757070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5576812859702757070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/10/mengenang-huda-machfudz.html' title='Mengenang Huda Machfudz'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>16</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-6469732200695363803</id><published>2009-06-29T00:54:00.000-07:00</published><updated>2009-06-29T01:07:28.661-07:00</updated><title type='text'>Abah Seolah Penguasa</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/Skh0piVbxqI/AAAAAAAAAPE/XI9MDwFuIVs/s1600-h/abah+seolah+penguasa.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 218px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/Skh0piVbxqI/AAAAAAAAAPE/XI9MDwFuIVs/s320/abah+seolah+penguasa.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5352656414069999266" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Buku ini bercerita tentang berbagai perubahan dalam tradisi masyarakat keturunan Arab (jamaah) di Indonesia. Ada banyak hal positif maupun negatif diangkat oleh penulisnya, yang sengaja menghindari eufemisme bahasa.Ia lebih memilih kelugasan dalam bertutur, yang merupakan ciri khas masyarakt Timur Tengah. Dan ciri itu pulalah yang menonjol dalam esai-esai yang memikat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam satu esainya sang penulis berkata, "Masyarakat keturunan Arab saat ini semakin pintar dan semakin memahami agama, namun ironisnya semakin individualis." Sebuah sorotan tajam yang mengedepankan kejujuran dalam otokritik terhadap masyarakatnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buku ini berbicara tentang problem kultural, menyangkut akhlak dan moral komunitas Arab. Penulis berusaha menyajikannya dengan obyektif, dan tidak semata menyorot perilaku masyarakat awam. Tapi juga melihat berbagai persoalan yang ditimbulkan oleh kalangan agamawan. Sebuah usaha yang patut dibaca dan ditiru oleh semua pihak, sebagai bahan untuk memperkaya pemahaman kita pada beragam budaya yang tumbuh dan berkembang di bumi Indonesia.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-6469732200695363803?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/6469732200695363803/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/06/abah-seolah-penguasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6469732200695363803'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6469732200695363803'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/06/abah-seolah-penguasa.html' title='Abah Seolah Penguasa'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/Skh0piVbxqI/AAAAAAAAAPE/XI9MDwFuIVs/s72-c/abah+seolah+penguasa.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-3127765882344867552</id><published>2009-04-14T00:49:00.000-07:00</published><updated>2009-04-14T00:50:30.620-07:00</updated><title type='text'>Little House on the Prairie</title><content type='html'>Ada banyak drama seri keluarga saat ini, sekian banyak stasiun Tv memproduksi sinetron. Ada yang lumayan bagus namun jauh lebih banyak pula yang kering dalam nuansa hanya pameran wajah cantik dan kemewahan. Sekian banyak drama keluarga bersaing merebut pasar. Dimasa kini, Cinta Fitri leading dengan rating tertinggi. Saya tidak tahu dalam beberapa tahun kedepan masihkah para penggemarnya mengingat sinetron itu. Atau sudah lapuk digantikan dengan sinetron berpola sama dgn cerita yang berbeda. Saya juga tidak tahu bagaimana isi cerita sinetron itu mengapa banyak digemari dsb. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Akan tetapi sekian banyak orang bahkan jutaan jumlahnya ketika siaran tv cuma satu bernama TVRI. Akan selalu ingat sebuah film seri berjudul Little House on The Praire. Sebuah film seri dengan setting sederhana namun memukau jutaan penonton di seluruh dunia. Bahkan nama keluarga dalam film tersebut pun masih banyak yang mengingatnya. Ya keluarga Inggals namanya. Dan yang tentunya yang banyak diingat orang adalah Laura Ingalls (Melissa Gilbert). &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam sebuah Episode Laura Ingalls dan seluruh teman sekelasnya di beri tugas untuk mengarang pengalamannya selama libur sekolah oleh gurunya.&lt;br /&gt;Sampai pada waktunya maka satu persatu temannya maju kedepan untuk membacakan hasil karangannya tak terkecuali juga Laura.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Laura bercerita tentang ibunya dia memulai dengan kata "aku memiliki seorang ibu yang sabar..." maka mengalirlah kalimat demi kalimat dari bibir Laura yang seolah sedang membaca tulisannya. Dia bercerita  ibunya yang menjahit bajunya untuk tampil pada hari itu, bagaimana perhatian ibunya pada anak anaknya, pada ayahnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;Ayah (Charles Ingalls) diperankan oleh Michel London, dan ibunya (Carrie Inggalls) di perankan oleh Lindsay Grennbush  juga Orang tua Murid lainnya  ikut melihat ketika murid murid itu membaca karangannya  terkesima ketika Laura tampil kedepan dengan begitu memukau.  &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun ketika karangan itu  dikumpulkan sang guru terkejut, karna dalam buku karangan Laura buku itu kosong tak ada satu katapun tertulis disana. Laura belum bisa membaca apa lagi menulis, Laura mengarang melalui hatinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Little House on The Praire bermula dari sebuah buku memoar yang ditulis oleh Laura Ingalls tentang keluarganya. Laura menulis pengalaman masa kecilnya ketika sudah berumur diatas 60 tahun,  dalam sebuah akhir catatan di kompas tentang film ini "dunia akan bebeda bila saja banyak kaum ibu menulis seperti Laura Ingalls"&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-3127765882344867552?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/3127765882344867552/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/04/little-house-on-prairie.html#comment-form' title='5 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3127765882344867552'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3127765882344867552'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/04/little-house-on-prairie.html' title='Little House on the Prairie'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>5</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-3171498792699874810</id><published>2009-02-26T09:32:00.000-08:00</published><updated>2009-02-26T09:37:48.372-08:00</updated><title type='text'>MASOOM</title><content type='html'>senja hitam ditengah ladang...diujung pematang kau berdiri..&lt;br /&gt;putih diantara ribuan kembang..langit diatas rambutmu merah tembaga..&lt;br /&gt;engkau memandangku. .&lt;br /&gt;bergetar bibirmu memanggilku basah dipipimu air mata..&lt;br /&gt;kerinduan..kedamaian oooo.. &lt;br /&gt;batu hitam.. diatas tanah merah...&lt;br /&gt;disini akan kutumpahkan rindu kugemgam lalu kutaburkan kembang.. &lt;br /&gt;berlutut dan berdoa..surgalah ditanganmu Tuhanlah disisimu... &lt;br /&gt;kematian hanyalah tidur panjang.. ..: maka mimpi indahlah engkau...&lt;br /&gt;camelia..camelia. ..ooo...&lt;br /&gt;pagi engkau berangkat hati mulai berpacu..&lt;br /&gt;malam kupetik gitar..dan terdengar senandung ombak dilautan.. &lt;br /&gt;menambah rindu dan gelisah...&lt;br /&gt;adakah angin gunung adakah angin padang mendengar keluhanku.. &lt;br /&gt;mendengar jeritanku..dan membebaskan nasibku dari belenggu sepi...la..la. .la.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Saya mengulang ulang kembali satu lagu lama... dijalan tol yang sudah mulai sepi menjelang tengah malam.. Ada getaran hebat ketika bait demi bait yang mengkristal merajut antara kerinduan dan harapan dari manusia yang ditinggalkan. Aroma cinta sangat kental didalamnya namun juga kepasrahan dan harapan pada Tuhan mendorong sebuah keyakinan akan surga ditanganmu dan Tuhan disisimu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika jasad manusia terkubur dalam  diantara tanah merah ada kepedihan dari yang ditinggalkan ada banyak kenangan yang tetap hidup. Maka kematian hanyalah tidur panjang yang tersambung kembali jalinan hubungan melalui doa. Tuhan memtuskan hubungan fisik tapi juga memberi ruang hubungan antar manusia melalui jalurnya.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Entah bagaimana Saya teringat sebuah film lama bejudul Masoom..yang tak berkaitan dengan syair di lagu tersebut. Masoom seorang anak laki2 yang kelahirannya tidak diharapkan hadir ditengah keluarga bahagia.. Seorang ibu yang cantik dengan dua anak, laki-laki dan perempuan, dan seorang ayah muda. Masoom memasuki keluarga itu dikarenakan keterpaksaan sang ayah kandungnya yang menghamili ibunya ketika reuni sekolah dan sang ibu menemui ajalnya ketika Masoom masih sangat kecil.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Film dimulai ketika anak itu berada didalam mobil dan sang sutradara dengan pandainya mengekploitasi wajah anak itu menjadi sangat dramatis, ketika anak itu berpaling kekanan maka sorot camera meng close up wajahnya dan hampir seluruh penonton tak sadar bergumam huuuuu.... karena muka yang begitu sempurnanya garis dahi sorotan mata seolah hasil lukisan yang sangat indah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Namun sempurnanya wajah tak berbanding lurus dengan nasib. Perempuan tetaplah perempuan sekeras apapun dia mencoba tapi hatinya tak bisa menerima hubungan suaminya dengan ibu anak itu. Keberadaan anak itu didalam rumahnya menggelisahkan hatinya merusakkan kebahagiaan dirinya bersama keluaraganya selama ini.. walaupun dua anaknya sangatlah akrab walaupun dua anaknya mencintai Masoom sebagai saudara. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika kekerasan hati lebih mengemuka dari kasih sayang, Masoom harus lepas dari keluarga ayahnya, rumah itu bukan tempat yang layak untuknya tempatnya adalah di asrama. Itulah kompromi terakhir dari ibu tiri bersama ayahnya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Perjalanan Masoom ditengah keluarga finis sudah, sebuah  kereta sudah menunggu distasiun untuk membawanya ke asrama.  Ayah bersama ibu tiri dan dua saudaranya mengantar. Ketika sang ibu kembali ke Mobil anak perempuannya membuka buku gambar yang dibuat Masoom. Tampak  dalam gambar itu tiga anak kecil sedang bermain namun satu anak laki laki dalam gambar itu diberi tanda silang. Masoom menyilang dirinya sendiri dalam gambar itu, keberadaannya adalah bencana keberadaan dirinya tak mendapat tempat dari hati seorang perempuan.  &lt;br /&gt;Spontan jiwa ke perempuanan seorang ibu bergolak, kasih sayang yang tertutup oleh murka kembali menyeruak membuang jauh kebencian yang berefek pada anak itu...Buku gambar itu telah menyelematkan Masoom dari kehidupan asrama. Sang ibu berlari kestasiun mengambil kembali Masoom dari dalam kereta. dia bukan hanya mengambil Masoom tapi juga menarik kembali kasih sayang tuhan dalam dirinya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika sang ayah melihat kereta sudah berjalan dia berjalan kembali kemobil dan dilihatnya masoom sudah berada disana bersama isteri dan dua anaknya...&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Manusia memisahkan hubungan dengan caranya dengan kekerasan hati dan kemarahan namun tuhan mengembalikannya kembali dengan sifat kasih sayang yang diturunkannya. &lt;br /&gt;Ketika Tuhan memutuskan hubungan melalui ajal yang telah datang Dia memberi harapan dengan doa memberi ruang lain untuk tetap berhubungan melalui kuasaNya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-3171498792699874810?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/3171498792699874810/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/02/senja-hitam-ditengah-ladang.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3171498792699874810'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3171498792699874810'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/02/senja-hitam-ditengah-ladang.html' title='MASOOM'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1626942389063906287</id><published>2009-01-09T18:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-09T18:10:08.022-08:00</updated><title type='text'>Ibu itu bernama Syahrazat Sauqat Al Bachri (Umi Ayat)</title><content type='html'>Saya terhempas dalam rasa malu, terpuruk dalam keniscayaan eksistensi yang tak berarti. Seolah dikembalikan dalam titik nol masuk sedalam dalamnya keruang hampa.&lt;br /&gt;Seringkali berada pada ruang publisitas yang sebenarnya tak banyak memberi arti hanya kepuasan artifisial. Hanya sedikit yang saya lakukan namun terkadang mendapat gema besar betapa memalukannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Melihat perjuangan seorang Ibu, melihat keikhlasan dengan nyata, seperti diberikan cermin yang menampakan seluruh ruang kekotoran hati dan pikiran kita, memberi tamparan pada kebodohan akan kecongkakan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Awal saya mengenalnya ketika konflik Ambon sedang bergejolak, ibu ini menghampiri sambil bertanya dengan halus, “anda geis chalifah..?”  “iya benar bu.” Jawab saya agak terperajat sambil menaruh dokument dokument Al Irsyad yang sedang saya pelajari di sekertariat PP Al Irsyad. Baru beberapa minggu  lalu saya resmi menjadi salah satu pengurusnya. &lt;br /&gt;“saya mendengar anda memberi tempat bagi keluarga pengungsi Ambon di khatulistiwa yang di Jalan Pedati.?” Tanyanya lagi. “iya benar” jawab saya lagi sambil menunggu kemana arah pembicaraan ini selanjutnya.&lt;br /&gt;“kalau boleh saya mau minta tolong pertemukan saya dengan keluarga itu, Insya Allah dalam berbagai majelis ta’lim  saya ingin salah satu dari keluarga itu menceritakan sendiri apa yang mereka alami di Ambon.” Sambung ibu ini lagi.&lt;br /&gt;Dengan secepat kilat saya mengiyakan. dan semakin mengenalnya semakin terkagum kagum dan respek dengan apa yang dilakukannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ibu ini tak banyak bicara dia hanya meminta pendapat lalu dia kerjakan apa yang dia mampu kerjakan, dan yang dia lakukan sangat melebihi apa yang kita kerjakan.&lt;br /&gt;Satu hari dia berjalan dari gerbong kegerbong kereta melewati para penumpangdengan membagikan sticker gambar calon presiden pilihannya sambil berkata "inilahpresident pilihan kita, inilah president pilihan kita.." Bukan karena wajah sangpresident atau dia mengenalnya, atau punya keinginan tertentu untuk pribadi tapisemata mata hanya panggilan semangat keislamannya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Di hari lainnya  dia berkata dan bertanya tolong tugaskan saya kedesa desa mana saja yang belum tergarap saya bersedia untuk mendatanginya , dengan biaya yang dia cari sendiri pula.&lt;br /&gt;Saya katakan di Jakarta sinipun masih banyak yang dapat kita lakukan dan belum tergarap. Kalau begitu banyak majelis ta’lim saya diberbagai pelosok akan saya datangi semuanya. Besar sekali harapan dan semangatnya untuk menjadikan Amin Rais menjadi President di masa itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seminggu sebelumnya  Umi Ayat berkata;  akan pergi kesebuah kota di Jawa untuk menyadarkan mereka agar tidak salah memilih, pada saat bertemu lagi Umi Ayat bercerita ;   saya baru kembali dari kota itu, namun saya tidak berhasil sulit sekali menyadarkan orang orang itu.&lt;br /&gt;Saya tercengang, kekuatan apa yang ibu ini miliki ? dia berkata dan dia lakukan, tanpameminta tanpa memberi kesan saya sudah berjuang. Dia hanya berkata katasejujurnya apa yang ingin dilakukan dan lalu dilaksanakan dengan sepenuh hati.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang Ibu Tua berjalan dengan tongkat dengan badan yang besar dan pasti melelahkan, namun semuanya menjadi mudah untuknya padahal beliau baru saja keluar dari rumah sakit.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dalam kesempatan lain setelah Tsunami melanda Aceh Umi Ayat meminta waktu untuk berbicara disebuah forum tentang kebutuhan mesin jahit untuk para perempuan di Aceh. Dimana dia bulak balik  melakukan perjalanan kesana untuk sebuah kata.. “EMPATI”.&lt;br /&gt;Umi Ayat memiliki empati bukan dalam basa basi apa lagi sekedar lips service tapi dalam bentuk perbuatan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Suatu ketika  dada saya sempat berdegup kencang ketika Umi Ayat marah dan berteriak, apa pasal ? Dalam sebuah pertemuan di Cilacap yang bertujuan  terjadinya islah dalam tubuh PP Al Irsyad. Umi Ayat menghendaki Musyawarah agar masing-masing kubu para ketuanya mengundurkan diri dengan mengganti dengan ketua umum baru yang tidak terlibat dalam konflik.  Yusuf Usman Baisa menolak dengan berdalih “inilah demokrasi kita harus mendahulukan hak setiap orang dalam memilih ” dan Umi Ayat pun berteriak dengan lantang. “Yusuf !!! anda  berda’wah dimana mana tapi kamu mendahulukan demokrasi ketimbang musyawarah!! !!!” Saya bergetar melihatnya bergetar mendengar teriakan spontan Umi ini yang sudah tak mampu menahan emosinya.  Pilihan untuk mundur bagi Hisyam Thalib yg sudah disetujui oleh semua fungsionaris PP demi tercipatnya sebuah perdamaian, namun ditolak oleh Kubu Faruk Zein Bajabir melalui Yusuf Baisa dengan alasan demokrasi. Dan Umi Ayat seorang perempuan lembut hati, tak kuasa menahan emosinya melihat Al Irsyad terpecah belah untuk sebuah kata sakti ; yang bernama EKSISTENSI KELOMPOK dengan alasan demokrasi.  Saya menunggu jawaban selanjutnya tapi urung, karena mata Umi yang sangat mencintai Al Irsyad ini, dimana  bertahun tahun dia bergelut didalamnya untuk berda’wah kadung basah oleh air mata. Saya melihat senyum kemenangan di wajah para penentangnya, dan getir melihat wajah Umi ini berubah sendu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kamis 8 Januari 2009 kami melakukan demo di kedubes Mesir sebagai wujud solidaritas pada bangsa Palestina yang tertindas oleh Isrel. Ketika kami sampai di tempat, sang ibu telah menunggu disana bersama rombongannya. Dia Cuma mendengar dan tanpa bertanya masalah transportasi, logistik dan sebagainya dia ada di sana lebih dulu dari kami.&lt;br /&gt;Dan Umi inipun berorasi, sebuah orasi dengan untaian kata kata yang lahir dari ketulusan dan kasih sayang. Dia mencintai umat Islam dan cinta itu telah memberikannya kekuatan melebihi kemampuan fisiknya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dia menggarisi hidupnya untuk sebuah kalimat. BERJUANG UNTUK ISLAM DALAM SETIAP KESEMPATAN.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umi Ayat.... Izinkan saya mengatakan, Umi  adalah simbol  ketulusan, keikhlasan,dan kekuatan,  dari sedikit orang di masa kini yang berperangai seperti para Umi di 14 abad lalu. Betapa beruntungnya umat islam bila memiliki banyak ibu-ibu seperti Umi Ayat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam.Untuk Nadia dan Helwi juga lainnya yang mengagumi dan mencintai Umi Ayat.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dibawah ini adalah link video orasi Umi Ayat.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=MEivKzjPdAI" target="_blank" rel="nofollow"&gt;http://www.youtube. com/watch? v=MEivKzjPdAI&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1626942389063906287?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1626942389063906287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/ibu-itu-bernama-syahrazat-sauqat-al.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1626942389063906287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1626942389063906287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/ibu-itu-bernama-syahrazat-sauqat-al.html' title='Ibu itu bernama Syahrazat Sauqat Al Bachri (Umi Ayat)'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-61214049123347883</id><published>2009-01-08T00:41:00.001-08:00</published><updated>2009-01-08T01:02:45.346-08:00</updated><title type='text'>Aksi Demo Palestin di Kedubes Mesir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWXBK711EcI/AAAAAAAAAK8/Kl9f5iv9lLk/s1600-h/uvs090108-001.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 256px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWXBK711EcI/AAAAAAAAAK8/Kl9f5iv9lLk/s320/uvs090108-001.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288845731022836162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW89KgLPFI/AAAAAAAAAK0/t3s78G2u02s/s1600-h/DSC00366.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW89KgLPFI/AAAAAAAAAK0/t3s78G2u02s/s320/DSC00366.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288841096393866322" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW88j8wdqI/AAAAAAAAAKs/MlxGf-uOlTk/s1600-h/DSC00371.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW88j8wdqI/AAAAAAAAAKs/MlxGf-uOlTk/s320/DSC00371.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288841086044763810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW88dxMFpI/AAAAAAAAAKk/BpuoZUvVrD4/s1600-h/DSC00373.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW88dxMFpI/AAAAAAAAAKk/BpuoZUvVrD4/s320/DSC00373.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288841084385629842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW872HDRPI/AAAAAAAAAKc/3xSGmSmguo4/s1600-h/DSC00379.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW872HDRPI/AAAAAAAAAKc/3xSGmSmguo4/s320/DSC00379.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288841073739908338" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8swi5aHI/AAAAAAAAAKU/9JiyIv4aePI/s1600-h/DSC00380.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8swi5aHI/AAAAAAAAAKU/9JiyIv4aePI/s320/DSC00380.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840814548052082" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8scwlwaI/AAAAAAAAAKM/aFVPcscRu6Q/s1600-h/DSC00384.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8scwlwaI/AAAAAAAAAKM/aFVPcscRu6Q/s320/DSC00384.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840809236775330" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8r5H7IVI/AAAAAAAAAKE/3rz716k7qIc/s1600-h/DSC00389.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8r5H7IVI/AAAAAAAAAKE/3rz716k7qIc/s320/DSC00389.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840799670968658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8rW6TKnI/AAAAAAAAAJ8/C_zlu09oZ8U/s1600-h/DSC00394.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8rW6TKnI/AAAAAAAAAJ8/C_zlu09oZ8U/s320/DSC00394.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840790487018098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8rJt1UOI/AAAAAAAAAJ0/yIob509hMbs/s1600-h/DSC00401.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8rJt1UOI/AAAAAAAAAJ0/yIob509hMbs/s320/DSC00401.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840786945069282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8adidivI/AAAAAAAAAJs/NAEBMu3ViJo/s1600-h/DSC00405.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8adidivI/AAAAAAAAAJs/NAEBMu3ViJo/s320/DSC00405.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840500208306930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8Z83YqsI/AAAAAAAAAJk/PVqwTbc62NI/s1600-h/DSC00406.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8Z83YqsI/AAAAAAAAAJk/PVqwTbc62NI/s320/DSC00406.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840491437697730" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8Z0YKLvI/AAAAAAAAAJc/EhPlKZLgEfk/s1600-h/DSC00408.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8Z0YKLvI/AAAAAAAAAJc/EhPlKZLgEfk/s320/DSC00408.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840489159241458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8ZpoSt7I/AAAAAAAAAJU/lnsLGWub5-U/s1600-h/DSC00415.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8ZpoSt7I/AAAAAAAAAJU/lnsLGWub5-U/s320/DSC00415.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840486274119602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8ZaziNsI/AAAAAAAAAJM/_oE7wqEf44c/s1600-h/DSC00421.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWW8ZaziNsI/AAAAAAAAAJM/_oE7wqEf44c/s320/DSC00421.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288840482294740674" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-61214049123347883?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/61214049123347883/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/aksi-demo-palestin-di-kedubes-mesir.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/61214049123347883'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/61214049123347883'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/aksi-demo-palestin-di-kedubes-mesir.html' title='Aksi Demo Palestin di Kedubes Mesir'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWXBK711EcI/AAAAAAAAAK8/Kl9f5iv9lLk/s72-c/uvs090108-001.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-6647008669281072876</id><published>2009-01-07T23:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-07T23:41:02.842-08:00</updated><title type='text'>Foto-Foto Konferensi Pers Sidang Pembunuhan Munir</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWt3tk5EPI/AAAAAAAAAJE/sXhSkuaLu7U/s1600-h/DSC00345.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWt3tk5EPI/AAAAAAAAAJE/sXhSkuaLu7U/s320/DSC00345.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824510055256306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWt3Dx8c2I/AAAAAAAAAI8/zcmuOORaqsk/s1600-h/DSC00346.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWt3Dx8c2I/AAAAAAAAAI8/zcmuOORaqsk/s320/DSC00346.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824498835714914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtr_e29SI/AAAAAAAAAI0/Ogn5xykBj88/s1600-h/DSC00347.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtr_e29SI/AAAAAAAAAI0/Ogn5xykBj88/s320/DSC00347.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824308703360290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtr0qz4yI/AAAAAAAAAIs/XsQkopjMIPE/s1600-h/DSC00348.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtr0qz4yI/AAAAAAAAAIs/XsQkopjMIPE/s320/DSC00348.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824305800700706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtrosY4-I/AAAAAAAAAIk/Roi5Zc8dLnU/s1600-h/DSC00350.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtrosY4-I/AAAAAAAAAIk/Roi5Zc8dLnU/s320/DSC00350.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824302586094562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtrNJuZHI/AAAAAAAAAIc/7X-OraRmI-Q/s1600-h/DSC00352.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtrNJuZHI/AAAAAAAAAIc/7X-OraRmI-Q/s320/DSC00352.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824295192945778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtqwIt85I/AAAAAAAAAIU/xZAIrNFlzQY/s1600-h/DSC00353.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtqwIt85I/AAAAAAAAAIU/xZAIrNFlzQY/s320/DSC00353.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288824287404094354" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYoAtLpI/AAAAAAAAAIM/-PciRYG6GHs/s1600-h/DSC00355.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYoAtLpI/AAAAAAAAAIM/-PciRYG6GHs/s320/DSC00355.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288823975985360530" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYk9hp5I/AAAAAAAAAIE/QEmUQbnd5Vk/s1600-h/DSC00357.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYk9hp5I/AAAAAAAAAIE/QEmUQbnd5Vk/s320/DSC00357.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288823975166715794" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYnOAMVI/AAAAAAAAAH8/vncZxUB7HFY/s1600-h/DSC00359.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYnOAMVI/AAAAAAAAAH8/vncZxUB7HFY/s320/DSC00359.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288823975772696914" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYeaWU1I/AAAAAAAAAH0/RCiJhquU5Vs/s1600-h/DSC00361.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYeaWU1I/AAAAAAAAAH0/RCiJhquU5Vs/s320/DSC00361.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288823973408559954" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYbTxAOI/AAAAAAAAAHs/QTC-VdeFH14/s1600-h/DSC00363.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWtYbTxAOI/AAAAAAAAAHs/QTC-VdeFH14/s320/DSC00363.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5288823972575641826" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-6647008669281072876?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/6647008669281072876/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/foto-foto-konferensi-pers-sidang.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6647008669281072876'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6647008669281072876'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/foto-foto-konferensi-pers-sidang.html' title='Foto-Foto Konferensi Pers Sidang Pembunuhan Munir'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWWt3tk5EPI/AAAAAAAAAJE/sXhSkuaLu7U/s72-c/DSC00345.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-7403778831619427018</id><published>2009-01-04T23:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T00:01:47.481-08:00</updated><title type='text'>Rapat dan Aksi Demo Palestin di Kedubes Saudi Arabia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-ICrxItI/AAAAAAAAAG8/qkIWtxIAz1A/s1600-h/DSC00246.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-ICrxItI/AAAAAAAAAG8/qkIWtxIAz1A/s320/DSC00246.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716482878350034" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-H_MwXXI/AAAAAAAAAG0/qBRgrjuZzWY/s1600-h/DSC00243.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-H_MwXXI/AAAAAAAAAG0/qBRgrjuZzWY/s320/DSC00243.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716481942969714" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-HlKm_XI/AAAAAAAAAGs/wnSXmFmQyyo/s1600-h/DSC00254.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-HlKm_XI/AAAAAAAAAGs/wnSXmFmQyyo/s320/DSC00254.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716474954644850" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91kjSvNI/AAAAAAAAAGk/9BSbP-yyvE4/s1600-h/DSC00254.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91kjSvNI/AAAAAAAAAGk/9BSbP-yyvE4/s320/DSC00254.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716165552094418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91g_a3zI/AAAAAAAAAGc/oZ6muyPregY/s1600-h/DSC00252.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91g_a3zI/AAAAAAAAAGc/oZ6muyPregY/s320/DSC00252.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716164596326194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91Ys2n_I/AAAAAAAAAGU/jsMqmW3BR1k/s1600-h/DSC00249.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91Ys2n_I/AAAAAAAAAGU/jsMqmW3BR1k/s320/DSC00249.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716162370969586" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91P5pDsI/AAAAAAAAAGM/elcuUlEEorQ/s1600-h/DSC00248.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91P5pDsI/AAAAAAAAAGM/elcuUlEEorQ/s320/DSC00248.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716160008687298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91D4E8sI/AAAAAAAAAGE/evQIHOr59Fk/s1600-h/DSC00250.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG91D4E8sI/AAAAAAAAAGE/evQIHOr59Fk/s320/DSC00250.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287716156780901058" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9kMfKH6I/AAAAAAAAAF8/a2WBV_7ODbE/s1600-h/DSC00258.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 214px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9kMfKH6I/AAAAAAAAAF8/a2WBV_7ODbE/s320/DSC00258.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715867034525602" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9kE7jg8I/AAAAAAAAAF0/WneZBR_rlf0/s1600-h/DSC00320.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9kE7jg8I/AAAAAAAAAF0/WneZBR_rlf0/s320/DSC00320.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715865006146498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9kDQQh5I/AAAAAAAAAFs/gs7E863zoGg/s1600-h/DSC00328.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9kDQQh5I/AAAAAAAAAFs/gs7E863zoGg/s320/DSC00328.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715864556111762" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9j35PLoI/AAAAAAAAAFk/1KA9C_Aq3z8/s1600-h/DSC00338.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9j35PLoI/AAAAAAAAAFk/1KA9C_Aq3z8/s320/DSC00338.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715861506764418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9jcEA57I/AAAAAAAAAFc/n3jk7iEVDtA/s1600-h/DSC00333.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9jcEA57I/AAAAAAAAAFc/n3jk7iEVDtA/s320/DSC00333.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715854035773362" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9EbZRyMI/AAAAAAAAAFU/XzfqTmvAWfY/s1600-h/DSC00339.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 214px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9EbZRyMI/AAAAAAAAAFU/XzfqTmvAWfY/s320/DSC00339.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715321280579778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9EHIrw3I/AAAAAAAAAFM/KLtuBpKbVqk/s1600-h/S4022524.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9EHIrw3I/AAAAAAAAAFM/KLtuBpKbVqk/s320/S4022524.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715315842270066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9EMWNfrI/AAAAAAAAAFE/zB4pyxpSQkE/s1600-h/S4022525.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9EMWNfrI/AAAAAAAAAFE/zB4pyxpSQkE/s320/S4022525.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715317241183922" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9D9GbkeI/AAAAAAAAAE8/qY0xXYO66oM/s1600-h/S4022528.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9D9GbkeI/AAAAAAAAAE8/qY0xXYO66oM/s320/S4022528.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715313148465634" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9DiD4IEI/AAAAAAAAAE0/fq0hpO0xQGw/s1600-h/S4022533.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG9DiD4IEI/AAAAAAAAAE0/fq0hpO0xQGw/s320/S4022533.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287715305889996866" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8Yc-Qi3I/AAAAAAAAAEs/5-BUfeXWnPA/s1600-h/S4022538.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8Yc-Qi3I/AAAAAAAAAEs/5-BUfeXWnPA/s320/S4022538.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714565789879154" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8YCq6dXI/AAAAAAAAAEk/5rAw8JDrssM/s1600-h/S4022550.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8YCq6dXI/AAAAAAAAAEk/5rAw8JDrssM/s320/S4022550.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714558729418098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8X8HNBtI/AAAAAAAAAEc/wOziuJvhStY/s1600-h/S4022540.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8X8HNBtI/AAAAAAAAAEc/wOziuJvhStY/s320/S4022540.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714556969027282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8X-hBwJI/AAAAAAAAAEU/EuRnwWh_o9U/s1600-h/S4022542.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8X-hBwJI/AAAAAAAAAEU/EuRnwWh_o9U/s320/S4022542.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714557614211218" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8Xvnm7WI/AAAAAAAAAEM/V0MP-jsciNE/s1600-h/S4022544.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG8Xvnm7WI/AAAAAAAAAEM/V0MP-jsciNE/s320/S4022544.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714553615281506" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG79jyhGJI/AAAAAAAAAEE/OORyFp_pefw/s1600-h/S4022545.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG79jyhGJI/AAAAAAAAAEE/OORyFp_pefw/s320/S4022545.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714103763212434" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG77lO_kDI/AAAAAAAAAD8/kC57Vb5Vlr4/s1600-h/S4022546.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG77lO_kDI/AAAAAAAAAD8/kC57Vb5Vlr4/s320/S4022546.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714069791346738" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG77O6h3HI/AAAAAAAAAD0/bCW7mGdDDQg/s1600-h/S4022548.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG77O6h3HI/AAAAAAAAAD0/bCW7mGdDDQg/s320/S4022548.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714063799934066" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG76-4gOjI/AAAAAAAAADs/8ueD8ETpwdc/s1600-h/S4022552.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG76-4gOjI/AAAAAAAAADs/8ueD8ETpwdc/s320/S4022552.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714059496471090" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG76q0DdOI/AAAAAAAAADk/5jL-46J9Phw/s1600-h/S4022553.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG76q0DdOI/AAAAAAAAADk/5jL-46J9Phw/s320/S4022553.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287714054109099234" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7foLWirI/AAAAAAAAADc/N6R33MPsh94/s1600-h/S4022555.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7foLWirI/AAAAAAAAADc/N6R33MPsh94/s320/S4022555.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287713589545044658" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7fnQGEKI/AAAAAAAAADU/-72BmXx0MGk/s1600-h/S4022557.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7fnQGEKI/AAAAAAAAADU/-72BmXx0MGk/s320/S4022557.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287713589296500898" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7ffrClAI/AAAAAAAAADM/YxcDOOX-rVE/s1600-h/S4022560.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 240px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7ffrClAI/AAAAAAAAADM/YxcDOOX-rVE/s320/S4022560.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287713587262034946" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7fTGtKNI/AAAAAAAAADE/TdsnXUxuBjU/s1600-h/S4022562.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7fTGtKNI/AAAAAAAAADE/TdsnXUxuBjU/s320/S4022562.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287713583888410834" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7fM4Yt_I/AAAAAAAAAC8/5k50McdV-rQ/s1600-h/S4022563.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG7fM4Yt_I/AAAAAAAAAC8/5k50McdV-rQ/s320/S4022563.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5287713582217738226" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-7403778831619427018?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/7403778831619427018/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/rapat-dan-aksi-demo-palestin-di-kedubes.html#comment-form' title='6 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/7403778831619427018'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/7403778831619427018'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2009/01/rapat-dan-aksi-demo-palestin-di-kedubes.html' title='Rapat dan Aksi Demo Palestin di Kedubes Saudi Arabia'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SWG-ICrxItI/AAAAAAAAAG8/qkIWtxIAz1A/s72-c/DSC00246.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-3049103120267258108</id><published>2008-11-19T08:34:00.000-08:00</published><updated>2008-11-19T08:35:26.858-08:00</updated><title type='text'>IR Iswan Hasan Bobsaid (Abu Amar) Alias Ajee Gile.</title><content type='html'>Ir Iswan Hasan Bobsaid (Abu Amar) alias Ajee Gile..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Jamaah hari ini adalah hari terakhir ana hadir di room mulai besok selama satu bulan penuh ana off" kalimat itu terlontar dari seorang ber ID Ajee Gile dan saya sangat amat tidak meyakininya bahwa Ajee Gile alias Iswan Bobsaid akan berhenti bicara di room karena besok akan mulai Ramadhan. Saya menduga itu hanya lontaran spontan yang tidak akan dilaksanakan dengan kosisten. Namun dugaan saya salah, karena sosok Ajee Gile alias Iswan Bobsaid dengan mulutnya yang seringkali semberono ternyata bersikap istiqomah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajee melewati ramadhan dengan meninggalkan kebiasaan yang setiap hari dilakoninya yaitu bercengkrama di room baik diskusi agama maupun mengolok ngolok siapapun yang ingin dioloknya.&lt;br /&gt;Ramadhan adalan bulan yang mulia dan Ajee memuliakannya dengan hanya "berdialog" pada Tuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajee Gile nama Idnya, sosok yang kontroversial, memiliki pemahaman agama dengan berbagai referensi yang luas disertai kemampuan retorika dengan aksentuasi suara yang khas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alumnus Fakultas Pertanian Universitas Wijaya Kusumah ini terlahir ditahun 1965 di Surabaya. meninggalkan Indonesia di tahun 1990 menuju New Zealand. Setelah bermukim 3 tahun lebih dinegeri yang berdekatan dengan kutub Selatan, Ia kembali ke Surabaya dan menikah dengan seorang wanita bernama Huda Alhibshy 14 tahun lalu. anak dari pasangan Abduraman Hibshy dan Tin Alamudi. Lalu memulai hidupnya menjadi warga Australia dan sampai saat ini bermukim di Melborne.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah tiga anak ini, Amer, Amani dan Inayah. Selalu tampil atraktif, tak ada hari tanpa canda yang terkadang membuat merinding orang yang mendengarnya, kadang membuat menangis wanita yang di godanya. Namun dilain waktu dengan serius pula Abu Amar (Iswan Bobsaid) menerangkan berbagai pendapat ulama tersohor mengenai satu masalah agama dari mulai Shaikh Saltut, Ibnu Taimiyah, sampai pada Yusuf Qordawi. Kegemarannya membaca buku dan kapasitas memorinya yang luar biasa memberikan kemampuan untuk menerangkan satu masalah dengan jelas dan terang benderang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila banyak orang menerima warisan harta sepeninggalan orang tuanya maka Abu Amar (Ajee Gile) ini mendapatkan puluhan kitab. Dalam berbagai diskusi terlihat jelas bahwa kitab kitab itu dibacanya. Menunjukkan kelasnya sebagai intelektual. Akan tetapi disisi lain dengan tiba-tiba lontaran pernyataannya melenceng jauh dari mengutip pendapat ulama, beralih dengan mengarang sebuah cerita lucu yang berisi ledekan salah seorang di room yang membuat banyak orang terperajat dan tertawa. Karena dari masalah yg sangat serius tiba-tiba berbalik berbicara masalah daster dan body perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Amar (Iswan Bobsaid) adalah cucu Ami Ali Bobsaid seorang tokoh Jamaah di jawa Timur yang bekedudukan sebagai kapten Arab dimasanya, ada darah ketokohan dalam dirinya, menjadi tak heran bila sosoknya memiliki karakter kewibawaan. Sosok berbadan gempal dengan rambut ikal dan bermuka lebar ini menyukai Tshert dan Jeans dalam berpakaian. Dibalik penampilannya yang nyantai itu terdapat ketajamannya dalam berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajee Gile idiomnya, memang sesuai dengan karakternya yang akan membuat orang merasa heran mendengar gaya bicaranya yang keras tanpa eufemisme. Tak ada penghalusan kata semua dinyatakan dengan langsung tanpa tedeng aling aling, ketersinggungan bukanlah bagian dari dirinya demikian pula sebaliknya tak ada kesan empati dari dirinya dalam menyatakan sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun dibalik image kontroversial yang dibangun pada dirinya, tak banyak yang tahu bahwa Iswan Bobsad alias Ajee Gile memiliki empati yang luar biasa terhadap nasib orang lain yang kurang beruntung, tangannya selalu terlepas. Dia memperhatikan orang orang yang dikenalnya lama dan dengan tanpa banyak bertanya dia mengirimkan kiriman untuk orang orang yang sedang kesulitan. Seorang wanita setengah baya yang memelihara beberapa anak yatim tak luput dari uluran tangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bravo Ajee. Hidup memang tidak harus lurus apa lagi "menuhankan" image dimata manusia, biarkan hanya Allah yang tau apa dan bagaimana kita sebenarnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-3049103120267258108?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/3049103120267258108/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/11/ir-iswan-hasan-bobsaid-abu-amar-alias.html#comment-form' title='18 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3049103120267258108'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/3049103120267258108'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/11/ir-iswan-hasan-bobsaid-abu-amar-alias.html' title='IR Iswan Hasan Bobsaid (Abu Amar) Alias Ajee Gile.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>18</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2834899097517521564</id><published>2008-11-11T21:33:00.000-08:00</published><updated>2008-11-11T21:34:28.493-08:00</updated><title type='text'>Sara jaiz (Bunda)</title><content type='html'>Sebuah room di yahoo messenger telah membangun pertemanan, keakraban dan solidaritas. Sebuah ruang confrence yang hanya diisi dengan suara telah memberi ruang interaksi yang intensif yang melahirkan hubungan kekerabatan.&lt;br /&gt;Berbagai macam karakter berada didalamnya dari penda'wah sampai pembanyol, dari pendebat sampai yang hanya masuk untuk mendengar. Dari "pendongeng berita" sampai pencari jodoh. Dunia maya memberi ruang untuk setiap orang beraktualisasi tanpa harus bersiap dengan penampilan fisik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara berbagai karakter didalamnya terdapat sosok unik, seorang ibu bernama Sara Jaiz lebih dikenal dengan sebutan Bunda. Ibu yang telah memiliki cucu ini tinggal di Belanda, menggemari warna merah, dari ruang depan sampai ruang tamu rumahnya dicat dengan warna merah, dengan lampu lampu yang juga dilapisi kain berwarna merah. Seorang ibu yang apik tidak hanya apik pada dirinya tapi juga kebersihan rumahnya, sebuah bangku leter L berwarna coklat susu mengisi ruang dalam untuk tamu yang datang dan terdapat puluhan bantal kecil yang menghiasi keberadaan ruang tamu tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lemari khusus disediakan untuk berbagai asesoris, mulai kalung, gelang hingga tas berbagai macam model tersimpan rapih, satu lemari lainnya tersusun berbagai sepatu dan sandal. Bunda (Sara Jaiz) yang sering menyatakan dirinya perempuan berkonde dan berkain wiron, seperti yang sering selalu dikatakannya sebagai simbol perumpaan wanita jaman dulu, menurut berbagai info sangat jauh berbeda dengan aselinya bunda selalu tampil aksi dan fashionable.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadirannya di room selalu ditunggu oleh banyak orang, baik lelaki dan perempuan, tutur katanya yang mengalir dengan lancar sering kali pula tidak memperdulikan titik maupun koma merupakan ciri khasnya. Dia memiliki kemampuan untuk memberi warna lain diantara debat kaum lelaki yang kadang tak berujung pangkal, ditengah perdebatan serius berbagai macam topik tak jarang bunda mengomel tentang Valerio (cucunya) yang sedang menarik narik kabel komputer dengan marah karena sang nenek sedang asik bercengkrama di room. Menimbulkan senyum bagi yang mendengar dan membayangkan keriuhan yang terjadi disebuah rumah diseberang lautan sana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perempuan asal solo ini memiliki keberanian luar biasa, dia hidup mandiri di negeri Keju dan selalunya siap menghadapi tantangan apapun bentuknya. Namun didalam keberaniannya sebagai perempuan mandiri dia juga sangat takut dengan setan yang membuat dia takut tidur sendiri bila rumahnya sedang tak ada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bunda Nandaku IDnya, selalunya mengasosiasikan dirinya sebagai wanita tua, selalunya memberi nasehat sekaligus juga gemar bercanda dan semua orang digodanya. Namun demikian semua orang menghormatinya, ditengah keceriaan dan candanya terdapat ketulusan suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap bunda hadir maka selalunya dia menyanyi, suaranya memang merdu terkadang lirih, dan hampir semua lagu yang dinyanyikan adalah lagu lama dari ingatan semasa di Solo ketika radio ABC milik PC Al irsyad Solo masih berjaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kini kurasa semua kau lupakan sudah&lt;br /&gt;hatimu tergoda akan harta dan permata&lt;br /&gt;bukahkah semua itu hiasan belaka&lt;br /&gt;hidup bahagia bukanlah karena benda.&lt;br /&gt;hidup penuh kasih sayang itulah milikku&lt;br /&gt;jadikan benda berharga disepanjang masa bukankah tujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu syair yang sering dibawakan bunda terkadang memecah kesunyian room dimana semua orang terdiam dan menikmati suaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teruslah mengoceh dan bernyanyi bunda, karena dunia butuh orang seperti bunda.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2834899097517521564?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2834899097517521564/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/11/sara-jaiz-bunda.html#comment-form' title='8 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2834899097517521564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2834899097517521564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/11/sara-jaiz-bunda.html' title='Sara jaiz (Bunda)'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>8</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-19185300423920084</id><published>2008-09-01T06:03:00.000-07:00</published><updated>2008-09-01T06:36:14.755-07:00</updated><title type='text'>Geis Chalifah Membedakan Lawan Dengan Musuh Oleh Anies Baswedan.</title><content type='html'>Kata pengantar Buku Esai Esai Perubahan Budaya Arab.&lt;br /&gt;Oleh DR Anies Baswedan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geis Chalifah sedang membuka diri dan berkontemplasi tentang perubahan sosial dan budaya komunitasnya. Begitu kesan saya begitu selesai membaca manuskrip kumpulan essai karya Geis ini. Ketika Geis bercerita tentang rumah-rumah di masa lalu, ada nuansa nostalgik disana. Di dalam essai-essai ini terlihat jelas observasinya tentang transisi budaya dan sosial. Sesekali terasa penolakan terhadap perubahan; terutama saat perubahan itu disejajarkan dengan degradasi. Padahal kita tahu bahwa komunitas dan budaya itu memang pada dasarnya dinamis. Sebagian lagi diwarnai –semacam- kegerutuan dan kegemasan, terlebih ketika Geis memaparkan kemandegan pandangan kultural. Tapi, pada prinsipnya, terlihat jelas kuatnya pengaruh dan aroma nuansa pribadi Geis dalam kumpulan essai ini. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengetahuan, pengalaman dan persentuhan Geis dengan komunitas keturunan Arab –khususnya di Jakarta- tentu saja bersifat pribadi dan spesifik. Dan melalui kumpulan essai ini Geis memilih untuk membaginya dengan publik. Bagi pembaca yang memiliki pengalaman dan persentuhan yang mirip dengan Geis, maka kumpulan essai ini bisa menjadi reflektif sifatnya. Sebaliknya, essai ini bisa informatif –atau justru malah terasa asing- bagi pembaca yang tidak memiliki latar belakang dan konteks pengetahuan tentang masyarakat keturunan Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya sendiri yang tidak tumbuh di tengah-tengah masyarakat keturunan Arab, sebagian dari fenomena yang diilustrasikan dalam essai-essai ini terasa asing tetapi informatif. Karena itu saya memandang kumpulan essai ini merupakan keberanian Geis untuk membagi pengalaman, pengetahuan dan observasi walau sebagian berada di wilayah private. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberanian untuk berbagi pandangan pribadi dan kemampuan mengisolasi konflik pemikiran dari konflik pribadi mungkin memang merupakan ciri Geis. Karena itu ketika saya diminta menuliskan kata pengantar, saya merasa kumpulan essai ini tidak perlu muqaddimah, kumpulan essai ini adalah deretan narasi yang bisa berdiri sendiri. Lalu mengapa saya menuliskan kata pengantar ini? Menurut saya, essai-essai disini merupakan ungkapan perasaan dan pemikiran penulisnya yang perlu dilihat dalam konteks kemampuan mengelola perbedaan, apalagi sebagian dari essai-nya diiringi dengan gelontoran kritik. Jadi bukan isi essai-essai itu yang perlu muqaddimah tetapi keberanian untuk mengartikulasikan pengalaman pribadi dan observasi dari Geis itulah yang perlu dijelaskan serta diberi konteks melalui kata pengantar ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kenal nama Geis Chalifah ketika saya sedang kuliah pasca sarjana di Amerika Serikat. Suatu saat ada perdebatan sengit di milis antara Geis Chalifah dengan Hamid Basyaib. Perdebatan itu terdokumentasi rapi oleh Hamid, di milis Kahmi-Pro yang dikelola oleh Ichsan Loulembah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam polemik itu Hamid Basyaib secara konfrontatif dan terang-terangan menyebutkan Geis sebagai contoh manusia inkonsisten. Dan, dengan gayanya yang khas, Hamid menebarkan kesan betapa konyolnya argumen Geis. Dalam salah satu tulisannya, sebagai contoh, Hamid menulis, ”Berbeda dari kelaziman (artinya: orang biasanya bereaksi keras terhadap kesalahan), Geis meraung-raung justru terhadap kebenaran.” Tulisan tulisan Hamid terhadap Geis itu terasa seperti tonjokan yang menyakitkan. Dan, balasan dari Geis terhadap Hamid juga tak kalah keras. Bila keduanya sudah bertempur argumen di milis, maka ratusan peserta milis itu serasa menahan nafas, menyaksikan baku tinju argumentasi mereka berdua. Mungkin sebagian merasa ngilu saat membaca argumentasi yang dikemas dengan kata-kata tajam dan menyengat. Milis terasa sepi, warganya tiarap kolektif menghindari peluru nyasar dari mereka berdua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid Basyaib adalah tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL). Pemikirannya liberal dan diartikulasikan secara lugas. Latar belakangnya di dunia jurnalistik membuat Hamid memiliki credential solid dalam soal tulis menulis. Tulisannya analitis dan tajam. Geis Chalifah adalah tokoh pemuda Al-Irsyad dan aktif sebagai Direktur Yayasan Rahmatan Lil Alamin. setelah sebelumnya aktif di HMI dan ketua Unit Kerohanian Mahasiswa Islam Jayabaya. Geis adalah seorang aktivis tulen. Ghirah perjuangan Islamnya terasa kuat dan artikulatif. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamid dan Geis memiliki alur pemikiran yang bersebrangan dan berbenturan. Melihat latar belakang dan garis gagasannya maka bukan hal yang aneh kalau mereka berdua sering bertumbukan dan baku serang argumentasi. Dan sudah lama mereka sering saling sengat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila Hamid mengkritik Geis di depan milis, maka Geis-pun bisa menyerang dengan sengatan yang tajam. Misalnya, suatu ketika Faizal Motik baru saja berkenalan dan ngobrol dengan Hamid Basyaib. Dia lalu ketemu Geis dan menceritakan bahwa Hamid itu ternyata pribadi yang menyenangkan. Mendengar cerita itu Geis lalu berkomentar, ”yang namanya setan itu ya memang selalu menyenangkan.”  Singkat dan keras. Bukan hanya itu, Geis kemudian menceritakan sendiri komentarnya ini pada Hamid. Dia tidak hanya membicarakan Hamid ”dari belakang” tapi dia sampaikan terus terang pada Hamid. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut pandangan umum dan awam mereka berdua adalah musuh bebuyutan. Sewajarnya bila mereka berdua tidak bisa duduk semeja. Kebiasaan yang biasa dipraktekkan bila ada dua individu berseberangan semacam ini adalah keduanya saling tebar fitnah. Tapi inilah uniknya. Dalam keseharian yang senyatanya, Geis dan Hamid tidak bermusuhan. Ya, mereka memang berlawanan tapi mereka tidak bermusuhan. Geis melawan Hamid tapi Hamid bukan musuh Geis. Sebagai pribadi, tali silaturahmi mereka tidak putus. Sehingga dalam kesehariannya mereka sering pergi bersama, makan dan ngobrol bersama, atau mereka saling jemput untuk pergi ke pertemuan yang sama. Mereka bisa duduk berdua seperti tidak pernah baku hantam argumentasi. Dan itu bukan berarti Geis dan Hamid telah berdamai dalam urusan pendapat dan gagasan. Sampai sekarangpun mereka masih konsisten untuk saling sengat dan baku hantam argumentasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi kebanyakan umat Islam dan umumnya masyarakat di Indonesia, fenomena macam ini adalah fenomena yang jarang ada. Umumnya perbedaan itu diasosiasikan dengan permusuhan. Permusuhan lalu dibesarkan, disuburkan dan dilanggengkan dengan mengubur fakta dan membangun fitnah. Lawan hampir selalu dianggap musuh. Geis dan Hamid membuktikan bahwa lawan bisa tetap teman dan tidak harus jadi musuh. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam konteks untuk membangun kemampuan dan kemauan berbeda pendapat secara dewasa maka kumpulan essai karya Geis ini perlu dipahami. Sebagian dari essai di buku ini mungkin akan menimbulkan perdebatan. Sebagian analisa dalam esai-esai ini terasa simplistik dan tidak tuntas. Saya sendiri tidak selalu setuju dengan analisa dan deskripsi yang ditulis oleh Geis di buku ini. Tetapi karena buku ini adalah kumpulan essai ekspresi pribadi, bukan buku analisa transformasi sosial yang dibedah secara teoretis dari perspektif sosiologis dan antropologis, maka essai-essai Geis ini terbebas dari tuntutan agar tampil teoretis, komprehensif, analitis dan mendalam. Buku ini adalah kumpulan essai pribadi yang secara ringan dan santai membawa pembacanya untuk reflektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski begitu bila ada yang akan memperdebatkan maka biarlah perdebatan itu muncul. Hangatnya perdebatan sering bisa mencerdaskan asal diiringi dengan kemauan dan kemampuan untuk mengelola perbedaan pandangan. Dalam konteks kemampuan mengelola perbedaan inilah kita bisa menghargai langkah Geis Chalifah untuk menceritakan observasinya, pengalamannya dan pandangannya melalui kumpulan essai. Mudah-mudahan, kumpulan essai ini bisa merangsang observasi lain dan perdebatan baru yang menarik dan mencerdaskan. Selamat membaca&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-19185300423920084?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/19185300423920084/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/09/geis-chalifah-membedakan-lawan-dengan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/19185300423920084'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/19185300423920084'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/09/geis-chalifah-membedakan-lawan-dengan.html' title='Geis Chalifah Membedakan Lawan Dengan Musuh Oleh Anies Baswedan.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2223248724157874710</id><published>2008-08-23T23:27:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T23:49:43.052-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Majlas di Yahoo Messenger</title><content type='html'>Sebuah Majlas di &lt;a href="http://messenger.yahoo.com/" target="_blank"&gt;Yahoo Messenger&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa minggu ini hampir setiap hari saya terlibat diskusi dengan banyak orang, mayoritas pesertanya adalah jamaah yang umumnya dari Jawa Timur. Dan hampir mayoritasnya pula saya tak pernah mengenal nama maupun wajah. Bahkan tak punya kaitan masa lalu baik dalam pertemanan maupun kekerabatan. Hanya sebuah kebetulan yang tak disengaja yang kemudian berlanjut menjadi "Majlas" jamaah dalam ruang berlatar  tekhnologi.&lt;br /&gt;Masing masingnya tak perlu keluar rumah, tak perlu ada tuan rumah yang yang harus menyajikan kopi, teh maupun makanan kecil lainnya. Karena semua bermajlas dari rumahnya masing masing yang bertemu melalui ID atau alamat email yang berserver &lt;a href="http://www.yahoo.com/" target="_blank"&gt;Yahoo&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak hal positif karena "Majlas" ini berbasis tekhnologi internet yang biayanya relatif murah dibanding berhubungan melalui telepon yang pesertanyapun sangat terbatas, majlas ini bisa mengikutsertakan lebih dari 10 orang bahkan bisa jauh diatasnya.&lt;br /&gt;Pesertanya dari berbagai kota kota didunia ada yang di Amsterdam, Newyork, Sidney, Riyadh, Tokyo dan dari berbagai belahan didunia lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal didiskusikan dalam Majlas ini, dari ekonomi, politik, sejarah, dan  tentu saja agama, perkembangan  Al Irsyadpun menjadi topik yang cukup mendominasi isue isue aktual dalam pertemuan yaang hanya mengandalkan kejernihan suara melalui head set komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tekhnologi telah  mempersempit jarak komunikasi dalam arti sebenarnya, tak lagi dipisahkan batas batas geografis, dan kedekatan tak lagi dibangun melalui pertemuan phisik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari majlas ini terkesan  bahwa sebagian besar para jamaah itu telah menjadi masyarakat Internasional dalam arti tak lagi memikirkan untuk tinggal atau balik kembali untuk menetap  di tanah Air. Kesan puas pada pekerjaan dan penggahargaan pada kemanusiaan masing masing individu dalam menjalani kehidupan, terutama yang menetap dari negara Australi, Amerika dan beberapa negara Eropa pada umumnya, yang seringkali kita persempit dengan satu kata " Barat"  sangat nampak dan terekspresi  dalam bercerita tentang kota dan pekerjaannya. Pepatah yang menyatakan walau hujan emas dinegeri orang dan hujan batu dinegeri sendiri tetap lebih enak tingal dinegeri sendiri. Menjadi pepatah kuno yang tak lagi memiliki kekuatan empiris hanya slogan kosong yang tak banyak memiliki arti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah room di Yahoo messenger telah  menutup sebuah kekosongan budaya, kebiasaan bermajlas yang telah berurat berakar dalam kultrur jamaah bisa tetap berlangsung melalui tekhnologi ini. Walaupun tidak lagi bertempat tinggal dalam satu wilayah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tak tahu masing masing dari anggota majlas itu  sekolah dimana dan bergelar apa, namun dalam berbagai diskusi yang saya ikuti. Sebagian besar memiliki ketajaman intelektual dan memiliki banyak referensi, berbeda dalam berbagai majlas jamaah pada umumnya yang biasanya memiliki penyakit kronis berupa  "ASMA" (Asal Mangap). Dalam room ini  harus ekstra hati hati karena sedikit saja salah dalam memberi argument, maka argumentasi yang jauh lebih kuat akan segera muncul mematahkan argumentasi lainnya yang lemah yang tanpa memiliki kekuatan referensi. Karena tanpa memerlukan  adanya kehadiran secara fisik maka ungkapan ungkapan seringkali bersifat lugas. Dikarenakan kita tak pernah tahu ekspresi lawan bicara apakah merah padam atau wajar wajar saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada satu kelemahan dari "majlas"  yang berpola seperti ini, sebahagian kecil tidak memiliki "kejujuran" untuk tampil dengan apa adanya dalam arti memberi identitas diri yang jelas. Kesan Yahoo adalah tempat berharat marat seolah menjadi pembenaran untuk "mengelabui" orang lain agar tak tahu siapa dia sebenarnya kecuali sepotong alamat ID yang tak bersangkut paut dengan identitas yang genuin dan namapun seringkali diganti dengan nama lain yang bukan nama sebenarnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memiliki kebiasaan dalam setiap diskusi dalam berbagai milis yang saya ikuti,  tak mau melayani bantahan seseorang yang hanya menyertakan alamat email yang seringkali bukan namanya, demikian pula dalam menjawab PM yang datang ke ID saya.  Selalunya  terlebih dahulu meminta pengirim PM untuk memberi idetitas yang jelas.&lt;br /&gt;Karena dimanapun kita berada baik di alam maya maupun dialam nyata, kejujuran adalah hal yang utama terlebih identitas diri kita sendiri. Karena hidup dalam ruang gelap yang menjadi abu-abu bagi orang lain tidaklah menyenangkan. Terutama untuk saya pribadi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2223248724157874710?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2223248724157874710/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/08/sebuah-majlas-di-yahoo-messenger.html#comment-form' title='4 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2223248724157874710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2223248724157874710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/08/sebuah-majlas-di-yahoo-messenger.html' title='Sebuah Majlas di Yahoo Messenger'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5852183832085627267</id><published>2008-07-24T03:56:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T03:58:17.920-07:00</updated><title type='text'>Sang Maestro Hadi Mahdami</title><content type='html'>Kita merasa memiliki sesuatu setelah kita kehilangan sesuatu itu.&lt;br /&gt;kalimat diatas sangat mengena untuk berbagai hal dalam kehidupan dunia ini, seringkali kita menggampangkan segala sesuatu yang dekat dengan kita atau yang kita miliki. Sesuatu itu baru kita rindukan keberadaannya bila kita sudah kehilangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebahagian besar jamaah menyukai samar atau pesta dan sebuah pesta akan bertambah kemeriahannya bila datang seorang seniman tua berumur 80 tahunan. Namun masih gagah, masih pandai memetik gitar dengan tarikan suara yang khas menyanyikan lagu bernada riang berupa pantun jenaka atau bernuansa nasehat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seniman itu bernama Hadi Mahdami, saya mengenalnya dengan baik dan relatif sering bertemu,  dalam pesta pernikahan ataupun kalau saya sedang mampir ke jalan Wedana (Kampung Melayu) untuk silaturahmi, terkadang ikut menemani bermain gaple bersama jamaah lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ami Hadi sangat bersahaja, baik penampilan maupun tutur katanya, keberadaannya menggembirakan setiap orang, baik ketika bermain musik ataupun sekedar berbincang bincang  Ami Hadipun sangat suka bercanda. Hampir seluruh Jamaah terutama jamaah Betawi baik muda maupun tua mengenal siapa  Hadi Mahdami. Lagu lagunya sangat familiar melintasi berbagai generasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di sekitar tahun 2000 an,  Hadi Mahdami merilis kembali album lamanya dan hebatnya album itu dikeluarkan disaat usianya mencapai 86 tahun, suaranya masih merdu dan petikan gitarnyapun masih  solid. kaset  itu tak begitu banyak hanya sekitar dua ribuan dan dalam waktu singkat kaset itupun habis terjual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap orang yang membeli selalunya komplain bukan karena albumnya yang tidak bagus namun satu lagu yang sudah menjadi trade marknya ami Hadi tak ada dalam kaset itu, Suami Durhaka. entah kenapa tak masuk dalam album yang direlease ulang disaat usianya 86 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika vokalis vokalis muda bermunculan  Hadi Mahdami  tak kehilangan getarannya, dia tidak merasa tersaingi karena memang tak bisa tersaingi oleh siapapun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2004 sang maestro Hadi Mahdami meninggal dunia dirumahnya yang sederhana dibilangan  Jalan Wedana Kampung Melayu.  Dalam upacara pemakaman yang sederhana ketika jasadnya memasuki liang lahat, dalam hati saya berucap "selamat jalan ami Hadi, selamat jalan orang tua yang baik hati, tanah ini akan menguburkan jasad tapi tidak karya ami' Hadi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini ketika lagu lagu melayu amburadul menyeruak diberbagai radio maupun televisi.&lt;br /&gt;saya lebih suka mendengar lagu-lagu Hadi Mahdami di mobil ketika kemacetan selalu menjadi musuh waktu kita di setiap hari kerja. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lupakanlah dunia dan tenangkanlah jiwa..&lt;br /&gt;jangan muram durja...jangan kau sia sia..&lt;br /&gt;menghabiskan usia yang masih muda belia..&lt;br /&gt;jangan habiskan usia kerna asmara,,,&lt;br /&gt;atau biarkan dirimu dimabuk cinta....&lt;br /&gt;jika air mata untuk kekasih saja...&lt;br /&gt;senyum yang menawan untuk siapa...&lt;br /&gt;untuk aku itu pasti kerlingan mata yang penuh arti..&lt;br /&gt;untuk aku itu pasti kerlingan mata yang penuh arti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Hadi Mahdami)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5852183832085627267?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5852183832085627267/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/sang-maestro-hadi-mahdami.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5852183832085627267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5852183832085627267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/sang-maestro-hadi-mahdami.html' title='Sang Maestro Hadi Mahdami'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2380244295145144124</id><published>2008-07-14T09:17:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T09:22:29.153-07:00</updated><title type='text'>Achmadiyah,Habib, Betawi, KH Abdullah Syafii, Ect,Ect.</title><content type='html'>Allah hu Akbar Allah hu Akbar Allah Allah hu Akbar...&lt;br /&gt;Kalam suci menentukan ku tuk berjuang..&lt;br /&gt;hidup serentak untuk membela kebenaran..&lt;br /&gt;untuk negara bangsa dan kemakmuran.. hukum Allah tegakkan..&lt;br /&gt;Allah Hu Akbar Allah Hu Akbar Allah Allah Hu Akbar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;putera puteri islam harapan agama...&lt;br /&gt;majulah serentak gemgamkan persatuan... kalam Tuhan..&lt;br /&gt;mari kita memuji mari kita memuja..&lt;br /&gt;peganglah persatuan..kalam Tuhan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemuda pemudi islam bangunlah panggilan jihad rampungkan..&lt;br /&gt;wasiat Muhammad peganglah... harta dan jiwa serahkan...&lt;br /&gt;binalah persatuan.. sirnakan perpecahan.. .persatuan ..kalam tuhan&lt;br /&gt;pertikaian menguntungkan musuh tuhan ..&lt;br /&gt;hanya iman tauhid dapat menyatukan.. .&lt;br /&gt;panggilan jihad tirukan ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ulama pemimpin islam dengarlah... demi agama sadarlah..&lt;br /&gt;hentikan pertikaian.. ciptakan perdamaian.. .&lt;br /&gt;tuntutan agama menjadi tujuan....&lt;br /&gt;panggilan jihad tirukan... panggilan jihad tirukan...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Panggilan Jihad. Radio Assyafiiyah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asww. Pertama tama saya mohon maaf bila terlambat menanggapi dikarenakan waktu yang tak memungkinkan untuk berkomunikasi melalui milis. Namun Doa saya untuk teman teman semua selama di tanah suci  tak pernah putus, baik yang saya kenal wajah dan namanya, maupun yang hanya namanya saja.&lt;br /&gt;Dua minggu kemarin  hp saya kebanjiran sms mengenai situasi Jakarta dan ada banyak email melalui Japri tentang Habib Rizieq Shihab dan FPI, Achmadiyah dan banyak hal lainnya. Jangankan untuk menjawab satu persatu bahkan untuk membacanya saja saya lumayan gagap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun demikian saya ingin menanggapi posting Elza, Tulus, dll dimilis kahmi dan teman teman lainnya yang dikirim melalui japri. Salah satunya yang berjudul Apel Akbar Bubar Setelah Diserbu. yang seolah olah dikesankan saya menyetujui tindakan kekerasan oleh FPI.&lt;br /&gt;Jawaban saya mengenai insiden Monas itu singkat saja. Satu satunya kekerasan yang saya sukai adalah; Bila rudal rudal buatan Rakyat Palestina mengenai tentara Israel yang menindas bangsa Palestina.   "Kekerasan" semacam itulah yang saya sukai selebihnya saya tidak suka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Elza, Mas Tulus dan teman lainnya, dari pertama saudara Saidiman memposting ajakan apel akbar memperingati Hari Lahir Pancasila bersama AKKBB. Saya sudah merasakan ada yang tak beres dengan kegiatan itu, bahkan pada hari H nya saya mendapat sms untuk mengikuti kegiatan tersebut dari nomor yang tidak saya kenali, namun dibawahnya tertulis nama Nong. Ketika saya konfirmasi tak ada jawaban dari sipengirim.. . &lt;br /&gt;Saya cuma berfikir bahwa mereka para penyelenggara Apel Akbar 1 Juni tidak memiliki sensitifitas terhadap masyarakat Jakarta ("Betawi"), atau jangan jangan tidak mengerti apa dan bagaimana masyarakat Jakarta ("Betawi") tempat mereka tinggal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ingin mengurai sedikit saja mengenai masyarakat Jakarta  ini. Dulu di Jakarta ada stasiun radio bernama Radio Asyafiiyah di Bali Matraman tepatnya. Setiap pagi menyiarkan da'wah yang di suarakan oleh Almarhum KH Abdullah Syafii, Setiap memulai siaran,  radio itu selalu mengumandangkan lagu berjudul Panggilan Jihad   yang teksnya saya tuliskan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummi (ibu) saya dan ratusan ribu masyarakat lainnya hafal gelombang radio ini, setiap hari bila ada yang meninggal dunia maka radio ini mengumumkan berita orang yang wafat. Walaupun belum ada hp dimasa itu namun kita dapat dengan cepat mengetahui bila ada kerabat yang meninggal  melalui radio Assyafiiyah. Dapat dikatakan sang Kiayi bernama Abdullah Syafii adalah tokoh yang mempersatukan masyarakat Islam di Jakarta melalui radio dan ceramah ceramahnya. (walaupun terkadang saya agak pengeng kuping karena ummi  saya selalu menyetelnya keras keras agar anak anaknya bangun untuk sholat subuh :-) ;-) )&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KH Abdullah Syafii adalah murid dari Habib Ali Alhabsyi seorang habib yang terkenal dijamannya bertempat di kwitang, sampai saat ini Majelis Ta'limnya masih berjalan diteruskan oleh cucunya bernama Habib Abdurahman Alhabsyi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kasus Achmadiyah marak dalam pemberitaan dan pembelaan terhadap metreka pun mengalir dengan deras, sesungguhnya masyarakat berpeci dan berkoko itu sudah sangat muak. Mereka tidak menyukai kekerasan namun juga tak suka Achmadiyah didiamkan. Sesungguhnya warna masyarakat Jakarta aselinya adalah yang turun di hari senin kemarin. Mereka adalah masyarakat diam, masyarakat yang tergabung di ribuan Majelis Ta'lim yang dikelola oleh Habaib maupun Ustadz ustadz "betawi" yang umumnya memiliki kedekatan emosional dengan para Habaib, karena sebagian besar mereka adalah murid muridnya. baik langsung ataupun tidak langsung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Habib Abdurahman Assegaf adalah salah satu contoh seorang guru yang memiliki ribuan murid dan murid muridnya itu menghasilkan murid lagi, bisa diperkirakan berapakah muridnya dia, bila dari umur sebelas tahun beliau mengajar sampai akhir hayatnya diumur 90 tahun lebih. Para Habib di masa itu kebanyakan adalah habib yang tawadhu, semua langkahnya hanya berurusan dengan Syiar Islam dan tak terkait dengan politik dalam arti kepentingan pribadi, oleh karenanya mereka sangat di hormati oleh masyarakat "betawi" ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat diam itu secara ekonomi tersingkirkan, yang mereka miliki tingal satu yaitu keyakinan keagamaan pada Islam, dimana Rasulullah Muhammad SAW adalah pujaan mereka setiap hari yang disenandungkan melalui shalawatan baik beramai ramai maupun ratiban secara personal. Apa yang dilakukan oleh teman teman  di Monas itu  secara tidak langsuing sebenarnya adalah "menghina" mereka, "menghina" keyakinan mereka pada Rasulnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka Islam "kampung" sama seperti saya, kita kita ini cuma lahirnya saja di metropolitan namun pendidikan Islam masyarakat disini adalah Islam tradisional, saya lahir dan besar dalam suasana itu,  mohon maaf Lutfi Assauqani yang " Liberal" itu  pada dasarnya  sama seperti saya sama seperti  kaum berpeci dan berkoko yang turun kejalan dihari senin itu, yaitu islam "kampung" Islam tradisional yang pada intinya tak pelik pelik dalam menghayati Tuhan dan keberadaannya. Cuma Lutfi lagi ganti kulit dan saya tak mau ganti kulit saya tetap lebih suka menjadi Islam "kampung" ketimbang beraneh aneh dalam beragama.  Walaupun HMI sedikit banyak telah merubah pemikiran maupun pola  ibadah ritual islam saya setelah mahasiswa, namun saya tetap menghormati para Habaib masa lalu yang sudah Almarhum, KH Abdullah Syafii dan Habib Habib lainnya yang masih tawadhu yang tak terjebak dalam interes pribadi, dan ribuan muridnya yang telah mensyiarkan Islam dengan tulus dan ikhlas. Bahkan setelah menjadi pengurus Alirsyad pun saya tetap hadir dalam undangan Maulid ataupun Khaul yang di gelar oleh para habaib itu. (maaf bagi yang anti bid'ah buat saya hubungan kemanusiaan jauh lebih penting ketimbang berpegang  secara kaku pada mazhab)). Beberapa efek sosial kegiatan maulid ini sudah saya jelaskan dalam posting terdahulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas masyarakat "Betawi" di Jakarta berfaham Ahlus Sunnah Waljamaah sama persis dengan fahamnya NU, namun bukan Gusdur yang menjadi panutan disini, panutan masyarakat berpeci dan berkoko di Jakarta adalah KH Abdullah Syafii, Habib Abdurahman Assegaf, Habib Umar bin Hud Al Atas (cipayung)  yang semuanya sudah Almarhum.   &lt;br /&gt;Itu sebabnya Muhamadiyah, Alirsyad, Persis, tidak laku di masyarakat Jakarta ("Betawi") ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika permintaan membubarkan Achmadiyah telah mulai surut dari pemberitaan, kemudian dari beberapa tokohnya saya mendapat berita bahwa mereka "menyerah" karena tahu persis bahwa pemerintah tak akan membubarkan. Terlebih setelah ada berita tentang empat negara mendatangi DEPAG melalui perwakilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya agak aneh melihat undangan apel  akbar, untuk apa lagi apel akbar diadakan? untuk apa lagi memberi dukungan pada Achmadiyah dengan membawa massa? yang telah jelas sudah "menang" dari sisi opini, terlebih dengan kegigihan Adnan Buyung Nasution dalam membela Achmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka ketika FPI melakukan penyerbuan saya tidak merasakan kejanggalan karena provokasi itu sudah dibangun dari sebelum sebelumnya. Bahkan jauh hari sebelumnya saya sudah menulis dimilis kahmi dan lainnya dengan judul "Kampanye Memelorotkan Syariah Islam" yang berisi provokasi pada FPI dan lainnya. Bentrokan itu hanya menunggu waktu saja bahklan kalau bukan dengan FPI akan ada kemungkinan dengan Masyarakat "Betawi" Tanah Abang, atau Condet atau jatinegara tergantung siapa yang mampu menggerakkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih jauh lagi saya ingin bertanya benarkah kaum liberal pembela pluralisme  itu marah dengan sikap FPI ? Saya katakan sama sekali tidak. Karena itulah yang mereka inginkan, bentrokan itu memang sudah ditunggu tunggu agar kampanye anti Islam syariah semakin mudah, terlebih dengan dukungan media masa yang demikian kuat bahkan pemilahan beritapun dibuat sedemikian rupa. Semua hanya skenario dan korban yang jatuh dianggap adalah resiko yang harus di tanggung, kira kira seperti demo Mahasiswa 66 dan 98 berharap ada mahasiswa yang mati agar gerakan lebih dramatis dan mendapat dukungan luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak membenarkan tindakan FPI namun tolong dilihat juga bagaimana tingkah para pendukung Achmadiyah itu, setidaknya punyakah mereka sedikit EMPATI terhadap para "Islam Kampung" yang tak sehebat mereka dalam berfikir pluralisme dan tetek bengek lainnya. Punyakah mereka rasa toleran terhadap kejumudan berfikir kita kita ini yang masih kampungan, tradisional, perlu pencerahan,dsb dsb.  Adakah orang orang hebat yang elitis yang Doktoral summa cumlaude mengerti masyarakatnya sendiri.???&lt;br /&gt;Semakin "tinggi" seseorang terkadang semakin tak menginjak bumi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2380244295145144124?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2380244295145144124/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/achmadiyahhabib-betawi-kh-abdullah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2380244295145144124'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2380244295145144124'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/achmadiyahhabib-betawi-kh-abdullah.html' title='Achmadiyah,Habib, Betawi, KH Abdullah Syafii, Ect,Ect.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5651615110648699070</id><published>2008-07-07T03:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T03:50:54.357-07:00</updated><title type='text'>Jadi Umat Islam di Marahin Melulu</title><content type='html'>Ada nabi palsu tapi malah di bela sampai demo ber kali kali bahkan buat iklan di Koran, sementara yang gak suka dengan nabi palsu itu di caci maki habis habisan, gak pluralis, gak toleran, gak pancasilais, fundamentalis, puritan, islam kuno, sok benar sendiri. Anehnya lagi manusia beragama lain diajak ikut ikutan membela Ahmadiyah.&lt;br /&gt;Apa urusannya ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lembaga yang tak jelas kegunaannya untuk bangsa ini, Menteri terkait bahkan sudah teriak untuk menghentikan aktifitas lembaga itu yang bernama Namru 2, Ketika lembaga yang jelas jelas merugikan bangsa ini terkuak keculasannya, anehnya mereka diam saja, gak ada iklan di koran meminta Namru angkat kaki. Iklannya malah ngurusin/membela Ahmadiyah yang bukan bidang mereka plus caci maki pada MUI.&lt;br /&gt;Ironisnya lagi yang dituduh tidak Pancasilais itu malah paling gencar meminta Namru 2 angkat kaki. Yang pancasilais beneran itu yang mana ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Curiga pada Yahudi yang mengobrak abrik Palestina di bilang rasis. Lha kalau Yahudi lebih banyak yang baiknya kenapa nasib bangsa Palestina makin sengsara.?&lt;br /&gt;Untuk yang namanya kekayaan tega teganya seluruh mata uang berbagai negara dijatuhkan yang berdampak pada ratusan juta manusia jatuh miskin di banyak negara. Manusia dari mana yang tega berbuat seperti itu ? Anehnya lagi manusia tanpa hati nurani itu di puji habis habisan karena kemampuannya dibidang valas, di kutip pendapatnya, dijadikan tamu istimewa untuk menceramahi pembangunan ekonomi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Irak tanpa alasan yang jelas di bombardil habis habisan, negara kaya minyak itu sekarang hancur-hancuran di kangkangi Amerika, tapi yang dinilai keji selalu saja umat Islam yang udah miskin kayak gini masih aja dimusuhin melulu, lucunya yang ikutan marah pada umat Islam orang orang Islam juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afghanistan makin gak jelas nasibnya, beberapa bulan sekali selalu saja kita mendengar pemboman tentara Amerika yang mematikan anak anak kecil dan perempuan, alasannya memburu teroris tapi yang pada koit kenapa anak anak dan kaum perempuan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal manyangkut umat yang memang harus terus menerus dikritisi agar lebih baik perilakunya, namun kalau berpegang pada akidah itupun masih disalahkan juga.&lt;br /&gt;Beda beda tipis antara mengkritisi atau membenci ..???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5651615110648699070?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5651615110648699070/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/jadi-umat-islam-di-marahin-melulu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5651615110648699070'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5651615110648699070'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/jadi-umat-islam-di-marahin-melulu.html' title='Jadi Umat Islam di Marahin Melulu'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5159862894406592696</id><published>2008-07-01T09:12:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T09:16:03.629-07:00</updated><title type='text'>Ustadz TV Rusak</title><content type='html'>Seorang teman yang gregetan dengan perilaku beberapa Ustadz belakangan ini memberi dua kategori; Ustadz, yang satu dinamakan dengan sebutan "Ustadz TV Rusak."  Ustadz TV Rusak itu cuma ada suaranya saja, artinya cuma bisa ceramah, terdengar suaranya dengan jelas tapi gambarnya gak ada, Artinya perilakunya tidak sesuai dengan apa yang di ceramahkan. Cuma ada suaranya saja perilakunya tak kelihatan sebagai Ustadz.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang satu lagi diibaratkan Ustadz TV Normal,  ada suara dan ada gambarnya. Ustadz macam itu antara perkataan dan perbuatan sesuai, akhlaqnya terlihat baik dalam perilaku sehari hari. Ustadz macam itu mengajak orang pada kebaikan dan perilakunya juga sesuai dengan yang dikatakan atau dengan yang diajarkan. Walhasil Ustadz macam itu bisa menjadi contoh baik perkataan maupun perilakunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak ingin menyebut nama nama siapa siapa Ustadz TV Rusak itu karena saya yakin teman teman dimilis Al Irsyad mahfum ada dimana mereka. Tapi kalau Ustadz yang seperti TV normal itu ada dimilis ini juga namanya Ustadz Zufar Bawazier perilakunya baik, perkataannya lemah lembut tak pernah berkata yang menyudutkan orang lain kecuali yang benar benar musuh Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ustadz Abdullah Jaidi ketua Umum PP Alirsyad (Semoga Allah meridhoi dan melapangkan hatinya) Adalah juga seorang Ustadz yang termasuk TV Normal, ketika dimilis Al irsyad banyak kritik ditujukan kepadanya jawabannya singkat dan santun "kita memang harus lebih banyak bekerja untuk memperbaiki kondisi ini." Tak ada kemarahan tak ada sanggahan balik hanya menerima dan berusaha memperbaiki keadaan dengan semampunya dia. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lagi seorang Ustadz bernama Ustadz Husin Bin Hamid Alatas   berkali kali di fitnah dengan berbagai macam hal bahkan Ustad TV Rusak pernah membuat selebaran gelap tentang dia, dan jawabannya bukan membalas n cacian namun malah mendoakan para pencacinya "Semoga kita semua diampuni oleh Allah, saya memaafkan setiap perkataan atau fitnah orang lain yang negatif  pada saya, karena saya tak mau ber lama lama di padang masyar untuk menghitung dosa orang lain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Ustad TV Rusak selain cuma bisa ceramah selebihnya mengkritik kanan kiri seolah olah agama adalah medan persaingan,  kebenaran hanya menjadi miliknya sendiri dan kelompoknya. Ironisnya perilakunya sama sekali tak sesuai dengan perkataannya.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita terhindar dari perilaku Ustad TV Rusak yang yang kerjanya selalu memecah belah umat Islam.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5159862894406592696?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5159862894406592696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/ustadz-tv-rusak.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5159862894406592696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5159862894406592696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/ustadz-tv-rusak.html' title='Ustadz TV Rusak'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5189386531994177000</id><published>2008-06-24T03:32:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T12:59:21.615-07:00</updated><title type='text'>Mengisi Warung 7. (Gita Cinta dari SMA )</title><content type='html'>Saya mendapat album CD Crisye berjudul Trilogi dari 01 s/d 03. Isinya seluruh album Crisye dari Sabda Alam sampai Albumnya tahun 2004 ada disitu. Terdapat puluhan CD didalamnya yang dibuat persis seperti album album lamanya. Tentu saja didalam album Trillogi itu  terdapat Album yang berjudul Puspa Indah.&lt;br /&gt;Buat saya kumpulan lagu dialbum Puspa Indah memiliki daya tarik tersendiri karena  album itu dibuat tahun1979 ketika kita masih kelas dua SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puspa Indah di buat untuk menjadi Sound Trakc Film Gita Cinta Dari SMA, sebuah film yang dibintangi oleh Rano Karno dan Yessi Gusman. Di angkat dari Cerita Bersambung di majalah Gadis yang di tulis oleh Edi D Iskandar. Dari sisi penulisan cerber itu biasa saja bahkan terlalu "melankolis" , bukan cerita yang memiliki nilai sastra atau jalinan cerita yang memiliki kekuatan dialog. Bahkan kalau dibandingkan dengan penulis masa itu Marga T  (Badai Pasti Berlalu) dan Ashadi Siregar. (Cintaku di kampus Biru, Kugapai Cintamu,dan Terminal Cinta Terakhir) maka novel novel yang di tulis oleh Edi D Iskandar belum sekualitas dua orang yang saya sebutkan diatas.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Edi D Iskandar memiliki daya tarik tersendiri karena Cerber dan Novel Novelnya lahir di jaman kita dan laris di pasaran pada saat itu. Paling tidak Gita Cinta Dari SMA dan Puspa Indah Taman Hati telah turut mewarnai kehidupan anak SMA di akhir tahun 70an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika saya membuka isinya satu persatu, maka CD album Puspa Indah yang saya pilih lebih dahulu walaupun saya tahu bahwa penggarapan Musik di Album Sabda Alam dan Badai Pasti Berlalu jauh lebih bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada rekaman jejak sejarah di album itu, yang coba saya tarik kembali untuk hadir dalam perjalanan saya dari tempat mendapat album  itu menuju kantor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak terlalu ingat dengan siapa saja saya menonton film Gita Cinta Dari SMA sepulang dari sekolah. kalau gak salah hari sabtu, kita nonton ramai ramai dan yang mengajak saya untuk ikut nonton  namanya Heni anak Ipa/ips yang rumahnya di Cijantung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Filmnya main jam dua siang di bioskop President, film ini begitu larisnya hingga beberapa anak dari sekolah lain meniru tokoh di film itu,  (kesekolah dengan naik sepeda.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Galih dan Ratna adalah tokoh fiksi yang di ceritakan  memiliki hubungan asmara namun mendapat tantangan dari orang tua Ratna (Yessi Gusman), ada kesedihan di ending cerita dalam film itu ketika Galih mengejar Ratna di stasiun dan kereta sudah melaju menuju Jogja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bubaran saya tak bersikap apapun dan lebih memilih diam ketika sejumlah teman laki lainnya meledek teman perempuan disebabkan  matanya yang memerah.&lt;br /&gt;Ketika meloncat ke Bis untuk pulang saya cuma mengucapkan terimakasih pada Heni yang sudah mengajak saya gabung untuk melihat film itu. Dan dia masih sibuk memainkan sapu tangannya yang agak sedikit basah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rekaman sejarah menarik jarak puluhan tahun itu untuk hadir kembali dalam bayangan dan menarik  sejumlah rangkaian lainnya yang lepas-lepas,  akan tetapi tak membuat kehilangan substansi. Rangkain rangkaian itu menjelma menjadi satu pijakan bahwa kehidupan berjalan dengan alamnya sendiri sendiri tapi tak terlepas dari satu kesatuan utuh. Setiap teman disini memiliki memori sendiri tentang masa itu, dan perjalanan setelahnya menjadikan  kita dalam posisi seperti saat ini. Baik dengan keterpaksaan atau memang yang di cita citakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi apapun posisi kita sekarang ini paling tidak kita memiliki sejarah yang penuh warna, warna itu selalu cerah secerah langit di SMA 7. karena selalunya ada senyum hangat dari teman teman yang tak pernah melupakan apa yang dinamakan sahabat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mekar bersemi untaian kasih... jumpa cinta pertama...&lt;br /&gt;telah tertanam rindu dendam...semakin dalam semakin kelam..&lt;br /&gt;indah cinta berakhir duka...mengalun sunyi di buai mimpi...&lt;br /&gt;masa remaja punahlah sudah..menjauh dari angan merapuh...&lt;br /&gt;kini kucari celah bahagia....&lt;br /&gt;(Gita Cinta, Guruh Soekarno)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5189386531994177000?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5189386531994177000/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/mengisi-warung-7-gita-cinta-dari-sma.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5189386531994177000'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5189386531994177000'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/mengisi-warung-7-gita-cinta-dari-sma.html' title='Mengisi Warung 7. (Gita Cinta dari SMA )'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2801214929922514634</id><published>2008-06-21T10:04:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T10:05:26.750-07:00</updated><title type='text'>Sogo Jongkok Di Seputaran Mekkah</title><content type='html'>Sogo Jongkok di Seputaran Mekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Daerah Tanah Abang setiap hari Minggu di pinggiran jalan depan pasar Tanah Abang banyak pedagang kaki lima yang khusus berjualan disana  di setiap hari minggu, dari mulai barang rumah tangga sampai mainan anak-anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya gak tahu kegiatan ini masih berlangsung atau tidak  akan tetapi  pasar ini sempat dinamakan Sogo Jongkok dan cukup familiar dikalangan ibu rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegiatan pasar seperti itu tidak hanya ada di Tanah Abang tapi juga di seputaran Mekkah terutama dijalan menuju Masjid disamping Hotel Hilton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyiknya berbelanja disini bukanlah barang barangnya namun para penjualnya. Ketika seorang teman bertanya harga barang dalam bahasa Arab, “kam haza.?” Maka pedagang itu menjawab “ Sepoloh real “  kata pedagang itu , “ini bagous” tambah pedagang itu lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hampir tak ada pedagang di seputaran mekkah  baik yang di jalan maupun di toko yang tidak faham bahasa Indonesia khususnya dalam hal harga barang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu terdapat pasar yang sangat terkenal di Mekkah dinamakan Pasar Seng, saking familiarnya beberapa penduduk Mekkah juga mengganti nama pasar itu dengan sebutan Pasar Seng  mengikuti dengan sebutan masyarakat Indonesia. Pasar itu saat ini sudah dibongkar untuk dijadikan perluasan halaman Masjid, bukan hanya pasar yang dibongkar, namun hotel hotel yang didekatnya pun  sudah rata dengan tanah, Sopsitel, juga Sheraton sudah tinggal kenangan..  Areal Masjid diperluas sampai kejalan raya yang nantinya akan disediakan monorel  untuk menuju Masjid. Saya sangat apresiate dengan langkah pemerintah Saudi ini. Insya Allah di bulan puasa dan dimusim Haji mendatang, saya kira paling cepat tahun depan,  kita tak perlu berdesakan untuk sholat di areal Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasar Seng sangat terkenal sebagai arena belanja barang barang murah berupa tasbeh, topi haji, jam, kurma,sajadah, abaya  dsbnya. Para pedagang  di pasar seng maupun di kaki lima seputaran Haram, memanfaatkan  musim umroh maupun musim haji untuk menjual dagangan mereka. Anehnya saya tak menjumpai satupun penduduk Saudi yang berdagang disitu, umunya para pedagang adalah dari luar negeri yang sudah mukim disana, seperti Ethopia, Mesir, Yaman, Bangladesh juga dari Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kawan sering kecele ketika menanyakan harga barang atau ketika meminta konci kamar hotel. seorang teman yang meminta konci kamar hotel dalam bahasa arab yang terbalik balik, pegawai hotel ini malah bertanya dalam bahasa Indonesia. “kamar nomor 512 ? Tanya pegawai itu..? “naam” jawab teman saya “oh sudah diambil  teman kamoe.” Terang si petugas hotel lagi dalam bahasa Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya mereka faham bahasa Indonesia, dan juga sangat suka dengan orang Indonesia karena relatif mudah diatur, royal dalam berbelanja, juga jarang membuat masalah. Berbeda dengan masarakat dari negeri tertentu yang hampir menjadi mayoritas pekerja disana, yang sering kali membuat masalah. Beberapa waktu lalu 5 orang diantaranya di hukum gantung karena memperkosa kemudian membunuh korban yang diperkosanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi saya mungkin termasuk yang susah “diatur”.  Beberapa tahun lalu  saya ribut dan marah  dengan polisi Saudi yang bertugas di areal Masjid,  kekasaran mereka dalam mengusir orang yang sedang Sholat membuat saya naik pitam. Ketika sajadah saya diambil dengan cara yang menurut saya agak kasar, maka saya membalasnya dengan menarik dari tangan polisi itu dengan menghentak sajadah dari tangannya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merasa sebagai orang Saudi. Polisi itu tak senang hati saya pun balas berhadapan dan saling menunjuk,. Kami bicara dalam bahasa yang sama sama tidak kita fahami, buat saya yang penting dia tahu saya marah, dia mau mengerti atau tidak udah gak urusan. Seketika itu pula seorang komandannya menghampiri sambil menyabarkan dan berkata “ sobri sobri ya haj” (sabar sabar ya haji.) Saya masih tak senang hati dan menunjuk nunjuk muka polisi tadi itu, komandannya itu bertanya pada saya “dari mana kamu, ? “sayapun menjawab dengan nada tinggi. “ Indonesia !!!”, Sebagai orang Indonesia sering kali kita pasang kuda kuda lebih dulu kepada orang lain, karena terlalu sering  Indonesia dianggap negeri terbelakang atau diremehkan, baik di Jepang maupun Amerika bahkan Malaysiapun ikut2an bersikap seperti itu.  Dan Komandannya itu berkata sambil tersenyum. “La, la, Anta mus min Indonesia ” (tidak, tidak, kamu bukan Indonesia) saya tak faham lagi pembicaraan komandan polisi  setelahnya. Namun teman saya yang faham bahasa Arab mengartikan  “kamu bukan Indonesia,  gak ada orang Indonesia  pemarah seperti kamu..”  kata sang komandan, Saya gak jadi marah tapi ketawa sendiri akhirnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan memang sering kali kita salah faham dengan polisi disana karena tempat yang penuh sering kali kita sholat di jalan yang menghalangi jalan masuk ke Masjid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara mereka memang menurut kita disini agak kasar, tapi teman saya menjelaskan kalau polisi disini bekerja seperti cara polisi di Indonesia akan seperti apa kejadiannya. Ada jutaan orang dan umunya tak bisa diatur, “Badu’ badu’ itu harus dihadapi dengan cara Badu’ pula’” kata teman saya dan  saya cuma diam merasa saya juga seperti Badu’i akhirnya. :-):-)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para pedagang kaki lima terkadang bukan hanya dari  Asia maupun Afrika tapi juga dari Eropa Timur, atau Palestine, Seorang teman beberapa tahun lalu  bersama sama dalam satu rombongan. Saya heran kenapa dia rajin bulak balik ke pedagang kaki lima dibelakang Dar El tauhid Intercon,  ketika sekali waktu saya mengikutinya. Ternyata…..?? ??? Pedagangnya itu..... Masya Allah berhitung mancung bermata biru berkulit putih kemerah merahan, super super cantikkkk. Pantassssss dia rajin bulak balik&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2801214929922514634?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2801214929922514634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/sogo-jongkok-di-seputaran-mekkah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2801214929922514634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2801214929922514634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/sogo-jongkok-di-seputaran-mekkah.html' title='Sogo Jongkok Di Seputaran Mekkah'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5757641616250205717</id><published>2008-06-21T03:23:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T13:11:54.112-07:00</updated><title type='text'>Menikmati Tawaf</title><content type='html'>Ada kesalahan yang selalu berulang ulang dilakukan oleh orang yang berumroh maupun ber haji, Kesalahan itu adalah terburu buru sewaktu melakasanakan tawaf. Anehnya tergesa gesa dalam bertawaf yang dilakukan itu tidak menghasilkan apapun, sebaliknya malah mengesalkan orang lain, tabrak sana tabrak sini. Setelah selesai tak ada yang dituju melainkan hanya sholat didalam Masjid atau meneruskan dengan melaksanakan Sya'i.&lt;br /&gt;Padahal kita tidak dalam posisi di kejar-kejar waktu, lain halnya bila kita berada di jakarta atau terlibat dalam sebuah pekerjaan. Umumnya orang yang datang hanya khusus untuk beribadah jadi mengapa harus terburu buru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awal pertama tama saya juga termasuk yang melakukan tawaf seperti itu, selalu terburu buru yang membuat kita tidak konsen dalam berdoa bahkan kehilangan kenikmatannya.&lt;br /&gt;Dalam tawaf banyak pemandangan yang menyejukkan hati bila saja kita mau sedikit saja memperhatikan di sekeliling kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melihat seorang tua yang kakinya lumpuh dia bertawaf dengan menarik tubuhnya dengan tangannya padahal banyak kursi roda disediakan, namun dia ingin melakukan dengan tenaganya sendiri dalam berjalan mengelilingi Ka'bah. Saya melihat sebuah pelajaran kesabaran dalam ketaatan beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak lama kemudian seorang anak tersenyum gembira diatas pundak seorang bapak mengucapkan dengan lidah yang masih pelo mengikuti  seruan takbir yang dilakukan oleh ayah dan ibunya. Sebuah pendidikan tauhid dari semasa kecil nampak disitu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak perempuan cantik berjalan membacakan  sebuah kitab berisi doa dan zhikir,  tangan kanannya, menuntun sang ayah yang mulai renta. Seorang bapak yang berbahagia dan seorang anak perempuan  sholehah menuntunnya dengan sabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian tiga orang berbadan besar berkulit hitam berjalan bergandengan tangan dengan cepat cepat tak mau saling melepas, menerobos orang orang yang didepannya, sebuah nafsu berbadah yang hanya merugikan orang lain. Sebuah pelajaran tentang egoisme.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Seorang anak lelaki mendorong kursi roda yang ditumpangi oleh ibunya, seolah tak ada beban dia gembira bisa melayani ibunya dalam beribadah. sebuah pelajaran tentang menjadi waladun Sholeh.&lt;br /&gt;Saya melihat sekian puluh orang beradu  kuat untuk mencium hajarul aswat, nafsu beribadah berubah menjadi saling dorong dan adu kekuatan, sebuah pelajaran tentang "kebodohan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya berjalan perlahan lahan saja, berdoa dan berzhikir sambil menikmati semua pemandangan didalamnya. Semua merupakan pelajaran tentang etika, adab, cinta, kepatuhan bahkan egoisme.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang tergambar disitu seperti potongan potongan hidup yang mencerminkan diri kita sendiri dalam berbagai sifat keburukan maupun kebaikan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5757641616250205717?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5757641616250205717/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/menikmati-tawaf.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5757641616250205717'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5757641616250205717'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/menikmati-tawaf.html' title='Menikmati Tawaf'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1360286836295493389</id><published>2008-06-19T09:24:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T09:26:31.404-07:00</updated><title type='text'>Alhamdulillah Umat Islam Masih Ada.</title><content type='html'>Siang tadi saya  berbincang bincang dengan seseorang yang sederhana yang tak banyak berfikir neko neko, baginya tugas urtamanya adalah ber "ibadah" dengan bekerja apa saja untuk membiayai hidupnya dan kedua orang tua yang menjadi tanggung jawabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi, Rabu 19 Juni, dia meninggalkan semua tugas "ibadah"nya, menawarkan mobil bekas, berdagang madu, makelar rumah  semua kerja serabutannya yang tiap hari digeluti ditinggalkan, dia lebih memilih Demo di Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan motor bebeknya dari Ujung Jakarta, pagi pagi sekali dia menyiapkan diri untuk menyatu bersama umat Islam dari berbagai majelis ta'lim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah ribuan manusia dia menelfun dengan gembira dan mengabarkan dengan nada seperti baru dapat komisi besar.. "Alhamdulullah.. Alhamdulillah... Umat Islam Masih Ada."  Saya tak begitu faham awalnya namun  akhirnya saya mengerti, selama ini dia cuma melihat berita dari TV dan media lainnya mengenai Ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kali ini dia melihat secara langsung ribuan manusia di Monas yang masih mencintai Rasul dan Agamanya. Dia bergetar melihat dr muda yang ganteng yang telah berjihad diberbagai medan perang bersama Mer C, ketika dr Joserizal Jurnalis ber orasi ditengah massa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Alhamdulillah Umat Islam Masih Ada."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tersenyum tapi juga merenung dengan pernyataan orang itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi tadi  saya lebih memilih tidur setelah bergadang sampai subuh, melihat Perancis digunduli Italia 2-0. Astagfirullah hal Azim.....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1360286836295493389?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1360286836295493389/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/alhamdulillah-umat-islam-masih-ada.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1360286836295493389'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1360286836295493389'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/alhamdulillah-umat-islam-masih-ada.html' title='Alhamdulillah Umat Islam Masih Ada.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-6287530000970903682</id><published>2008-06-16T10:09:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T10:27:37.245-07:00</updated><title type='text'>Sebuah Kampanye Yang Gagal</title><content type='html'>Minggu 1 Juni siang hari saya mendapat khabar Apel Akbar AKBB rusuh mereka diserbu oleh massa FPI. Saya langsung terfikir kali ini habislah FPI, Front Pembela Islam itu masuk dalam perangkap,  mereka telah di provokasi terus menerus sampai akhirnya terjadi bentrokan dan minggu 1 Juni itu adalah puncak dari berbagai provokasi terhadap mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malamnya seluruh stasiun berita TV menyiarkan aksi brutal yang dilakukan oleh Massa FPI.  Berbagai hujatan bermunculan terutama dari tokoh tokoh pro prluralis, bahkan beberapa   sms masuk ke HP saya dengan jelas menuding Habib Rizieq dalang dari semua kejadian itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya saya sudah tak bisa mengikuti berita lagi terkecuali hanya dari sms yang terus menerus memberi khabar, seorang teman saya yang pernah jadi anggota FPI masuk dalam DPO. Agak aneh juga berita itu..?  Bang Ical (Faisal Motik) dll juga rajin mengirim berita mengenai kegiatan banser NU dan Garda Bangsa yang membuat latihan perang untuk menyerang markas FPI di Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tokoh tokoh anti kekerasan anti monopoli kebenaran  menjunjung tinggi kebebasan,  rajin memberi kuliah tentang keberadaban, etika,  kebebasan berkeyakinan, toleransi beragama dsbnya. Umat Islam mendapat kuliah gratis setiap hari setiap saat baik melalui media koran maupun media TV tanpa lupa diakhirnya dengan embel embel bubarkan FPI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua sms yang masuk itu terbaca sikap umat islam "tradisional" menjadi ambigu satu sisi tak suka Ahmadiyah satu sisi lainnya kekerasan FPI juga menjadi tamparan tersendiri. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komunitas Arab ribut terutama karena komentarnya Syafii Maarif yang bernada rasis di koran Sinar Harapan, saya juga gak jelas apa maksud Syafii Maarif itu apa hubungan Arab dengan FPI, termasuk teman saya yang baik hati selalu bertutur lemah lembut dan ahli dalam pemikiran Kunto Widjoyo bernama  AE Priyono, juga membawa bawa Arab dalam persoalan FPI itu, Munarman  yang jelas terlibat dan ada di Monas apakah ada hubungan dengan asal daerahnya.? Kali ini para orang pintar itu teperosok dalam kemarahan yang tak terkontrol.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mansyur Alkatiri mengirim sms keluar dari milis akibat postingnya AE Priyono itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua teman seperjalanan mendapat sms dari keluarga dan teman temannya mengenai situasi Jakarta mengenai kasus insiden Monas. Setiap acara makan bersama setelah selesai sholat dari Masjid, tak lain saling memberi khabar terbaru dan diskusinya adalah situasi terkini dari tanah air.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berita kemudian datang,markas FPI dikepung sekian ratus polisi untuk menangkap anggota Laskar Pembela Islam yang terlibat insiden Monas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan kami bersama ketika itu FPI habis sudah dan Ahmadiyah akan menjadi organisasi yang dilindungi memiliki kebebasan yang sama dengan oraginisasi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa hari kemudian muncul sms akan ada demo untuk membubarkan ahmadiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demo yang tak dirancang dengan baik itu asalnya pun cuma dari segelintir anak anak muda di Pekojan dan Pedati,  Saya tak yakin demo itu akan besar karena Partai Islam yang memiliki basis massa dan terbiasa turun kejalan tak memberi respon, terlebih tak lama kemudian dua orang nama Habib yang disebut dalam sms menyatakan tak tahu menahu dengan sms itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabtu pagi seorang teman memberi berita telah ada kesepakatan diantara Kiayi dan Habaib di Jakarta diantarnya Kiayi Abdul Rosyid Abdullah Syafii dll,  untuk menggelar Demo di hari Senin, dan sms ajakan demo itupun berseliweran terforward kesekian ribu orang, saya sendiri mendapat sms yang sama sebanyak 10 kali lebih.  Anehnya teman teman yang selama ini cenderung "kiri" ikut2an mengirim sms dan mau ikut turun dihari senin itu. Inti demo meminta pemerintah membubarkan Ahmadiyah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin siang sehabis ziarah dimaqam Rasul, saya membuka HP langsung ada beberapa sms yang masuk  memberitakan Jalan Sudirman Macet total depan  Istana dipenuhi oleh masyarakat berpeci dan berkoko.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taka lama kemudian seorang teman yang sudah berangkat dari Madinah ke Riyad menelfun sambil berteriak  "Allah Hu Akbar Ahmadiyah telah dibubarkan." Dia mendapat berita dari anggota MER C Jogja. Lalu SMS masuk juga kesaya berisi ketidak puasan atas keputusan SKB baik dari kubu pendukung Ahmadiyah maupun kubu yang anti Ahmadiyah dengan alasan yang berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesampainya di Jakarta saya membuka seluruh halaman koran beberapa hari kebelakang dan berita berita televisi yang telah lewat berhari hari kemarin melalui internet. Luar biasa dasyatnya kampanye anti FPI itu, bahkan program Delik di RCTI  tadi malam pun masih memberitakan dengan sangat miring mengenai FPI dan tingkah lakunya yang mencerminkan kekerasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pagi ini saya jalan menuju kantor melewati matraman, Jatinegara dan condet disepanjang jalan banyak terpampang spanduk berisi meminta Ahmadiyah dibubarkan dan dukungan terhadap FPI. Beberpa anak muda sebelumnya beberapa hari lalu juga menelfun akan mendirikan ranting FPI didaerahnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anehnya lagi semua polling media mengenai pembubaran FPI berakhir dengan hasil terbalik dari yang di kampanyekan, Dukungan untuk FPI tidak dibubarkan jauh lebih tinggi prosentasenya dibanding yang meminta dibubarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak mampu menjelaskan para ahli sosiologi lah yang mungkin bisa menjelaskan mengapa kampanye media kali ini gagal  dalam membangun opini masyarakat dan membawa kepada apa yang mereka inginkan. Jauh sekali hasilnya dibanding ketika kasus Inul mucul kepermukaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi saya pribadi kekerasan LPI adalah satu hal dan pembubaran Ahmadiyah adalah hal lainnya lagi. dan kalau ditanya apa sikap saya pada kekerasan itu Jelas saya tidak menyetujuinya. Namun bila ditanya apakah Ahmadiyah patut dibubarkan maka sikap saya tegas saja. AHMADIYAH HARUS dan WAJIB DIBUBARKAN. Ahmadiyah bukan kasus beda tafsir agama. AHMADIYAH ADALAH PENISTAAN TERHADAP AGAMA.!!!!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-6287530000970903682?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/6287530000970903682/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/sebuah-kampanye-yang-gagal.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6287530000970903682'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6287530000970903682'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/07/sebuah-kampanye-yang-gagal.html' title='Sebuah Kampanye Yang Gagal'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2045823862039467327</id><published>2008-06-09T03:03:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T03:17:49.543-07:00</updated><title type='text'>Salam Dari Madinah</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;ya habib.... salam alaika... ya nabi salam alaika... Ya&lt;br /&gt;Rasul.... salam Alaika....shalawatu llah alaika....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada yang tak bisa dijelaskan bila memasuki kota ini kota yg&lt;br /&gt;memiliki sejuta keajaiban sejarah.. terasa nyaman.. terasa&lt;br /&gt;tenang, tapi entah kenapa selalunya saja tidak membangun&lt;br /&gt;keriangan, tapi memecah bola air menurun perlahan melalui&lt;br /&gt;mata, selalu nya ada air mata yg tumpah ketika langkah&lt;br /&gt;kaki menapaki masjid, terlebih ketika maqam tiga manusia&lt;br /&gt;agung tampak didepan mata, ada jarak sejarah yang terentang&lt;br /&gt;jauh, namun terasa sangat dekat karena pesan2 agung&lt;br /&gt;terdengar hampir setiap hari yang mendekatkan jarak&lt;br /&gt;sejarah, seolah cerita keagungan mereka baru kemarin&lt;br /&gt;kemarin terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assalamu alaika ya Habibullah, Assalamualaika ya&lt;br /&gt;Rasullullah, Assalamualaika ya Abu Bakri, Assalamualaika&lt;br /&gt;ya Umar Ibnu Khatab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Madinatul munawarah sebuah kota didunia yg selalunya saja&lt;br /&gt;memanggil dari jauh, selalunya saja lorong lorong masjid&lt;br /&gt;maupun menara menampakan dirinya terutama ketika ramadhan&lt;br /&gt;tiba.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada cinta yg tak terjelaskan lewat definisi logika, utak&lt;br /&gt;atik rasio dan dekik dekik teori lainnya yg hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cuma ada hati yg selalunya saja merindukan bila jarak&lt;br /&gt;waktu terbentang terlalu lama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya Rasullullah salamun alaik... ya Habibullah salamun&lt;br /&gt;alaik...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdoa &amp;amp; termenung di karpet berwarnarna hijau bernama&lt;br /&gt;Raudhoh.... taman diantara taman surga. disisi maqam tiga&lt;br /&gt;manusia agung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbayang nasib negeri, luruh hati, sesak pikiran, ketika&lt;br /&gt;kaum penista agama para pemfitnah Rasul agung, berdiri&lt;br /&gt;tegak dgn jumawa atas nama kebebasan berkeyakinan. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Rasulullah kekasih hati...Akhlaqmu memancarkan kasih&lt;br /&gt;sayang.. Ajarannmu memberi keselamatan. .. Cintamu terpancar&lt;br /&gt;indah sampai diakhir khayatmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ummati...ummati. ...lirih suarmu menjelang ajal. Nasib&lt;br /&gt;ummatMu menjadi panggilan nurani didetik detik akhir&lt;br /&gt;kehidupan..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan kini diantara kami, di antara ummat yang kau cintai,&lt;br /&gt;yang akan kau berikan syafaat diakhir hari kemudian.&lt;br /&gt;Mereka memfitnahmu. .. mereka menistakan ajaran Mu.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami tak rela engkau dinistakan kami tak rela ajaranMu yg&lt;br /&gt;suci diselewengkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai Rasul kami, wahai penutup para nabi, syafaatmu&lt;br /&gt;memberi keselamatan, Engkau tak rela bila satu saja&lt;br /&gt;diantara kami memasuki Neraka, Engkau meminta dan memohon&lt;br /&gt;pada Pengutus MU untuk menyelematkan seluruh umat melalui&lt;br /&gt;SyafaatMu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wahai junjungan kami... jangan lepaskan kami dari&lt;br /&gt;syafaatmu, jangan tinggalkan kami dari umatMu terdahulu,&lt;br /&gt;Wahai sang pemilik pengorbanan, wahai pemilik kesabaran,&lt;br /&gt;satukan kami diantara umatMU yang kau cintai, satukan kami&lt;br /&gt;dalam syafaatmu...&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2045823862039467327?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2045823862039467327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/salam-dari-madinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2045823862039467327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2045823862039467327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/salam-dari-madinah.html' title='Salam Dari Madinah'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-1775668086020589824</id><published>2008-06-01T20:41:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T20:42:30.532-07:00</updated><title type='text'>Ganal Hawa dan Taufik Kiemas</title><content type='html'>ganal hawa… ganal..…..gana wiramanal hawa ramana…&lt;br /&gt;Urimsyil asmarani syabakna bil hawa …..&lt;br /&gt;Amaranal hawa wina ‘isyna ilisyakbakna yukholisna  ya habibi..&lt;br /&gt;Syaghalbali yaba yaba…&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ganal Hawa .&lt;br /&gt;( Abdel Halim Hafeds)&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Rabu 28 May 2008 Hamid Basyaib mengajak saya bersama teman teman kahmi pro network untuk melihat pertunjukkan  Arabian Music, disebuah restoran di bilangan Jakarta Selatan. Hamid mensponsori sebuah Event Organiser bernama Sigma Production yang dikomandani oleh Amera. Hamid yang saya kenal memang lebih kental warna Arabnya ketimbang Islamnya, jadi tak aneh bila Hamid  sangat bersemangat bila terlibat dalam hal  seperti ini tak tanggung tanggung dia memborong 50 buah ticket masuk.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sigma Production merupakan EO yang memang memiliki spesialisasi dalam membuat pertunjukkan Arabian Music, kali ini  tak main main, mereka men set up ruangan restoran itu menjadi ruang pertunjukkan yang bonafide dengan design lampu maupun penempatan meja yang disusun dengan artistik. Ketika pertunjukkan dimulai maka melentinglah suara piano  dengan ruangan yang sengaja digelapkan, lalu terdengar suara seorang penyanyi yang tak nampak orangnya. Sebagian besar pengunjung mencari dari mana datangnya suara itu, tak lama kemudian dari ujung ruangan ditengah penonton paling belakang, seorang berstelan Jas hitam hitam dengan baju berwarana merah maroon berkulit putih berjalan perlahan sambil menyanyikan syair lagu nashibi dunia. Maka tepuk tanganpun bergemuruh. Sang penyanyi bernama Fuad Balfas.berjalan dengan santai menuju panggung tak tampak kepanikan dalam gerakannya, suaranyapun terdengar merdu dan gayanya sangat rileks persis seperti penyanyi Arab profesional pada umumnya, yang suka kita lihat di siaran TV Timur Tengah melalui Parabola.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Tak banyak waktu jeda yang diberikan pada penonton, pertunjukkan pun mengalir dengan lancar yang dibagi dalam empat sesion, dimulai dengan lagu lagu lama berasal dari Yaman seperti narbu’dak, ana baadba galbi dll, namun  tidak seperti pertunjukkan gambus pada umumnya yang terkesan asal saja, dalam penampilan  kali ini dari mulai urutan lagu sampai kostum diatur dengan apik, bahkan seluruh pemain dan penyanyi berkostum dengan rapih. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menurut Fuad Balfas  mereka melakukan GR satu hari sebelumnya, dan terus menerus melakukan latihan secara individual dihari hari menjelang pertunjukkan. Acara itu memberi pemahaman pada saya bahwa; anak anak muda itu mampu bekerja secara profesional dibidangnya.  Berusaha  menunjukkan yang terbaik bakat yang mereka miliki.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Disamping Fuad Balfas terdapat pula vokalis lainnya bernama Anis Shahab anak seorang penulis , yang bukunya saya beli sampai puluhan buah untuk dibagikan kepada kawan kawan.  Menurut saya buku itu luar biasa bagusnya berjudul DIALAH MUHAMMAD (SEBUAH NOVEL) ditulis oleh Idrus Shahab yang baru saya tahu malam itu Idrus Shahab adalah ayah dari Anis Shahab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Anis tampil dengan  elegan berstelan jas warna hitam dengan baju hitam bergaris putih,  Anis tampil sedikit lebih atraktif dari Fuad namun tak mengurangi keanggunan penampilan mereka berdua.    &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Sekitar jam sebelas malam sesaat setelah Faisal Motik (bang Ical) senior saya di ISAFIS datang, Taufik Kiemas beserta Indah Dahlan yang baru saja menghadiri acara 1000 harinya CakNur di Taman Ismail Mardjuki memasuki ruangan, bersama kawan lainnya yang umumnya saya kenal sebagian besar adalah aktifis. &lt;br /&gt;Ada Chalid Muhammad mantan ketua umum WALHI yang baru saja pensiun kebetulan juga berdarah Arab, Chalid adalah Al Amri dari Palu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Menjadi kebiasaan bagi saya untuk mengamati berbagai hal, baik hal yang paling kecil maupun yang besar apalagi acara ini dibuat oleh Jamaah dan diisi oleh kalangan Jamaah pula, dan malam itu saya harus berkata; Ternyata Jamaah bisa bekerja secara professional dalam membuat sebuah acara.   &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ketika Kiki Amalia vokalis perempuan menyanyikan lagu Ganal Hawa  miliknya Abdul Halim Hafedz. Taufik Kiemas yang mengemari lagu lagu Ummu Kulsum tampak sangat menikmati, ketika lagu itu berakhir dia berdiri dan memberi aplaus pada sang penyanyi. Benar apa kata Indah Dahlan, acara ini memang  Taufik Kiemas yang minta setelah  Taufik Kiemas mendengar cerita dari Indah Dahlan yang melihat Mustafa Abdullah tampil ditempat yang sama beberapa bulan lalu.  Ketika Mc menawarkan lagu apa yang diinginkan oleh Pak Taufik maka seketika meluncur dari mulutnya sebuah judul lagu yang selama ini sudah dikenal luas, Haram Tahibak. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Secara umum konser malam itu dapat dikatakan berjalan bagus dan patut diacungi jempol walaupun terdapat sedikit kekurangan disana sini, dan panitia telah berusaha maksimal agar pertunjukkan itu berjalan sopan. Sebagaimana konser musik yang lebih mengutamakan pertunjukkan musikalisasi musik Arab,  ketimbang memfasilitasi sebuah pesta gambus yang cuma membuat tempat untuk banyak orang berjoget. Apa lagi setelah munculnya acara Empat Matanya Tukul di saluran TV Trans 7 satu hari sebelumnya, yang menghebohkan kalangan jamaah itu.(saya mendapat beberapa sms bernada negatif atas acara di TV itu). Susunan lagupun dibuat agar lebih klasik dan sengaja diarahkan untuk megerem gairah penonton untuk tampil didepan berjoget. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun diantara ratusan orang yang hadir tentu ada saja satu dua orang yang agak nyeleneh. dan saya  tertawa ketika mendengar Hamid Basyaib yang liberal itu menggerutu, ketika satu dua perempuan Jamaah berlaku agak berlebihan malam itu, sekaligus meledeknya “katanya Liberal ada perempuan yang kayak gitu kok kesal..?” Dalam hati saya semakin yakin, mau sok seliberal apapun  Hamid itu, tapi Arab tetap saja Arab. Gak bakalan suka ada perempuan berlaku berlebihan didepan umum.???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-1775668086020589824?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/1775668086020589824/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/ganal-hawa-dan-taufik-kiemas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1775668086020589824'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/1775668086020589824'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/06/ganal-hawa-dan-taufik-kiemas.html' title='Ganal Hawa dan Taufik Kiemas'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-6918021737558020716</id><published>2008-05-25T06:01:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T06:21:00.253-07:00</updated><title type='text'>Sabtu Malam di Galeri Cafe</title><content type='html'>&lt;em&gt;Salam dari Desa Leo Kristi &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalau ke kota esok pagi  sampaikan salam rinduku &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakan padanya padi-padi telah kembang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Ani-ani seluas padang Roda giling berputar-putar siang malam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tapi bukan kami punya&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalau ke kota esok pagi sampaikan salam rinduku&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakan padanya  tebu-tebu telah kembang Putih-putih seluas padang  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Roda lori berputar-putar siang malam &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tapi bukan kami punya  Anak-anak kini telah pandai menyanyikan gema merdeka&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Nyanyi-nyanyi bersama-sama tapi bukan kami punya &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Tanah pusaka, tanah yang kaya tumpah darahku Di sana kuberdiri  &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Di sana kumengabdi  dan mati  dalam cinta yang suci &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Kalau ke kota esok pagi sampaikan salam rinduku &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Katakan padanya nasi tumbuk telah masak Kan kutunggu sepanjang hari kita makan bersama-sama di gubuk sudut dari desa gubuk sudut dari desa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;Sabtu malam di Galeri Cafe (eks restoran Venesia) di TIM, saya gak sengaja masuk kesana karena ada undangan untuk makan malam bersama teman teman. Ada group Band yang salah satu pemain dan vokalisnya saya kenal, Amir Mashabi anak petamburan. mereka menyanyikan lagu lagu barat bercampur pop Indonesia kadang juga lagu melayu lama (Mashabian.)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekitar jam 10 an malam datanglah Amir Husin Daulai teman lama saya semasa kuliah, dia Aktifis di Unas dan salah satu mahasiswa yang giat dalam membangun pers mahasiswa dimasa itu. Amir masuk ke restoran itu bersama rombongan sekitar 10 orang lebih.&lt;br /&gt;Satu dua teman temannya ikut bernyanyi dan satu orang lagi bernama Reza naik keatas panggung membawa gitar elektrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Reza sang pemain gitar memainkan jarinya memetik metik snar, yang lambat lambat saya mencoba mengingat lagu yang dimainkan, ya.. akhirnya saya ingat.. (Gula Galugu Suara Nelayan) salah satu lagu rakyat miliknya Leo Kristi. Agak tercengan cengang karena hampir tidak pernah saya mendengar ada orang menyanyikan lagunya Leo Kristi baik di TV swasta maupun di berbagai restoran apa lagi dimainkan dengan seapik itu,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selesai dia bernyanyi sayapun berteriak dari belakang, meminta dia bernyanyi Salam dari Desa, gak dinyana seketika itu pula teman teman Amir Husin naik kepanggung membawa Bas ditambah dengan seorang perempuan juga, rupanya mereka adalah komunitas fans Leo Kristi dan jadilah malam itu seperti tahun 80an di Teatre Arena TIM ketika kami duduk dilantai menikmati Leo Kristi yang selalu manggung di bulan Agustus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kereta Tua, Gulagalugu, sampai Jabat Tangan Erat Erat Saudaraku mereka mainkan dengan apik, dan sebagian teman teman saya  umumnya bertanya tanya ini lagu apa seumur umur gue gak pernah dengar kok lho hafal.?. saya senyum senyum sendiri... Bagaimana menjawabnya,? Leo Kristi memang bukan group yang lagunya diterima pasar secara luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun di Jaman kuliah kita miskin banget, gak kenal  hal hal yang berbau kemewahan seperti mahasiswa sekarang, ternyata saya merasa lebih beruntung karena dimasa itu kita punya hiburan lain yang jauh lebih dasyat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;kalau cermin tak lagi punya arti pecahkan berkeping keping...&lt;br /&gt;kita berkaca diriak gelombang.....&lt;br /&gt;dan sebut satu kata AKU!!&lt;br /&gt;Jabat tamangan erat erat, saudaraku saudaraku...&lt;br /&gt; &lt;/em&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-6918021737558020716?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/6918021737558020716/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/05/sabtu-malam-di-galeri-cafe.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6918021737558020716'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6918021737558020716'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/05/sabtu-malam-di-galeri-cafe.html' title='Sabtu Malam di Galeri Cafe'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-8699854081907300699</id><published>2008-05-19T06:31:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T06:33:38.527-07:00</updated><title type='text'>The Kite Runner( Syariat Islam Dalam Beberapa Novel)</title><content type='html'>"Mereka tidak melakukan apapun kecuali menghitung butiran tasbih dan memamerkan hafalan isi kitab yang ditulis dalam bahasa yang tidak mereka fahami, kuharap Tuhan melindungi kita semua jika suatu saat nanti Afghanistan jatuh ketangan mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu salah satu dari berbagai kalimat tendensius tentang Thaliban dalam Novel The Kite Runner. Ada beberapa novel tentang Afghanistan yang sudah saya baca diantaranya The Swallows of Kabul terbitan pustaka Alvabeth, juga Samir dan Samira juga pustaka Alvabeth penerbitnya dan beberapa lainnya, Semua ditulis oleh orang Afghan sendiri dan semuanya bernada miring bila cerita berkait dengan regim Thaliban. Akan tetapi seorang wartawati Inggeris masuk Islam setelah ditawan oleh regim Thaliban, dia terpana atas penghargaan yang begitu tinggi terhadap wanita. Sangat kontradiktif dengan apa yang diceritakan oleh penulis Afghanistan sendiri. Bukunya belum saya baca dan saya dengar sudah terbit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal mengharukan dalam novel The Kite Runner terutama menyangkut Hasan seorang bocah yang ditakdirkan lahir menjadi "anak haram."  Bocah yang begitu setia menjadi kawan sekaligus pelayan. Sebagaimana film Killing Fi ld, seorang wartawan yang mencari temannya dibawah regim Polpot, Novel inipun bercerita tentang pencarian seeorang paman mencari anak saudara tirinya yang sekaligus pelayannya di Afghanistan yang sedang dikuasai regim Thaliban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Novel ini sangat nampak penolakannya pada regim yang menterjemahkan Syariat Islam dalam kehidupan. Terutama tokoh Baba Shahib ayah dari Amir Jan yang memang berpandangan sekuler, namun diakhir akhir cerita ketika Sohrab keponakan tiri Amir jan mencoba melakukan bunuh diri. Amir Jan yang belasan tahun melupakan sholat mengaji puasa, berzakart dan sebagainya kembali mencari Tuhan dalam kesulitannya dan berjanji melakukan ibadah individual yang telah lama dia tinggalkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sama seperti Novel Afghan lainnya, Thaliban memang menjadi sarana efektif untuk menjadi contoh bobroknya perilaku sebuah negara yang menerapkan syariat Islam. Saya tidak tahu bagaimana dengan Iran namun sebuah buku baru saja terbit dengan latar belakang revolusi Iran, belum sempat saya baca (masih teronggok diatas meja kantor) sepertinya ceritanya juga sama. Selain itu ada dua buah buku yang bercerita tentang kehidupan pangeran Saudi Arabia berjudul Princes Sultana 1 dan 2. Bila Thaliban di dalam Novel Afghan sangat bobrok dalam kekerasan dan menciptakan kebodohan namun menjaga moral dalam perzinahan bahkan jenggot palsu pun menjadi  laku dipasaran. maka dalam Novel Sultana para pangeran Saudi berperilaku seperti kaum yang selama ini "dikafirkan, " bahkan lebih parah lagi mereka mengobral keuangan negara untuk kesenangan pribadi. Setelah dua novel yang merupakam kisah nyata seorang puteri itu terbit, lalu lahir pula sebuah Novel berjudul The Girls of Riyadh yang juga merupakan kisah nyata tentang empat gadis Saudi, isinyapun berisi protes atas penindasan kaum wanita yang di jastifikasi atas nama agama.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu Novel sejarah India berjudul Taj Mahal ditulis oleh John Shores, bercerita, salah satu penyebab kehancuran kerajaan India dibawah kaum muslim adalah,  Aurangzheb, seorang  pangeran yang anti bid'ah sangat keras  sikap anti Hindunya juga tamak pada kekuasaan bahkan memenjarakan ayahnya sendiri (Syah Jahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kira lebih banyak lagi novel dengan latar belakang kisah nyata dan bersetting syariah Islam yang telah terbit diseantero penjuru dunia, namun  bernuansa negatif terhadap penerjemahan Syariah Islam dalam kehidupan. Baik itu Saudi Arabia, Iran, Pakistan dsbnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya tidak sependapat bila penulisnya dengan mudah dikatakan sebagai orang orang yang anti Islam, mereka bukanlah orang yang selama ini di klaim sebagai propagandis Amerika, Barat dan sekutunya sebagaimana selama ini didengungkan bila Islam disuarakan secara negatif. Asumsi saya, mereka adalah orang orang muslim yang anti penindasan dalam berbagai bentuknya termasuk atas nama agama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan terbesarnya adalah sejauh mana kemampuan kaum muslim  menerjemahkan Syariat Islam itu sendiri dalam kehidupan, tanpa berujung pada pada penderitaan kaum tertentu (wanita) dan tak menyengsarakan masyarakatnya sendiri..?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ps, Selesai membaca buku The Kite Runner saya bersama tiga anak saya menonton filmnya yang berjudul sama  dirumah, ketika film berakhir anak saya yang nomor tiga bertanya "Thaliban itu apaan sih Bah ?" dan harusnya saya menjawab dengan baik menerangkan dengan halus bahwa Thaliban itu adalah Regim yang berkuasa di Afghanistan, yang berusaha  melaksanakan hukum hukum dalam syariat Islam secara murni, menerangkan dengan panjang lebar agar anak itu mengerti dengan baik berbagai masalahnya. Tapi tak saya lakukan. Saya cuma menjawab dengan spontan "Thaliban itu sekelompok orang Goblok yang menerapkan Syariat Islam dengan kedegilan otak mereka.." Saya tidak mengambil kata tolol atau bodoh agar lebih halus tapi Goblok dan Anak saya tak bertanya lagi. Dia cuma akan faham dikepalanya bahwa Thaliban itu brengsek. Satu kesalah kecil yang akan besar artinya dikemudian hari....? &lt;br /&gt;Sebuah film yang membangun emosi dan membuat saya ikut dalam kebodohan model Thaliban...&lt;br /&gt;__._,_.___&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-8699854081907300699?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/8699854081907300699/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/05/kite-runner-syariat-islam-dalam.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8699854081907300699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8699854081907300699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/05/kite-runner-syariat-islam-dalam.html' title='The Kite Runner( Syariat Islam Dalam Beberapa Novel)'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-8480723477722833630</id><published>2008-05-08T09:39:00.000-07:00</published><updated>2008-08-29T09:58:19.601-07:00</updated><title type='text'>Kampanye Memeloroti Hukum Agama</title><content type='html'>Semakin hari semakin terlihat apa yang diperjuangkan bukan lagi hak hak sipil tapi melebar semakin jauh. Ahmadiyah dibela bukan hanya hak hidup penganutnya tapi juga keyakinannya, Homo dan Lesbian bukan lagi hak dasar kemanusiannya tapi juga orientasi seksualnya diberi pembenaran. Sialnya lagi  dengan mengutak atik ayat yang sudah Qot'i. Ayat yang sudah tak perlu ditafsirkan karena bunyinya terang benderang.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Provokasi pada kelompok Islam garis keras sepertinya hanya medan antara,  kekerasan mereka bukan ingin ditertibkan tapi sebaliknya ingin di MAKSIMALISASIKAN. karena bukan kekerasan  yang menjadi musuhnya bahkan kekerasan kelompok Islam garis keras itu, menjadi alat kampanye kaum Islam Phobia. Tujuan sebenarnya adalah  keyakinan kita pada agama yang ingin di TANGGALKAN. Semakin hari provokasi semakin dipertajam agar kelompok kelompok islam marah dan  menarik keuntungan dari situ. Membaca berbagai pendapat diberbagai  media massa juga diberbagai milis terakhir posting jurnal Lesbian yang dikirim kemana mana, jelas sudah kecenderungannya  bukan kelompok garis keras yang ingin ditertibkan tapi keyakinan kita pada agama yang ingin di "TERTIBKAN". Berganti menjadi etika umum etika otak manusia  yang membolehkan segalanyanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih aneh lagi  bisa bisanya berkata: hadist hadist yang bicara tentang Homo itu palsu alias lemah alias dhoif. Setahu saya intelektual punya kriteria dalam memberi pendapat berdasarkan keilmuannya, menjadi pertanyaan besar, kapan menjadi DR dibidang hadist ? dimana dan kapan belajarnya ..? apa kompetensinya menyatakan  hadist itu palsu, dhoif, lemah dsb. Secara kasat mata sudah sangat jelas terlihat, keberadaan Islam garis keras bukanlah hal yang merugikan mereka tapi sebaliknya  dijadikan alat  untuk sekaligus memeloroti keyakinan kita pada agama. Setiap hari diprovokasi bahkan ditantang dengan tujuan agar lebih merusak lebih menunjukkan kekerasan agar kampanyenya semakin efektif.   Kalau itu yang memang diinginkan saya pun bisa berkata: Bukan otak model Islam Phobia yang memerdekakan negeri ini tapi otaknya umat Islam yang punya keyakinan pada kalimat Syahadat, punya keyakinan pada arti kalimat  Allah Hu Akbar, punya keyakinan pada Muhammad Rasulullah. Mereka adalah manusia manusia yang kalau masih hidup hari ini masuk  dalam kriteria oleh kaum "penista agama" sebagai "EKSTRIM FUNDAMENTALIS. " Itulah watak seaseli aselinya dari kaum yang katanya menghargai pluralisme tapi membenci orang lain yang masih mempercayai Tuhan dan hukum hukumNya bahkan mengingkari sejarahnya sendiri. Pengerusakan pada aset Ahmadiyah apalagi mencelakai penganutnya jelas SALAH. tapi membela keyakinan mereka yang mempercayai ada Rasul lain setelah Muhammad jelas LEBIH SALAH lagi.  Membela Homo dan Lesbian adalah syah dan hak masing masing orang, Akan tetapi membela mereka dengan membelokkan  ayat Qur'an apalagi menafsirkan ayat bahwa Homo dan Lesbian (orientasi seksual)  tidak dilarang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah hanya melihat Taqwa bukan orientasi seksual."  (Musdah Muliya) Secara tersirat terbaca bahwa  keyakinan pada kebenaran agama ingin diruntuhkan melalui segala cara termasuk dengan dalil agama yang dibuat buat. Tidak ada yang menyukai kekerasan terlebih pada kaum minoritas,  kelompok kelompok Islam itu sepertinya masuk dalam "perangkap" provokasi yang berlebihan. Saya yakin seyakinnya memang kekerasan itulah yang dinginkan oleh  kaum "penista agama". Agar lebih mudah menjauhkan kita dari keyakinan pada agama. Agama itu merusak agama itu masa lalu agama itu sudah out of date.....  itu adalah inti dari semua yang mereka kampanyekan  dan itulah yang diinginkan oleh mereka kepada kita sebenarnya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-8480723477722833630?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/8480723477722833630/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/05/kamapanye-memeloroti-hukum-agama.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8480723477722833630'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8480723477722833630'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/05/kamapanye-memeloroti-hukum-agama.html' title='Kampanye Memeloroti Hukum Agama'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-8190653700086924003</id><published>2008-02-06T09:10:00.000-08:00</published><updated>2008-11-18T07:02:45.523-08:00</updated><title type='text'>Pagi Hari di SMA 7</title><content type='html'>Pagi hari di SMAN 7 Gambir Jakarta.&lt;br /&gt;Kelas baru saja dimulai dari balik jendela Ibu Elli mulai menerangkan Bahasa Indonesia mengenai kalimat menerangkan dan diterangkan, tiba2 Dian melambaikan tangan dari balik jendela meminta saya keluar kelas. “ Ada apaan .?” tanya saya begitu keluar dari kelas. “anterin gue ke Gunung Agung gue lupa bawa bawa map buat tugasnya pak Sianturi” selak Dian terburu buru.&lt;br /&gt;“gue gak bawa motor nanti jam istirahat pertama gue anterin lho, Bu Eli udah lihat gue didalam masak gue mau bolos, udah ntar gue pinjam motor sama Marga.”&lt;br /&gt;“ya udah tolong jangan enggak Geis ya… Masak lho tega gue kena daprat sama Pak Sianturi”&lt;br /&gt;“Ya udah jangan kuatir yuk gue masuk dulu gak enak sama bu Elli”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bell istirahat pertama berbunyi, buru buru saya lompat kelantai bawah menuju kelas 3 Ips 5 mencari si Batak satu bernama Marga Prana… " Ga… gue pinjam motor mau nganterin si Dian kegunung Agung “ ucap saya langsung begitu ketemu. “Busyet dah pagi pagi lho udah mau pacaran..” jawab Marga asal. “emang motor lho kemana ..? “ tanyanya lagi.&lt;br /&gt;“STNK nya habis belum di perpanjang, udeh… cepetan nih ntar gue telat habis istirahat gue ada ulangan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jarak Gunung Agung dari SMA 7 dengan motor cukup 5 menit ditambah lagi dengan gaya membawa motor yang seolah ingin menjemput maut, gak sampai lima belas menit saya sudah mengembalikan kunci motor ke Marga dan bisa mengikuti kelas berikutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam istirahat kedua Marga mencari saya dikelas dan melaporkan‘ “Geis.. Sobleker Motor gue ilang diembat maling “ teriaknya. “yang bener lho Ga… tadi gue parkir di Pedok (tempat parkir khusus motor di sekolah diberi nama pedok) masak bisa ilang tuh motor” jawab saya kaget dan merasa bersalah.&lt;br /&gt;“Bukan Motornya yang hilang tapi Sobleker sebelah kiri…”&lt;br /&gt;Bersama sama kami ke Pedok dan melihat motor Honda GL yang Soblekernya sebelah sudah gak ada itu…&lt;br /&gt;“siapa yang ngembat Sobleker ini motor ..?” tanya saya pada tukang Parkir yang ada disitu.&lt;br /&gt;“Gak tahu “ jawabnya ogah2an.&lt;br /&gt;“ Marga…!!!! kita gebukin aja ini anjing… kalau dia gak tahu, pasti dia yang ngembat” Teriak saya gak senang hati&lt;br /&gt;“ Bukan saya yang mengambil tapi si Stevi balas tukang parkir membela diri “ sambil mengasih tahu malingnya yang juga pelajar disitu yang salah satu pelajar pecandu Obat. BK, Rohipnol, Valium, dsb adalah obat2an yang biasa dipakai untuk teler dijaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak tahu bagaimana ceritanya kasus ini sampai kekepala sekolah dan Stevi pun diamankan di Polsek Cideng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Besoknya sepulang sekolah Marga sudah menunggu di Kantin “Lho mau kemana Geis..?” tanyanya.. “ “Gue mau pulang jaga toko, abang gue udah pesan dia mau pergi hari ini jadi gue yang jagain pangkalan.” Jawab saya&lt;br /&gt;“Tolongin Gue hari ini bisa gak ?” tanyanya&lt;br /&gt;“ Tolongin apaan…?” balas saya balik bertanya.&lt;br /&gt;“ Anterin Gue Besuk si Stevi dia dipenjara di Polsek Cideng” ajak Marga.&lt;br /&gt;“Ah gila lho udah motor kita yang dicolong masih juga kita yang besuk dia” jawab saya mangkel.&lt;br /&gt;“Udah deh kasian itu anak yuk kita besuk.” Ajaknya lagi.&lt;br /&gt;Setengah terpaksa saya mengikuti kemaunnya sambil mikir2 pulang bakal dimarahin karena telat pulang buat jaga Toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Polsek Stevi keluar dari sel diantar petugas menemui kami diruang besuk, Stevi memohon mohon untuk membantunya dikeluarkan dari sana . Dan Marga menghadap kekepala Polisi disitu saya gak jelas apa yang diomongkan mereka… Namun dijalan Marga meminta saya ikut kerumahnya.&lt;br /&gt;“ Aduh Ga … Abang gue ngamuk ntar… Sorry deh ntar malam aja gue kerumah Lho kalau perlu gue nginap” “Benar lho ya” Marga menegaskan “ iya bener gue bawa baju seragam, besok sekolah dari rumah lho.” Jawab saya. Kami memang sering menginap dirumahnya Marga, biasanya malam minggu sekitar lima enam orang kita jalan jalan dengan mobil teman atau naik motor ramai ramai lalu bergadang sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bubaran sekolah kami langsung menuju Polsek Cideng dan Marga membawa setumpuk uang dalam amplop yang diserahkan pada petugas disitu dan Stevie pun bebas dari&lt;br /&gt;Penjara tempat dia disekap. Sebenarnya kasusnya tidak akan sejauh itu bila saja kepala sekolah yang sudah muak dengan Murid yang mencandui obat2an tidak melakukan pengaduan ke polisi. Dan saya faham kenapa Marga minta kerumahnya karena dia ingin saya membantu membujuk ibunya agar bersedia mengeluarkan uang untuk membebaskan Stevi. Tak ada dendam tak sakit hati dalam dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak hal kami lalui bersama bahkan bertahun tahun setelah masa SMA selesai&lt;br /&gt;Pagi ini Rabu 5 Februari 2008 jam 9 pagi hp saya berdering terlihat nomor yang tidak ada dalam memori saya. “ halo….ini Geis ya..” suara perempuan terdengar disana.&lt;br /&gt;“ya benar siapa ini..?” tanya saya… “ini Pepi Geis.. kakak iparnya Marga” terdengar suara disana yang sangat jelas sedang menangis. “ya ada Pepi.? ” “Marga meninggal Geis… Jenazahnya masih di Malaysia hari ini sampai di Jakarta ;”&lt;br /&gt;“Innalillahi wainna ilaihi Rojiun.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jalan… semua teriakan…semua cela2an bersama , Batang pohon besar di puncak ketika kami menepikan Motor di waktu bolos sekolah… semua tiba tiba menyeruak saling berlomba mengingatkan masa yang pahit ketika kami kalah berantem dan muka legam2, masa 2 tertawa tawa ketika naik Bajaj bersepuluh orang ketika dunia hanya selebar otak dan pengetahuan kami, dan masa masa menghadapi realitas hidup ketika anak dan keluarga harus lepas dari genggaman ketika nasib tak berfihak….&lt;br /&gt;ketika dunia terlalu luas untuk difahami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selamat jalan kawan……Semoga kamu lebih beruntung di alam sana .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Ditulis ketika sedang menunggu jenazah Marga Prana Haloho)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-8190653700086924003?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/8190653700086924003/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/02/pagi-hari-di-sma-7.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8190653700086924003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/8190653700086924003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/02/pagi-hari-di-sma-7.html' title='Pagi Hari di SMA 7'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2977404448925049303</id><published>2008-01-22T01:48:00.001-08:00</published><updated>2008-01-22T01:49:26.826-08:00</updated><title type='text'>Abah Seolah Penguasa, Umi Yang Berkuasa</title><content type='html'>Lazim diketahui pada umumnya anak anak laki kecil keturunan Arab nakal nakal dan tak bisa diatur, ada pameo yang menyatakan bila ada anak kecil Arab diam duduk tenang dan rapih bawalah kedokter mungkin lagi sakit. Kenakalan kenakalan baik di sekolah maupun dirumah bukan sesuatu yang aneh dan sudah bukan berita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para orang tua jaman dulu menyiapkan gesper (ikat pinggang) untuk menghukum anaknya, berbagai macam model  hukuman dari ikat pinggang, dikunci dalam kamar mandi maupun menaruh sebatang kayu lalu menaruhnya disela dua kaki dan menyuruh anak itu berjongkok menjepit batang kayu itu. Lain lagi hukuman para guru ngaji, sebatang pinsil ditaruh di antara dua jari lalu di jepitnya dengan keras yang membuat siterhukum meringis, terkadang rotan rajin datang menyuntuh bagian tangan atau paha karena mengaji yang terbata bata dan selalu salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam rumah abah adalah penguasa jarang sekali anak meminta keperluan untuknya langsung kepada abahnya, biasanya disampaikan melalui Umi'. Unsur ketakutan lebih dulu tercipta yang membuat anak sulit terbuka apa lagi menyatakan berbagai keberatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi kekuasaan Abah bersifat fisikal tidak menyentuh hati, karena hati anak Arab dikuasai Uminya' senakal apapun anak Arab bila air mata Umi' menetes maka jiwanya luruh, mungkin menjadi tukang kelahi, mungkin mabuk diluar rumah mungkin pula berlaku kriminal tapi begitu melihat mata ibunya melotot, matanya tak berani memandang melorot turun kebawah terlebih bila melihat Umi menangis maka hukuman rotan mungkin lebih diinginkan  ketimbang melihat seorang Umi bersimbuh air mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepatuhan pada ibu bukanlah sesuatu yang didapat lewat khotbah di pengajian apa lagi doktrinasi, kepatuhan pada Umi adalah pelajaran dari contoh langsung  perilaku para Abah dimasa lalu, setiap pagi orang tua laki mencium tangan ibunya mencium kening ibunya bertanya seputar keseharian atau kesehatannya lalu meminta doa, baru abah itu berangkat ke toko, bila rumahnya berlainan dia pergi dulu kerumah ibunya baru berangkat ketempat kerja. Tak jarang sepulang kerja dia tidak kembali kerumah istri dan keluarganya dulu tapi kerumah ibunya melihat keadaannya sore hari bercengkrama dengan santun, baru kembali ketengah istri dan anak anaknya. Dari masih kecil anak anak  Arab melihat yang seperti itu setiap hari berbulan dan bertahun,  masuk dalam alam bawah sadar terinternalisasi dan menjadikan seorang ibu seorang wanita suci. Doanya adalah lapang nya jalan, Doanya adalah kebahagiaan, Doanya adalah keberanian mengarungi dunia kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umi adalah manusia yang berkuasa dalam rumah tanpa kepalan tangan tanpa sebuah rotan dan ikat pinggang Umi berkuasa melalui hati dan perasaan, melaui jemari lembut yang menyebokkan kencing kita ditengah makan siangnya, Umi berkuasa melalui air susunya ditengah suhu badannya yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para Abah  dimasa lalu  tak menunggu didatangi ibunya, tak menunggu ibunya meminta sesuatu darinya, bila dia memiliki uang untuk pergi haji maka uminya dululah yang pergi haji, bila dia memiliki uang untuk membeli rumah yang lebih baik ibunya dululah yang menempati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini tradisi semakin longgar, cinta semakin berjarak oleh kesibukan dan kebutuhan duniawi tapi cinta para Umi masa lalu tak berjarak barang sehelai rambut, cinta para umi menunjukkan kekuatan fisik dan mental dari segala beban yang dihadapi didalam rumah. Memberikan ruang untuk anak anak tumbuh dengan sehat. Memiliki kapatutan, etika, dan Adab. Walaupun anak itu tujuh, sepuluh, bahkan dua belas ia menerima hidupnya sebagai ibu bukan pesaing dari sang suami.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2977404448925049303?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2977404448925049303/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/01/abah-seolah-penguasa-umi-yang-berkuasa.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2977404448925049303'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2977404448925049303'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2008/01/abah-seolah-penguasa-umi-yang-berkuasa.html' title='Abah Seolah Penguasa, Umi Yang Berkuasa'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-4599287306914923504</id><published>2007-10-19T06:48:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T06:53:42.617-07:00</updated><title type='text'>Negeri Dongeng Bernama UAE</title><content type='html'>.&lt;br /&gt;Saya tidak memiliki waktu lama memasuki negeri yang menjadi perhatian dunia saat ini (UAE), namun dalam beberapa cerita dari warganya yang saya temui, hampir tak ada yang tak memuji negerinya dengan sangat antusias. Kesan puas dibawah pemerintahan yang sangat memperhatikan rakyatnya sangat nampak dari cara mereka menceritakan berbagai kemudahan dan kesejahteraan yang mereka dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika memasuki airport Abu Dhabi saya tak terlalu antusias, karena tak pernah memasuki negeri Arab lainnya kecuali Saudi untuk berumroh atau Haji, juga tak pernah tidak merasa jengkel dengan petugas imigrasinya yang sangat lama dalam menangani pasport. Satu persatu diteliti terkadang seenaknya meninggalkan meja mengobrol dulu dengan temannya sementara antrian menjulur panjang, Mereka tidak perduli dengan kelelahan orang yang mengantri dan lelah berjam jam didalam pesawat. Jangan mencoba memprotes karena tindakan mereka akan lebih ekstrem lagi. Anda bisa disingkirkan dari antrian. Para Badu' Badu' itu tak pernah belajar bagaimana menangani pekerjaan dengan cepat. Selalu merasa paling benar sendiri, dan jangan heran terkadang berlaku peraturan yang keluar dari isi kepalanya sendiri. Kesombongan sebagai negeri yang dikunjungi oleh manusia berbagai penjuru dunia sangat menjadi jadi, Mereka tak pernah berfikir bahwa kalau tidak karena Mekkah dan Madinah tak akan banyak&lt;br /&gt;orang mau datang kenegerinya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua yang ada Saudi sangat menarik ada mesjid dimana ka'bah didalamnya, ada Madina dimana Rasul dimakamkan dan ada makanan dan buah buahan yang banyak sekali dan semuanya nikmat, mereka juga sangat royal dalam membangun fasilitas Haji, royal dalam bersedekah, Paling banyak memberikan bantuan terutama kepada Indonesia dibanding negara Arab lainnya. Sangat perhatian dalam masalah agama. Cuma satu yang tak menarik, yaitu sifat keras dan selalu marah tanpa alasan. Berteriak teriak pada kawannya diantara meja petugas imigrasi adalah hal yang biasa&lt;br /&gt;Selalu terburu buru bila menginnginkan sesuatu, satu hal kecil saja bisa saling memaki dengan sangat kasar, namun jarang sekali yang saling pukul karena penjara "sangat terbuka lebar," dan polisi tak segan menangkap terutama orang dari luar Saudi. Agak kontradiktif, pada umumnya mereka rahim dalam soal harta, tapi pelit untuk yang namanya Akhlak kepada orang lain. Berbeda dengan kita disini sangat menjaga tatakrama, tapi pelit dalam membayar zakat :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesan pertama saya adalah pelayanan di Airport Abu Dhabi tak akan jauh berbeda dari Arab Saudi, paling tidak sama Arabnya dan sama badu'nya, akan tetapi kesan itu lenyap dan berubah menjadi kekaguman. Ada negeri Arab yang sangat modern, akhlak, bahkan melebihi kemoderenan Airport di Amerika. Saya berhadapan dengan seorang petugas perempuan yang tak percaya saya dari Indonesia... . "Khalifa...? anta ...aseli aseli Indonesia..? "&lt;br /&gt;"naam" jawab saya, petugas itu masih tak percaya, dia melihat nama di pasport yang mirip dengan nama rajanya dan melihat muka saya yang tidak mungkin dari Indonesia pikirnya. Dia meminta temannya melihat pasport saya dan temannya itu berbicara padanya dalam bahasa Arab yang saya tak mengerti, lalu mencap pasport dan mengucapkan selamat datang dinegerinya. Ramah dan bersahabat yang sangat tidak mungkin anda dapatkan hal seperti ini di Airport Saudi Arabia. Lima kali saya kenegeri itu dan kata teman saya bahkan dari puluhan tahun lalu dan sampai puluhan tahun lagi Airport itu tidak berubah pelayanannya jadi jangankan baru lima kali..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki arena airport Abu Dhabi terdapat berbagai toko toko dari mulai jam, farfum dsb bahkan terdapat toko yang memajang aneka macam minuman keras.......&lt;br /&gt;Ketika keluar dari Airport saya diajak mengelilingi kota Abu Dhabi lalu masuk kehotel yang bernama Emirat Palace, panjang Hotel itu 2 KM dan luas kamarnya 650 m2. Harga perkamar standarnya 30 juta rupiah dan suit room nya 150 juta rupiah, Hotel ini belum ada apa apanya dibanding Hotel Jumaira atau Borjul Arab yang berada di Dubai. Hotel termewah didunia dan hanya ada dua buah didunia hotel semacam Borjul Arab. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Dhabi menuju Dubai memakan waktu kira kira dua jam perjalanan, sepanjang jalan menuju Dubai terdapat puluhan atau mungkin pula ratusan gedung tinggi menjulang. Saya tak sempat menghitung tapi saya yakin ada lebih dari seratus dikanan kiri jalan Gedung yang baru sedang dibangun, dan disepanjang jalan raya terdapat fondasi untuk pembangunan monorel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengantar saya bertanya berapa meter gedung paling tinggi didunia..? saya katakan 400 meter lebih berada di Malaysia dan di Toronto... lalu dia menunjukkan satu gedung yang sedang dibangun lalu mengatakan. Dubai sedang membangun gedung setinggi seribu meter dan gedung itu tampak dari kejauhan... "seribu meter..?" Pikir saya, tapi gedungnya lalu nampak didepan mata bukan katanya lagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diapun bercerita warga negara disini bila ingin menikah pemerintah akan memberi pasangan itu uang sebesar 70.000 Dirham satu diharham LK Rp 2300. Gedung perkawinan gratis dan mendapat rumah dengan gratis pula, bila ingin membuat perkebunan, pemerintah memberikan tanah untuk digarap memberikan pupuk dengan gratis dan hasilnya dibeli kembali oleh pemerintah. Ada tunjangan untuk anak bahkan bila keluarga tersebut memelihara binatang maka ada tunjangan lain untuk binatang yang dipelihara.&lt;br /&gt;Bila kita sakit maka rumah sakit beserta obat obatnya gratis, namun bila RS disana tak mampu menyembuhkan dan harus dikirim keluar negeri. Maka ongkos pesawat dan biaya RS termasuk biaya hotel dan biaya hidup satu orang yang menemani pasien ditanggung oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang kerabat teman saya yang kebetulan menjadi warga negara disana bergelar dokter dan gajinya sebesar 40.000 dirham sebulan, lk Rp 100 jt, gaji pegawai lokal harus lebih tinggi dari gaji orang asing. dan ada kerabatnya pula baru lulus SMA memiliki kemampuan bahasa inggeris dengan bagus, maka anak itu boleh memilih kuliah dimana dia mau dengan biaya pemerintah, dan selama dua bulan kerabat yang menemani mendapat jatah $100 sehari. Anak itu memilih kuliah di Ohio. Bila orang Saudi berliburan lebih banyak ke Asia karena murah.. maka orang Dubai berliburan lebih banyak ke Eropa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila ingin membeli mobil, rumah atau apartementn dengan kredit, maka semua itu akan diberikan asalkan pembayaran cicilan tidak melewati 50% dari gaji yang diterima. Tahun cicilan dapat diangsur selama 95 tahun dan bila penerima kredit meninggal dunia maka seluruh hutangnya dianggap lunas.&lt;br /&gt;Harga mobil HUMMER baru di Indonesia mencapai 2 miliyar rupiah sedangkan di UEA berkisar Rp 500jt karena semua mobil bebas pajak impor.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum memasuki negeri ini saya berfikir akan melihat anak anak muda dengan kaos dan jeans dalam mobil mewah yang akan berseliweran bergaya western... ternyata tidak... Masyarakat di UAE sangat bangga dengan baju Thube nya, mirip dengan baju Saudi namun tidak berkerah, memakai gutra (surban) dan igal (ikat kepala) bukan merah kotak kotak tapi putih sebagian lagi melipatnya diatas kepala membentuk seperti topi bundar berlancip lancip diujungnya.. berkulit putih dan keren keren juga sangat percaya diri. Namun ketika bicara tak ada kesan angkuh, mereka memahami bahasa inggeris dan India, bahkan anak anak kecil bicara dengan muhtaram (akhlaq) ...Kief khalaq .... thoyib....? apa khabar apakah menyenangkan disini..? Kief Indonesia quais..? (bagaimana Indonesia Bagus..?)&lt;br /&gt;Perempuannya jangan ditanya... kulitnya putih kemerahan dan matanya hitam alisnya hitam pekat, nada bicaranya... ..? pantas kalau dikatakan suara perempuan itu aurat....:): ) karena mukanya tidak ditutup maka bisa bisa kita keseleo leher kebanyakan nengok kanan kiri, teman saya berkata "kita jalurnya terbalik harusnya kemari dulu baru umroh bukan sebaliknya, agar dosanya bisa terhapus di Umroh." maklum lagi bulan puasa takut batal :):)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negeri ini negeri sekuler, tapi jangan mengira masyarakat UAE menjadi sangat permisif tradisi Islam sangat ketat mereka junjung, perempuan aseli di UAE sangat menjaga kehormatan. Tradisi dan kemoderenan berlangsung dengan harmonis. yang nampak "murah" dijalan jalan adalah perempuan dari berbagai negeri lainnya seperti Eropa dan Asia.yang orang Dubai sendiri acuh tak acuh. Mereka tak begitu peduli melihat bule bule berpakaian seadanya di pantai Abu Dhabi. Di sepanjang jalan dipinggiran pantai terdapat taman dan rumput yang hijau merata, ini negeri padang pasir tapi hijau dimana mana.. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lepas dari Dubai saya memasuki wilayah Sarjah sebuah negeri yang juga tergabung dalam UAE, negeri kecil namun sangat cantik ada danau ditengah kota tak banyak gedung tinggi namun kotanya ditata sedemikian rupa, Raja Sarjah bangga dengan kebijakannya apa yang ada di Dubai tak akan ada disini. Di Sarjah tak terdapat minuman keras tak ada diskoteq, Namun pendatang dari India sangat banyak melebihi jumlah penduduk aseli, mereka bekerja apa saja dari mulai tukang sapu sampai penjual kartu handphne. Saya gak bisa membedakan sedang dinegeri Arab atau sedang berada di Bombay, salah satu teman seperjalanan yang "wahabi", sepanjang jalan menjadi bahan olokan karena fanatisme pada Saudi, kali ini dia punya jawaban untuk membalas.... "Ini negeri...... Negerinya Hindi (India) bukan negeri Arab." (sebagian Arab memiliki pendapat miring tentang orang India) Sama seperti orang Malaysia berpandangan tentang orang Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari Sarjah kami menuju Al Ain sebuah negeri yang juga tergabung dalam UAE perjalanan memaka waktu kurang dari dua jam, jalan Tol disini sangat lebar dan kosong, kecepatan mobil bisa mencapai 200 km perjam. Namun bila jalan secepat itu dan tertangkap polisi bukan hanya SIM yang dicabut tapi mobilnyapun bisa dikandangkan dan tak dikembalikan. Hukum disini sangat ketat tak ada yang berani bermain main dengan hukum, kecuali anak anak muda yang melakukan kebut kebutan dipadang pasir....&lt;br /&gt;Bila dijalan mereka membatasinya dibawah dua ratus KM agar bila tertangkap hukumannya lebih ringan.&lt;br /&gt;Kalangan perempuan di negeri inipun bebas mengendarai mobil kemana mereka mau.... &lt;br /&gt;Ada cerita menarik: keluarga yang mengantar kami memiliki pembantu perempuan dari Indonesia, pembantu itu bisa menyetir mobil. Mengantar anak sekolah atau pergi kepasar, pembantu itu yang membawa mobil. Pada Jum'at malam teman anaknya menelfun memberi khabar "saya lagi kebut kebutan dengan Khadam (pembantu) kamu dijalan " hebatnya lagi pembantu itu bisa atraktif ikut ikutan memiringkan mobilnya, berjalan hanya dengan dua roda....&lt;br /&gt;Anehnya saya tak pernah melihat polisi didalam kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hanya memiliki satu kartu identitas baik KTP Asuransi maupun lain lain, Administrasi penduduk yang sudah sangat modern. Tidak banyak orang gelap kecuali agen agen TKI nakal dari Indonesia yang sering membuat masalah memberangkatkan TKW tanpa ijin resmi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat fasilitas yang diberikan negara itu, akan terkesan masyarakat UEA akan manja dan pemalas... Mereka membuka toko sampai tengah malam, beberapa orang tua bercerita tentang investasi yang menguntungkan dibeberapa bidang terutama properti. Beberapa anak muda yang baru lepas kuliah saya temui sedang bersemangat membuka usaha baru, dan anak anak muda yang masih kuliah merencanakan akan melanjutkan kuliah perminyakan di Universitas tertentu yang terkenal dengan spesialis perminyakan. .. Mereka bersaing dengan berbagai bangsa yang ikut meramaikan negerinya. Saya tak memiliki data berapa yang gagal kuliah diluar negeri, tapi dari beberapa keluarga yang saya temui tak satupun anak anak mereka yang tak selesai kuliahnya baik didalam maupun diluar negeri....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Uang dari hasil minyak yang mereka dapat bukan sekedar di konsumsi tapi diputarkan kembali untuk menjadikan UAE (Dubai) sebagai pusat perdagangan dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Almarhum Syaikh Khalifah Zayed AL nahyan Raja Abu Dabhi sekaligus pemimpin UAE, memiliki kegemaran membantu orang, dia gemar membuat pekerjaan yang di cari cari, pekerjaan yang bukan untuk kepentingannya tapi sekedar membantu orang luar mendapat pekerjaan. Salah satunya dia memelihara 2000 ekor onta lalu dikeperjakan 300 orang untuk merawat onta onta tersebut. Setelah meninggal Syaikh Zayed, onta onta itu diberikan kepada rakyat karena memang tak ada manfaat. Raja yang rahim ini sangat dicintai rakyatnya, anak anak sekolah sewaktu beliau hidup sering bernyanyi sambil mendoakan "ya thowil umrokh syaikh Zayed" (semoga panjang umur wahai syakh Zayed)&lt;br /&gt;Ada ungkapan:  rakyat Abu Dhabi mau patungan sebagian umurnya untuk diberikan pada syaikh Zayed agar berumur panjang.&lt;br /&gt;Dari Al Ain ke Abu Dhabi terdapat tanah yang dikurung ratusan meter panjangnya, saya bertanya itu tempat apa.? Teman saya menerangkan, Itu tempat berkumpulnya anak yatim. Syaikh Zayed mengumpulkan anak Yatim dari berbagai negara Arab, dan karena dia takut anak anak itu tidak dirawat oleh negara setelah dia wafat, maka Syaikh Zayed mengatas namakan sebagai bapak dari anak anak itu, agar negara tetap menjamin kehidupan para anak anak yatim itu dan dijadikan resmi sebagi keputusan negara, mereka disekolahkan dan diberi pekerjaan setelah selesai sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak cerita tentang kebaikan Syaikh Zayed yang diungkapkan oleh rakyatnya, tentang orang India yang melompat kemobilnya atau hadiah kepada orang yang ditemui dijalan, hadiah yang paling diharapkan bagi pendatang adalah Warga Negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan yang terbentang dikepala saya, dimanakah letak syariat Islam berada.....? di Arab Saudikah yang benderanya bersimbol lafat Allah dengan berbagai hukumnya dan polisi syariah (mutawa) atau di UEA yang jelas jelas negara sekuler..... ?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-4599287306914923504?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/4599287306914923504/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2007/10/negeri-donfeng-bernama-uae.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/4599287306914923504'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/4599287306914923504'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2007/10/negeri-donfeng-bernama-uae.html' title='Negeri Dongeng Bernama UAE'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-5796198869112878137</id><published>2007-10-15T06:37:00.000-07:00</published><updated>2008-08-31T06:38:51.347-07:00</updated><title type='text'>Malam 27 Ramadhan di Tengah Jutaan Umat Islam</title><content type='html'>Saya tak bisa memahami logika pemerintah Arab Saudi, wilayah masjidil Haram sudah sangat terbatas, kepadatan manusia sudah tidak memenuhi daya tampung kapasitas Masjid maupun halamannya. Dulu sekali saya percaya pernyataan seorang teman bahwa hotel hotel di seputar  Haram akan digusur untuk perluasan Masjid  dan dipindahkan jauh kebelakang. Umroh terakhir saya tahun 2003  dan tahun ini walaupun agak mendadak dan tidak ada rencana sama sekali saya berkesempatan kembali mengunjungi pusatnya pusat dunia ciptaan Allah SWT, Mekah Almukaramah. Dan ternyata hotel hotel yang katanya akan digusur tersebut ternyata bukan digusur namun malah bertambah banyak setelah Hotel DAR ATTAUHID (Inter Continental) selesai pembangunannya. Kini disamping Hotel HiILTON, Bin Laden Membangun hotel yang sangat besar, mewah dan sangat tinggi. Disamping Mal dan Apartement yang sedang dibangun Bin Laden tersebut, juga sedang digarap hotel  miliknya Walid Bin Talal....(Konglemer at Arab Saudi pemilik Citi Bank.)&lt;br /&gt;Persis disamping halaman dekat tempat Sya'i berdiri megah tiga apartement milik raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umroh disepeluh hari terakhir ramadhan adalah puncak puncaknya kepadatan manusia jauh lebih padat dibanding musim haji, bila dimusim haji umat islam datang ke Mekah bertawaf dan sya'i lalu pergi lagi, ada yang ke Madina ada yang ke Mina namun di akhir bulan Ramadhan baik penduduk Arab saudi dari Jeddah, Riyad, Damam, Taif dll, Maupun dari negara2 lainnya  datang ke Mekah dan tak keluar dari wilayah itu sampai waktunya mereka pulang... Jadilah jutaan manusia berpakaian putih pada umumnya memenuhi segenap penjuru Masjid. Pembangunan hotel hotel yang berdempet dengan halaman Masjid tersebut sebenarnya mengambil hak umat islam untuk beribadah dgn baik... Di setiap waktu sholat para jamaah bukan hanya didalam masjid atau dihalaman Masjid bahkan dijalan raya  maupun didalam lobbi hotel yang dipakai untuk shalat. kita kesulitan mendapatkan tempat... Bila di Jakarta diakhir akhir ramadhan Masjid sangat longgar maka Mekkah di hari hari akhir Ramadhan  mencari kapling untuk satu sajadah  sulit sekali terutama bila kita datang agak terlambat. Pak Quraish di masa  lalu sering menyindir kami dengan mengatakan "rombongan Adzan" bila adzan terdengar baru kami turun dan berdesakan dipintu lift hotel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam malam ganjil yang dipercaya turunnya lailatul qadar menambah daya semangat umat muslim untuk berada dilingkungan tanah yang disucikan ini... Dari mulai sore kemacetan dijalan jalan menuju mekkah sudah sangat parah jauh lebih cepat perjalanan dari Jeddah ke  Mekkah lebih dari 100 KM ketimbang dari Aziziah  ke Haram yang cuma bejarak 3 KM.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjelang sholat Magrib jalan raya diseputar Mekkah tertutup oleh lautan manusia menjelang Isya dan taraweh jalan masuk ke Masjidpun sudah tertutup oleh syaf syaf jamaah yang mengitari halaman dengan sangat padatnya.  Polisi Saudi yang biasanya mudah membubarkan jamaah yang menghalangi jalan masuk kedalam masjid, kali ini tak mampu lagi memberi ruas jalan untuk manusia lewat...Dan ketika jam menunjukkan pukul  dua belas malam seluruh jamaah sudah memenuhi jalan jalan raya untuk mengikuti sholat malam.... Ini Malam ganjil malam 27 Ramadhan  Seluruh salurah TV dari mulai Abu Dhabi, Sarjah, Kuwait, Al Alam, Syiria Yemen Libia dan TV Saudi... seluruhnya menghadirkan tokoh ulama dari mulai siang hari memberi ceramah keutamaan malam malam tersebut... Istri saya menelpun dari Jakarta dan mengirim SMS berpesan untuk tidak keluar dari masjid sampai shalat malam selesai... (persoalannya jam 12 malam kami masih mengobrol di kamar hotel yang berjarak 500m dari Masjid...:): )  budaya melayu maunya nyantai tapi inginnya dapat tempat "VIP"  dekat dengan Ka'bah..:):) .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan segala upaya kami berhasil naik ketingkat tiga lantai paling atas yang terbuka luas beratapkan langit,  dari atas sini nampaklah dibawah sana ribuan manusia sedang bertawaf  mengelilingi Ka'bah. Seluruh tempat terisi manusia hampir tak ada celah secuilpun untuk bisa duduk, dari sore hari mereka sudah datang  mengisi ruas ruas dalam masjid mengaji dan berzhikir menanti saatnya shalat malam. Kami berdiri disekitar pagar pengaman menunggu datangnya waktu shalat dan berharap dapat menyelipkan badan ditengah manusia yang sudah mulai berdiri menjelang shalat malam di laksanakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepat jam satu malam sholat Tahajud dimulai... diawali oleh Shurem sebagai Imam dan sampai rakaat keenam digantikan Oleh Imam Legendaris yang memang Masya Allah. Orang ini hampir tidak pernah salah dalam membaca ayat ataupun lupa....Sudesh memimpin Sholat sampai rokaat terakhir, dan diakhir sholat witir diapun melantunkan doa Qunut yang saya kira hanya setan saja yang tidak menagis mendengar doa yang panjangnya lebih kurang 20 menit itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Humma Innaka afunn tuhibbul afwa fa'fuanna... ya..karimmm&lt;br /&gt;Ila Hana.... Ila Hana.... Ya Allah jadikanlahlah asmaMU menjadi kata akhir penutup hidupku.... Ila Hana... Ila Hana.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayangkan saja sendiri... ditengah jutaan manusia yang mengadahkan tangan memohon rahmatNYA  kita mendengar lengkingan dan isakan suara Sudesh melantunkan Doa semacam itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Insya Allah akan ada yang dapat membantu saya menterjemahkan doa dimalam 27 ramadhan tersebut, saya memiliki rekamannya  dalam bentuk VCD.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-5796198869112878137?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/5796198869112878137/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2007/10/malam-27-ramadhan-di-tengah-jutaan-umat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5796198869112878137'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/5796198869112878137'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2007/10/malam-27-ramadhan-di-tengah-jutaan-umat.html' title='Malam 27 Ramadhan di Tengah Jutaan Umat Islam'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-378305706713388889</id><published>2007-09-12T05:06:00.000-07:00</published><updated>2008-09-03T05:10:46.870-07:00</updated><title type='text'>Ramadhan lagi Adu Keras Suara Toa lagi.</title><content type='html'>Saya tak bisa membayangkan bila  seorang Non Muslim   tinggal dilingkungan Muslim yang padat penduduknya. Dimana Masjid dan Mushollah berjarak hanya dalam hitungan puluhan meter atau ratusan meter. Maka yang pertama sudah pasti dia merasa tertindas. Hak asasinya untuk tidur ditengah malam sudah pasti terampas oleh ibadah yang namanya Ramadhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jam dua pagi suara toa dari masjid sebelah sudah  berkumandang keras bergema memasuki dinding dinding kamar dengan teriakan Sahur...sahur. ... Jam empat subuh suara tarhim kembali bergema.  Selama satu bulan si non muslim tersebut pun harus ikut mengurangi jam tidur. Cuma bedanya bila kalangan Muslim merasa mendapat pahala sementara dia cuma mendapat kekesalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Jakarta  seluruh Masjid maupun mushollah memakai speaker didalam Masjid maupun Toa yang dipasang tinggi untuk mengingatkan waktu sholat (Azan). Beberapa Masjid  hanya sebatas azan diperdengarkan lewat Toa, dan hanya memakai speaker internal dalam pelaksanaan sholat. Namun disebagian besar masjid lainnya baik dalam sholat maupun pembacaan doa setelah sholat juga memakai pengeras suara luar (Toa). Tarkadang dipasang diempat penjuru dalam satu menara. Yang suaranya sering kali terdengar tidak merdu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkesan diantara Masjid yang berdekatan bersaing saling mengeraskan suara Toanya dan sering kali pula mengganggu kekhusuan sholat Jamaah didalamnya. Karena pada saat Sujud,  suara sang Imam dari masjid sebelah yang sedang membacakan ayat Qur'an terdengar nyaring masuk kedalam masjid didekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari ini awal sholat taraweh dimulai dan untuk kekhusuan sholat jamaah maka Sholat Taraweh  di Masjid Arrahmah di  YRA. kami pindahkan ke Aula dilantai dasar.&lt;br /&gt;Ada kenikmatan bila sholat dilantai atas tersebut, karena angin bertiup agak kencang menjadikan udara didalamnya sejuk dan ada pemandangan melihat daerah sekitar maupun gedung gedung tinggi di wilayah Pancoran. Namun suara Toa dari Mushollah diperkampungan belakang tak bisa ditoleransi, Sering kali suara chatib berceramah menjadi tak terdengar terkalahkan oleh suara imam dimushollah tersebut.&lt;br /&gt;Pernah kita mencoba mendiskusikan dan para orang tua di mushollah tersebut berkata "ini Syiar Islam dan kami disini sudah puluhan tahun seperti ini."&lt;br /&gt;Kalimat itu telah menciptakan para Jamaaah di masjid lainnya agak sedikit kepanasan dan mengandalkan kipas angin agar udara tak terasa pengab.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa tahun lalu Ustadz  Quraish Shihab membahas soal ini bersama Arif Rahman di RCTI dan besoknya teman saya  berkomentar,  menyatakan ketidak setujuan atas pendapatnya Quraish. Menurutnya Ustadz Quraish membatasi Syiar Islam dan yang berkomentar seorang berpendidikan. ....?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seringkali adab dalam beragama kalah oleh tradisi, repotnya lagi tradisi itu disandarkan pada agama yang tak ada dasar legalitasnya kecuali nafsu beribadah yang lebih bersemangat dari Tuhan itu sendiri.&lt;br /&gt;Tuhan yang maha mendengar itu harus diteriaki oleh suara Toa......... .?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ramadhan Karim......&lt;br /&gt;Selamat berpuasa semoga Allah menerima amal ibadah kita, mengabulkan seluruh doa doa kita dan megampuni seluruh dosa dosa kita. Amin....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-378305706713388889?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/378305706713388889/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2007/09/ramadhan-lagi-adu-keras-suara-toa-lagi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/378305706713388889'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/378305706713388889'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2007/09/ramadhan-lagi-adu-keras-suara-toa-lagi.html' title='Ramadhan lagi Adu Keras Suara Toa lagi.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-2763637703252493761</id><published>2006-05-15T23:20:00.000-07:00</published><updated>2008-08-30T23:26:16.080-07:00</updated><title type='text'>Islam dan Mistikisme TV.</title><content type='html'>Indo Pos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maraknya sinetron mistiki di berbagai stasiun televisi tanah air belakangan ini, mengingatkan pada kisah paradoksal antara si Karma dan si Sholeh, yang bagi generasi yang lahir di tahun 1960-an, amat populer dan amat mempengaruhi pemikiran anak-anak. Cerita yang dimuat di majalah anak-anak tersebut, menampilkan karakter si Karma yang jahat, dan akibatnya ia digambarkan masuk neraka, sementara si Sholeh yang berperilaku baik masuk surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita tersebut sebenarnya sederhana, namun karena digambarkan dengan visualisasi yang dramatis tentang neraka bagi si Karma, maka bahkan sampai saat ini bagi sebagian orang  yang membaca cerita itu, meninggalkan kesan kuat, bahwa siksa api neraka itu demikian pedihnya. Cerita tersebut setidaknya ”telah berhasil” membangun kesadaran bahwa perbuatan baik dan jahat akan mengalami balasan di akherat kelak. Dengan pendekatan yang tepat untuk konsumsi anak anak, majalah tersebut, ”berhasil” membangun kesadaran dan memberi pesan kuat pada alam bawah sadar anak-anak, dan terus melekat pada ingatan mereka hingga dewasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hakekat Agama&lt;br /&gt;Ilustrasi tentang si Karma dan si Sholeh di atas, merupakan ungkapan paling mudah dicerna oleh, khususnya anak-anak, bahwa memang agama pada hakekatnya memberikan pesan penting untuk melakukan perbuatan baik pada pemeluknya. Dalam konsep agama samawi dikenal konsepsi neraka, yang merupakan sanksi pada manusia dalam menjalankan kehidupan keduniaan, dan balasannya setelah kematian akibat perbuatan dosa yang dilakukan. Sebaliknya juga ada konsepsi surga, yang merupakan harapan bagi kehidupan di akherat sebagai balasan dari perbuatan baik yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sisi lain bila kita menelisik dalam konsepsi Islam, maka Islam tidak hanya mengatur perbuatan baik dan buruk, tapi juga memberikan bukti-bukti ilmiah keberadaan Allah. Al qur’an juga memberikan ruang untuk pada konsepsi-konsepsi yang rasional. Pendekatan rasional ilmiah yang menempatkan akal manusia sebagai salah satu unsur penting, merupakan salah satu pendekatan utama dalam memahami konsep Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menempatkan Islam sebagai agama yang rasional adalah suatu pemahaman yang dimahfumi oleh semua pemeluknya. Bahkan seringkali Al qur’an mengingatkan manusia untuk berfikir, afala ta’kilun, afala tafakarun, dan seterusnya. Oleh karena itu, pemahaman mistik dalam Islam seringkali dianggap sesuatu yang salah, karena bertentangan dengan akal manusia, walaupun Islam tidak sepenuhnya melarang. Ruang alam ghaib sebagian juga terbuka untuk dipelajari pemeluknya seperti, keberadaan, sifat, dan perilaku dari malaikat maupun Jin. Konteks alam ghaib, dengan demikian, dimaksudkan lebih memberikan pemahaman akan adanya mahluk lain selain manusia, yang juga diciptakan oleh sang Khlalik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selera Pasar&lt;br /&gt;Dalam konteks pemikiran di atas maka, membanjirnya sinetron televisi yang banyak menyuguhkan ke-ghaib-an berupa misalnya siksa kubur, maupun penderitaan manusia yang berkelakuan jahat diakhir hayatnya, telah memberikan kesan seolah-olah Islam adalah agama yang dipenuhi oleh pemahaman mistik (an sich). Sinetron mistikisme tersebut, memang dipenuhi oleh nasehat-nasehat agar manusia (pemirsa televisi sekalian) untuk berbuat baik. Tetapi, dalam perkembangannya, tidak dapat dilepaskan dari konteks ”persaingan komersial”, sehingga, akibatnya yang mengedepan adalah suguhan adegan-demi adegan yang over valued, karena terlampau didramatisasi.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecendrungan untuk berpegang pada selera pasar yang tidak lagi mengedepankan rasio manusia, terutama kalangan pemeluk agama ini, bagaimanapun telah menunjukkan adanya ”perilaku yang salah” baik oleh penulis skenario, produser, maupun media televisi itu sendiri. Mengapa demikian? Karena mereka sengaja memproduksinya, tanpa menyaring kelayakannya sebagai sebuah suguhan. Contoh semacam ini sangatlah banyak, seperti tangan yang keluar dari kuburan, ular besar yang menyerang mayit, jenazah yang tidak bisa dikuburkan dan terbakar habis di sisi kuburan. Visualisasi semacam ini bukan hanya tidak masuk akal, namun juga menjadi teror bagi anak-anak yang menontonnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dakwah yang Rasional&lt;br /&gt;Sinetron yang bertujuan dakwah sebenarnya sangat penting, terutama di tengah degradasi moral masyarakat yang semakin memurukkan, baik dari akidah maupun akhlak dalam segala dimensinya. Namun demikian, kecendrungan ini haruslah memberi pemahaman yang benar terhadap Islam, bukan sekedar menyuguhkan tayangan yang ”membangun ketakutan pada manusia” dan Islam seolah-olah merupakan suatu agama yang dipenuhi oleh misteri dan mistik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dominannya suguhan mistik yang secara verbal divisualisai dalam tayangan layar kaca, secara langsung maupun tidak membawa umat pada pemahaman yang terbelakang, dan mengarah pada pembodohan akal sehat manusia. Di masyarakat serba permisif seperti ini, sebuah tayangan bersifat dakwah, seringkali menjadi acuan bagi para pemirsanya untuk menerima secara bulat apa yang dilihatnya. Apalagi, dalam berbagai tayangan seperti itu, selalu terdapat figur seorang ustadz yang solah-olah amat memahami Islam, dan otomatis akan memberi pembenaran pada pemirsa, bahwa hal-hal demikian memang intisari dalam ajaran Islam. Pendekatan ini tentunya tidak mengena, dan justru berdampak negatif pada citra Islam itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memahami Al qur’an (Islam) seharusnya bukan dengan ketakutan, tapi dengan ketaatan melalui kesadaran pikiran maupun hati, sekaligus pemahaman yang total terhadap pentingnya agama untuk membimbing manusia dalam kehidupan keduniaan. Allah  SWT sang Khaliq raja dari segala alam raya ini, bukanlah untuk ditakuti oleh pemeluknya, tapi untuk dicintai. Keesaan Allah yang tertuang dalam Al qur’an memberi makna bahwa manusia diberikan kebebasan untuk memilih, apakah menerima atau menolak keberadaan sang pencipta, dengan berbagai konsekuensi logisnya. Kebebasan memilih ini pun relevan dengan rasionalitas manusia, yang dapat berkehendak melalui pikirannya. Ketataatan melalui pemahaman pikiran inilah, yang seharusnya menjadi acuan oleh segenap juru dakwah baik dakwah lisan, tulisan, maupun visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketakutan pada neraka dan keinginan untuk masuk surga, seringkali menjadi acuan dakwah. Hal ini juga telah mendasari penulis skenario untuk menunjukkan hukuman Allah pada makhluknya. Walaupun cara berpikir seperti ini ”tidak menyalahi aturan”, namun bukanlah hakekat yang paling tinggi nilainya. Karena nilai tertinggi manusia Islam dalam beribadah adalah untuk mendapat ridho Allah SWT, bukan sekedar surga yang memang ciptaan-Nya jua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbagai kasus yang menunjukkan hukuman Allah dan dilihat oleh manusia sekitarnya dapat saja terjadi, terutama pada manusia yang dalam hidupnya berkelakuan tak manusiawi dan menyengsarakan orang lain. Tak jarang hukuman ini mengena di akhir hayatnya. Akan tetapi visualisasi yang terus-menerus akan memberikan dampak lain bagi masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang anak manusia yang meninggal dalam keadaan sakit lever, maka hal yang wajar bila wajahnya mengalami kehitaman, dan hal demikian secara ilmiah oleh ilmu kedokteran dapat dipahami sebagai efek dari penyakit hati tersebut. Namun, mungkin saja tidak demikian bagi tetangga atau kerabat yang sempat melihat jenazah tersebut. Akibat tayangan sinetron yang mendramatisir kematian sedemikian rupa, maka kematian dengan wajah demikian, ironisnya, dianggap sebagai hukuman Allah atas perilakunya di dunia. Situasi demikian tentunya memberikan citra tertentu pada keluarga yang ditinggalkan dan kelak akan mencari-cari apa kesalahan anggota keluarganya itu, hingga mengalami hal demikian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula bagi manusia yang mengidap penyakit kanker, seringkali di akhir hayatnya mengalami kesakitan yang luar biasa, dan sekali lagi dalam dunia medis situasi itu adalah hal yang sangat normal. Namun, tidak demikian bagi kerabat yang yang mengalaminya. Dampak ikutan seperti ini, tentunya juga perlu dipikirkan matang matang oleh para sineas kita. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah waktunya bagi para sineas maupun da’i yang ingin mengembangkan dakwah lewat audio visual, untuk memberikan pemahaman yang lebih rasional, mendidik, dan memberi kesadaran kemanusiaan baik hati maupun pikiran, tanpa mengabaikan nilai ekonomis produsernya. Wallahua’lam&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-2763637703252493761?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/2763637703252493761/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2006/05/islam-dan-mistikisme-tv.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2763637703252493761'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/2763637703252493761'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2006/05/islam-dan-mistikisme-tv.html' title='Islam dan Mistikisme TV.'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-5512123628567694774.post-6679727025289683940</id><published>2006-01-04T09:23:00.000-08:00</published><updated>2008-08-29T09:38:37.177-07:00</updated><title type='text'>Bullshitnya Muqsit Ghazali !!!</title><content type='html'>.&lt;br /&gt; Asww Daeng Ichan terimakasih banyak udah mengirim artikelnya Moqshit yg ia tulis dikoran tempo. saya membaca artikel itu dan ingin sedikit memberi penjelasan apa dan bagaimana cerita sebenarnya yg terjadi dalam kasus Lia Aminudin atau Lia Eden. Tidak seperti yang dikatakan Moqsith itu yg menulis tanpa data dan cenderung memfitnah MUI, sekaligus saya ingin memberi penjelasan dari  kesimpulan berbagai kalangan yang salah kaprah diluar kenyataan yang sebenarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Dalam alinea pertama Moqsith sudah prejudice lebih dulu dengan mengatakan rumah Lia Aminudin yang berada di jalan Mahoni nomor 30, dikepung oleh sebagian masyarakat. Saya ingin bertanya pada Moqshit  dari mana dia dapat kesimpulan semacam itu..? Apakah dia ada dilokasi atau dia mengambil kesimpulan sendiri, karena kami warga dijalan Mahoni tahu persis tidak ada yang namanya pengepungan tidak ada sikap sikap anarkis thd  (Tante Lia) kami biasa memanggil beliau dengan sebutan tante Lia. Sudah bertahun tahun kami tinggal berdampingan tanpa ada rasa saling memusuhi apa lagi melakukan pengepungan. Keramaian dijalan Mahoni kami pantau bukan hanya dari hari kehari tapi menit permenit karena diantara kami sebagai warga baik islam, kristen, hindu, maupun Budha, akan menjaga lingkungan ini tanpa ada intervensi dari manapun. Baik FPI maupun FBR atau apapun namanya. dari awal kami akan menyelesaikan masalah ini dengan sebaik baiknya penyelesaian.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Dan masalah Lia Aminudin bukanlah akibat dari fatwa MUI, Saya katakan sekali lagi pada saudara Moqsith yang SOK PINTAR itu masalah Lia Aminudin BUKANLAH AKIBAT DARI FATWA MUI. (bila sdr Moqsith mau lebih jelas, saya bisa ajak dari mulai ketua RW, RT, Kepala Lingkungan, sampai masyarakat disini utk memberikan penjelasan pada sdr Moqshith agar tidak semaunya memfitnah MASYARAKAT yang katanya MENGEPUNG, juga fitnahnya mengatakan Fatwa  MUI sbg alat penyerbuan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Keramaian dijalan Mahoni yg dikatakan Moqsith sbg pengepungan adalah karena banyaknya wartawan yang meliput terutama media TV, dari hari kehari bila ada wartawan televisi datang meliput maka warga terutama anak anak dan ibu ibu mereka keluar rumah menontonnya, dan bila wartawan dari media TV pergi maka jalan dimahoni kembali lengang. Kecuali beberapa personil polisi yang memang kami minta membantu  menjaga lingkungan, bahkan dihari evakuasi Tante Lia dan pengikutnya, masyarakat yang paling banyak ada disana adalah kaum Ibu dan anak anak, dan jumlahnya tidak sampai ribuan seperti yang dikatakan dalam sebuah media cetak, jumlah 700 orang pun terlalu banyak, dan berita penimpukan yang dilansir Pos Kota adalah tidak benar, penimpukan itu tidak ada sama sekali cuma ada dua orang anak kecil yang menimpuk nimpuk mobil polisi yang dilapis kawat.  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Oleh karena setiap ada liputan media dan warga selalu mengerubungi, maka untuk menjaga hal hal yang tidak dinginkan. Kami mengambil kebijakan wartawan dilarang meliput atau masuk jalan itu di malam hari. Seorang wartawan dari TV 7 yang ditugaskan meliput malam, hanya bisa mengambil gambar dari ujung jalan karena tidak diperbolehkan masuk, namun setelah dia menjelaskan mendapat tugas utk meliput keadaan dimalam hari maka saya mengijinkan nya dengan catatan lampu kamera harus mati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Tidak ada yang namanya pengepungan yang ada hanya warga menonton pelaksanaan evakuasi, kalau anda ingin ngetes, panggil aja satu media tv bawa kekampung anda saya yakin warga akan ramai ramai keluar rumah melihat wartawan itu bekerja, paling tidak ada keinginan dari warga untuk wajahnya disorot kamera. Sama seperti tuan Moqsith yang selalu ingin tampil mengomentari walaupun gak ngerti masalah.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Saya bersama RW, RT, Lurah, dan beberapa warga ada disitu memantau entah ada dimana yang namanya Moqsith, mungkin dimana jalan Mahoni itu adanya dia tidak tahu tapi menulis dan berkesimpulan dengan gagahnya  seenak udel.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Yang kedua dari mana Moqsith menarik kesimpulan kasus ini akibat dari fatwa MUI, Fatwa MUI dikeluarkan terhadap kelompok ini tahun 1997, sudah 8 tahun sejak fatwa MUI dikeluarkan tidak pernah sekalipun warga disini melakukan provokasi untuk mengusir kegiatan kelompok SALAMULLAH yang kini berubah menjafdi  GOD`S KINGDOM (Tahta Suci Kerajaan Tuhan) dan komunitasnya bernama EDEN. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Warga tidak mengusir mereka, juga tidak memusuhinya semua berjalan masing masing sesuai dengan keyakinannya. Perlu anda ketahui didepan jalan Mahoni ada Masjid bernama Darussalam dan diujung jalannya ada Gereja, yang tiap minggu aktif melakukan kebaktian dan tepat didepan gereja adalah rumah Lia Aminudin. Ketua RW 08 beragama Islam dan ketua RT 05 beragama Kristen. dirumah tetangga saya ada kebaktian, dirumah saya ada pengajian dan tempat parkir kami atur bersama agar tidak menghalangi jalan, bahkan halaman rumah saya dan warga lainnya seringkali dipakai parkir untuk masyarakat yang kegereja. (kami jauh lebih toleran dari pada tuan Moqsith, kami  jauh lebih menghargai pluralisme yang digembar gemborkan itu dari pada pengasongnya yang cuma bicara dan menulis pluralisme tapi mampu memfitnah semaunya terhadap orang lain tanpa meneliti lebih dulu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Kronoligis kasus Lia Eden. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Keresahan warga terhadap kegiatan kelompok Eden, baru terjadi dua bulan belakangan ini, berawal dari ibu ibu pengajian dijalan Mahoni yang merasa resah karena sering didatangi dan dikirimi borosur oleh pengikut Lia Aminudin. Kadang kadang mengirim kue yg oleh warga umumnya dibuang, dan terkadang memberi Obat yang katanya dari Tuhan. sebelumnya Lia Aminudin juga menggali sumur didalam rumahnya yang katanya terhubung dengan air Zamzam dan bisa mengobati segala penyakit( kami tahu persis kualitas air didaerah sini sangat buruk terasa asin dan mengandung garam dikarenakan abrasi air laut).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Dan dibulan ini juga Lia Aminudin tanpa Izin Pemda membangun tiang tiang didepan rumahnya menyerupai Pure, dan menempatkan kaca patri ditingkat atas rumahnya menghadap kejalan dengan tulisan GOD`S KINGDOM. Lia juga bersama kelompoknya berbaju putih putih (pakaian ihrom)  melakukan pawai berjalan kaki melewati jalan mahoni lalu melewati jalan Rasamala, dan memutar untuk menghindari daerah itu yang&lt;br /&gt;katanya akan terkena musibah.   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Para ibu ibu mulai merasa khawatir karena sebelum sebelumnya kelompok ini tidak mencoba mempengaruhi warga, selama ini tidak ada satupun warga disini yang menjadi pengikutnya kebanyakan dari mereka datang dari daerah lain. Bahkan anak laki laki  dari tante Lia sendiri tidak sefaham dengan ibunya, tapi kelompok itu belakangan ini mulai aktif  mempengaruhi  warga, dan tepat pada tanggal 10 Desember Metro TV  menayangkan acara " Unsolved Cases 2005" yang menyoroti kegiatan keagamaan LIA EDEN. Tayangan Metro inilah  Faktor Pemicu sebenarnya bukan fatwa MUI sebagaimana dikatakan Moqsith.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Beberapa Ibu meminta melalui istri saya untuk saya dan beberapa warga disini mengambil kebijakkan thd aktifitas dirumah jalan Mahoni nomor 30, tak lama kemudian beberapa anak muda bernama Iwan, yeyen dan lainnya datang kerumah saya membicarakan tayangan Metro TV dan keresahan Warga thd aktifitas Lia Aminudin, disamping itu ada keluhan dari para orang tua dari daerah lain yang anaknya menjadi pengikut Lia kepada ketua RW disini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   Anak anak muda itu berinisiatif untuk mengumpulkan tanda tangan dari seluruh warga Mahoni, pengumpulan tanda tangan ini bukan hanya ditanda tangani oleh kalangan muslim, tapi juga oleh kalangan yang beragama Kristen termasuk ketua RT. Sampai  disini saya ingin bertanya kembali pada saudara Moqsith apa korelasi Fatwa MUI dengan warga yang beragama Kristen apakah mereka menanda tangani karena Fatwa MUI..?. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Saya orang terakhir di jalan ini (rumah saya berjarak 4 rumah dari rumah Lia Aminudin,) yang menanda tangani pernyataan warga. Dalam kesepakatan selanjutnya bersama warga kami tidak meminta Lia untuk diusir dari rumahnya, warga hanya meminta untuk dia menghentikan aktifitasnya didaerah ini yang sudah mulai meresahkan. Dan fatwa MUI tidak dibahas dalam forum itu karena tidak ada relevansinya, sebahagian besar warga disini orang chines dan sebahagian dari Menado dan Batak beragama Kristen, apa relevansinya membicarakan fatwa MUI dihadapan tetangga kami yang beragama lain itu, namun mereka sepakat karena memang mulai meresahkan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Pengumpulan tanda tangan ini terdengar oleh warga di RT lain lalu disambut oleh seluruh warga RW 08 untuk melakukan hal yang sama, dan kami tetap mengatakan bahwa mereka boleh terlibat melakukan tanda tangan tapi tidak boleh ada kegiatan apapun dari masyarakat setempat untuk mendekati rumah nomor 30. Tidak boleh ada tindakan anarkhis, siang malam kami menjaga rumah itu dari masyarakat sekitar dan Alhamdulillah tidak ada keanehan apapun, keadaan tetap terkendali dan berlangsung normal normal saja. Pada saat surat kami sampaikan pada lurah Bungur warga bersepakat  masalah ini hanya ditangani oleh Lurah Bungur, Camat Senen, dan Kapolres Jakarta Pusat. Warga bersifat hanya membantu bila diperlukan disamping menjaga keamanan dari fihak fihak luar yang mungkin akan membuat keruh keadaan.&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Namun entah bagaimana surat warga kepada lurah tercium oleh kalangan Pers dan mulailah pers membuat liputan. Setiap media TV datang warga terutama yang berada didalam gang gang keluar utk melihat, dan pers mulai mewancarai warga satu persatu, dan warga berkrumun didepan rumah tante Lia, pada saat pers pergi wargapun bubar kembali. Semakin hari media semakin aktif  krew TPI pergi, krew dari SCTV datang meliput, lalu AN TV, dua media ini selesai maka media lain Metro TV, Lativi, muncul dan kerumunan pun makin sering terjadi dan semakin lama berlangsungnya. kerumuman hanyalah kerumunan dan hanyalah ibu2 bukan presure thd kelompok ini. &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;  Warga hanya menonton dan senang ada tetangganya diwawancara dan masuk media TV, sama seperti orang orang intelektual yang gak ngerti masalah tapi suka komentarnya dimuat dimedia.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Lalu tiba tiba tanpa koordinasi ada famplet dari pengurus Masjid meranti yang saya tahu anak anak mudanya aktif melakukan pengajian (semua anak saya bersekolah disitu SD/SMP Islam Meranti), dan Masjid itu letaknya diluar daerah Mahoni, famplet itu berisi undangan tabligh Akbar berthema JIBRIL PALSU, Tablig itu akan diadakan pada tanggal 31 Desember Ba,da Magrib, melaui Hendrik Kepala lingkungan didaerah ini. Saya bersama warga menyatakan kami sangat berkeberatan dengan rencana Tabligh itu, karena selesai tabligh massa akan sulit dikendalikan dan terlebih lagi didepan rumah Lia Aminudin ada Gereja yang cukup besar siapa bertanggung jawab bila terjadi penyerangan massa. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Berarti menjadi dua tempat yang harus kami jaga satu rumah Lia Aminudin dan satu lagi Gereja yang terletak persis didepannya, melalui diskusi  akhirnya disepakati ustadz yg berbicara hanya bicara masalah agama tidak boleh ada provokasi. Untuk meredam massa saya diminta untuk berbicara di forum itu dan disesion terakhir, dan personil polisipun kami minta lebih banyak dari yang biasanya, Tabligh itu atas inisiatif masyarakat diluar Mahoni, dan warga sendiri tidak mememerlukan kegiatan seperti itu dalam kondisi seperti ini. Karena bila itu diperlukan tempatnya bukanlah di Meranti yang terletak agak jauh tetapi di Masjid Darussalam yang hanya berjarak puluhan meter dari kediaman Lia Eden, dan kalaupun kami mau penceramah yang jauh lebih dikenal seperti Habib Riziek atau fauzhan Anshori akan sangat mudah kami hubungi tapi untuk apa, karena bukan itu tujuannya. Jadi jauh dari prasangkanya Moqsith yang menyatakan krimalisasi komunitas Eden. Warga disini memiliki kesadaran penuh dan jauh dari kriminalitas, tapi cara Moqsith menyimpulkan lah yang bisa dikatakan kriminalisasi karena sangat inusuatif dan menjastifikasi situasi sesuai dengan kemauannya bukan pada fakta yang ada. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Dan saya ingin menunjukkan siapakah yang sebenarnya bersikap kriminal, dibawah ini adalah cuplikan dari suratnya Lia Eden.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  .........Demi Tuhan yang maha esa dan takkan mengabaikan aku dan kerajaan-nya dan yang akan melindungi komunitas Eden dengan kesaktiannya, akulah Ruhul Kudus yang tersakti dan akan melibatkan kekuatan ghaibku untuk menghalangimu. Akulah Jibril yang sejati dan aku akan menghakimimu sesuai dengan pasal hukum Allah........&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  ....... Jangan kau teruskan niatmu atau aku akan mencabut nyawamu......&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Itu adalah bagian dari surat Lia Eden kepada pengurus Masjid Meranti, apa pendapat anda pak Moqshit pada orang yang mengancam mencabut nyawa orang lain.  &lt;br /&gt;  Dalam suratnya yang lain LIA EDEN memberikan lagi selebaran dan menjadi daya tolak warga mengkristal dan muncul keinginan untuk tidak hanya menghentikan aktifitasnya tapi juga meminta kelompok itu tidak ada lagi didaerah sini. surat itu berjudul. MAKLUMAT RUHUL KUDUS PERIHAL KERESMIAN KERAJAAN TUHAN.&lt;br /&gt;  dibawahnya diberi judul ATAS NAMA ALLAH YANG MAHA MERESTUI KERAJAAN NYA.&lt;br /&gt;  isi dari surat itu, tertulis seperti ini: &lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;   ".............untuk menjawab keyakinan nabi Muhammadlah nabi terakhir dan tak ada lagi nabi setelahnya, adalah nabi dari kalangan manusia takkan sanggup memperbaiki keadaan yang terlalu rumit dan sangat berat didunia. Dan masyarakat didunia pada saat ini , berbangsa bangsa dan semuanya telah tinggi peradabannya, ilmu pengetahuan sangat maju, tekhnologipun sangat canggih, kebanggaan atas bangsa masing masing dan agama masing masing di setiap bangsa menjadikan tak seorang nabi pun sanggup mengatasi segala bentuk kekejaman, kejahatan dan permusuhan serta peperangan yang melanda semua bangsa dan negaranya. Maka akulah Ruhul Kudus yang menjabat sebagai Rasul Allah dan Hakim Nya................"&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Surat ini dikirim keseluruh warga, dan bagaimana sikap warga muslim pada umumnya didaerah ini yang sebahagian besar tidak bersekolah tinggi, sebahagian hanya mengenal islam dari ustadznya, bukan dari buku buku yang mengajarkan tentang perbedaan dalam islam yang seperti saudara Moqsith baca, kami bekerja kami meredamkan, kami melakukan penerangan dan memberi rasa keprihatinan pada tante lia yang merupakan tetangga kami puluhan tahun,  dan tuan Moqsith menulis " ini sebentuk tafsir kriminalisasi yang biasanya diarahkan buat kelompok yang bukan arus utama dan tidak memiliki power kekuasaan......."  Tafsir kriminalisasi apa tuan Moqshith....? ada atau tidak fatwa MUI masyarakat muslim yang terbatas bacaannya pasti marah menerima maklumat seperti itu, masyarakat muslim teringat pencabutan nyawa kiayi didaerah jawa dan kali ini Lia Mengancam akan mencabut nyawa para ustadz, namun teredam dengan baik. Tetap tak ada tindakan anarkhis, dan saudara Moqsihsit menulis ' Rumah Lia&lt;br /&gt;Aminudin........ DI KEPUNG......." dikepung....? (Jidad  Meledak!!!!!!) &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Evakuasi terhadap komunitas Eden terjadi pada hari kamis tanggal 29 Des jam 5 sore dua hari sebelum Tabligh Akbar. Setelah surat kontroversial yang dilayangkan oleh Kerajaan Tuhan itu, evakuasi bukan dari ancaman warga tapi akibat surat Lia yang dinilai Polisi, Lurah dan Camat setempat mengkhawatirkan. Dan dapat menimbulkan respon balik bukan dari masyarakat sekitar tapi masyarakat diluar sini, pada pertemuan dikantor Walikota. Lurah, Camat dan Walikota sangat berterimakasih pada warga yang telah bekerja sama dengan baik tak ada satu tubuh yang berdarah, tak ada kepala yang bocor.  Cuma menjadi pertanyaan bagi saya apa maunya seorang intelektual bernama Abdul Moqsith Ghazali menulis artikel inusuatif seperti itu, apakah kasus seperti ini dapat dibuat untuk menjual diri pada lembaga lain whualllah whua,lam.... &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;  Sekali lagi terimakasih kepada pak Ichan yang telah memforward artikel dari Moqsiht yang bulshit itu, dan saya dapat memberi penjelasan dalam forum kahmi yang mulia ini, semoga tuan Moqshit dapat membaca penjelasan ini dan tidak lagi semaunya membuat kesimpulan dan menulisnya di surat khabar, janganlah masyarakat yang sudah stress ini diracuni pula dengan fitnah tak bertanggung jawab apa lagi dari kaum yang menyatakan diri  pembaharu dan liberal yang relatif intelektual.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/5512123628567694774-6679727025289683940?l=geischalifah.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://geischalifah.blogspot.com/feeds/6679727025289683940/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2006/01/bullshitnya-muqsit-ghazali.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6679727025289683940'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/5512123628567694774/posts/default/6679727025289683940'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://geischalifah.blogspot.com/2006/01/bullshitnya-muqsit-ghazali.html' title='Bullshitnya Muqsit Ghazali !!!'/><author><name>Geisz Chalifah</name><uri>http://www.blogger.com/profile/18124501864028373779</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://3.bp.blogspot.com/_fR-51Za8ZZQ/SdCIxsAukKI/AAAAAAAAAOk/dWZxKS90Hl0/S220/DSC00539.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
